Info | Ruhut: Mana yang Demo, Kok Sepi

VIVAnews – Ruhut Sitompul, anggota DPR dari Fraksi Demokrat mengingatkan bagi para aktivis yang berdemo untuk tidak mengatasnamakan rakyat. Ruhut menilai, demonstran yang turun ke jalan kali ini jumlahnya sedikit.

“Coba lihat sekarang, yang demo sepi,” kata Ruhut Sitompul usai mengikuti persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis 28 Januari 2010.

Menurut Ruhut, selama bersidang dirinya membawa televisi berukuran kecil untuk memantau aksi unjuk rasa. Dia pun mendengarkan dan menonton televisi sambil mengikuti sidang.

“Jangan mengatasnamakan rakyat. Kami saja DPR tidak berani mengatasnamakan rakyat,” kata mantan pengacara yang kini menjadi anggota Komisi III Bidang Hukum DPR ini.

Ruhut kembali mengingatkan, bahwa mendiang mantan Presiden Soeharto lengser bukan karena people power. “Tapi karena dikhianati oleh 11 menteriny. Maka dia mundur,” kata politisi yang juga anggota Pansus Century ini.

Ruhut pun ‘menantang’ jumlah demonstran yang turun kali ini lebih sedikit dibanding saat demo antikorupsu se-dunia. “Mana nih massa yang demo? Tidak ada juga,” kata dia.

Sementara di luar Gedung MK, sekitar 1.000 orang sudah berkumpul di depan Istana Presiden. Mereka berdemo dalam rangka 100 hari kinjerja SBY-Boediono.

Massa lain yang berjumlah sekitar 6.000 juga berkumpul di depan gerbang utama Gedung DPR. Mereka juga menuntut hal yang sama. Di beberapa kota besar lainnya di Indonesia demonstrasi juga berlangsung. Seperti di Makassar, Surabaya, dan Medan.

Sumber : Klik Disini

————————————————————————————————-

Wah….si Bapak mau nantang demo yang lebih besar?? atau karena damai makanya jumlah 8000-an pendemo dianggap ga ada?? mesti anarkis nih biar dianggap ada??….cape dech!!

Untuk para demonstran terkhusus korlap-korlap dan pemimpin-pemimpin masa ini merupakan keritikan bagi Anda bahwa demonstrasi tidak hanya bawa massa ke jalan terus teriak-teriak namun dibutuhkan konsep matang…dulu di jaman blopini masih aktif di kampus untuk melancarkan gerakan kami bisa membutuhkan persiapan 1 bulan dengan berbagai step-step yang harus dilalui semisal “pembangunan opini” bagaimana orang mau demo dengan solid jika pemahaman tentang permasalahan yang akan di demo masih ga sama/solid kecuali demo bayaran hehehehe……ya tinggal kasih uang teriak bla..bla..bla.. dach. Tapi blopini yakin kekuatan oposan (Parlemen Jalanan) akan terus mengkritik pemerintah jika jalur dan rel yang sudah ditetapkan UU di langgar oleh pemerintah.

“Demo adalah wujud implementasi dari kebebasan, kemerdekaan, kewibawaan, kekuatan, kecakapan dalam berdemokrasi ” blopini

“Moderat dalam berpikir, Idealis dalam bertindak” blopini

itulah slogan yang dibuat dan dipegang teguh oleh blopini dulu dan sekarang.

Blopini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: