Persfektif | Menyambut Hut RI ke-65

Walaupun terlambat menulis untuk menyambut HUT RI namun blopini berusaha untuk tetap memberikan persfektif baru yang mungkin mampu membuka mata anak kecil, remaja, dewasa, sampe jompo sekalipun. Blopini akan mengangkat tentang ketidakadilan dan keberpihakan Negara ini yang sering salah.

DPR vs Pejuang (Real Hero)

Mari buka mata lebar-lebar dan silahkan menyimpulkannya….

Gaji Rutin DPR saat aktif:

Rutin perbulan meliputi :
Gaji pokok : Rp 15.510.000 (berapa kali sidang?)
Tunjangan listrik : Rp 5.496.000 (berapa watt tuh??)
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000 (lha, jadi kalu ga digaji ga jadi aspirator?)
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000 (buat apa kira2?)
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000 (wewt, 20 x lipat tunjangan veteran cuma buat nelpon)
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000 (apa yang diawasi? veteran?)
Total Perbulan : Rp 46.100.000
Total Pertahun : Rp 554.000.000

Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.

Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:

Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU

Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000,,

Dan anggota DPR mencapai : 560 orang!!!! Bayangkan setahun 560 x 761.000.000, 426.160.000.000 !!!!!!!!

Dana pensiun: untuk mantan anggota DPR, syaratnya bahkan tidak perlu satu periode (5 tahun) menjabat. Cukup menjabat 1 tahun, maka uang pensiun tetap dinikmati seumur hidup.

“Yang dapat itu satu tahun ke atas,” ujar anggota Komisi XI DPR RI Andi Rahmat kepada detikcom, Rabu (17/2/2010).

Andi menjelaskan besarnya uang pensiun tersebut sekitar Rp 2 juta rupiah perbulan.


Mari kita bandingkan dengan Pahlawan ini…..

gaji para veteran negara yang benar2 memperjuangkan Indonesia:

Masa aktif: Mereka tidak digaji, hanya berjuang untuk negara, mendapat tunjangan untuk anak istri, dan merelakan nyawa untuk negara… Bahkan terkadang mereka merelakan hartanya untuk diambil demi pembiayaan perang…..

Untuk Pensiun, blopini kutip dari pernyataan:

“Memang dana kehormatan bagi kami ada. tapi tidak memadai untuk mereka yang umumnya tidak punya penghasilan diluar Itu. karena selama Ini cuma Rp250.00O yang diterima, sedangkan bagi para Janda Rp300.000.” Jelas Wakil Ketua LVRI DPD Jabar Kol (Purn) HRR Dwikusuma. disela silahturrahmi dengan Kodim 0618/BS di aula Kodim Jalan Bangka. Bandung kemarin. Selain itu dia juga berharap adanya perhatian dari anggota DPR untuk para veteran. “Ya, harusnya DPR bereaksi, tapi walau bagaimanapun kita berterima kasih karena masih ada penghargaan, semoga ini betul-betul tulus dari presiden.” tambah dwi.

mereka masih berterima kasih dengan negeri ini walau keadaannya sangat diluar harapan mereka.

Simak juga keluhan veteran Indonesia gan : “Guru SD saja Rp 1,7 juta (tunjangannya-red). Veteran pejuang kemerdekaan hanya dikasih Rp 600 ribu. Padahal UMP saja sudah Rp 820 ribu. Ini kan melecahkan,” keluh mantan pejuang Trikora dan Dwikora, Wimo Sumanto, di Tugu Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (17/8/2008).

Dan jumlah LVRI yang terdaftar sekitar 2000 orang.. Pengeluaran buat mereka setahun : 2000 x 12 x 600.000 = 14.400.000.000 !!!!!!

Jadi, dari semua yang mereka perbuat, nyawa yang mereka pertaruhkan, pengeluaran negara buat mereka tidak lebih dari 1/30 pengeluaran negara buat DPR!!!!!

Dengan kata lain, tunjangan ni bapak dibawah UMR, padahal beliaulah yang mendaulatkan negara ini…

————————————————————————————————

Mari dengan tulisan ini kita telaah kembali masih pantaskah bangsa ini dianggap bangsa besar jika tidak mampu memberikan perlindungan, keadilan bagi rakyatnya terlebih bagi pejuang yang telah menegakkan pondasi bangsa ini menuju kemerdekaan. Mari lihat sejarah pelajari dan ambil manfaatnya.

NKRI harga mati…..Indonesia selalulah JAYA…Bangsaku ingatlah sejarahmu…

4 Responses to “Persfektif | Menyambut Hut RI ke-65”

  1. Seharusnya d berikan sanksi kepada para anggota DPR yg kerjanya asal-asalan dan menurunkan gaji mereka. Melainkan memberikan tunjangan kepada para veteran negara yg terus memperjuangkan negeranya..

    • Nih lah politik kita yang berkuasa untuk memberikan sangsi itu partai karena mereka kendaraan bagi anggota DPR untuk duduk disana….namun kebanyakan partai jarang mampu memberikan sangsi tersebut….

  2. dirgahayu republik indonesia…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: