Info | Tarawih 11 rakaat dari Nabi SAW 23, 26, 36, 40 rakaat dari ulama

Tarawih 11 rakaat dari Nabi SAW 23, 26, 36, 40 rakaat dari ulama
Opini – Artikel
ARIFIN S. SIREGAR

Shalatul lail/qiyamul lail/qiyamul Ramadhan/shalat tarawih/ shalat tahajjud adalah nama lain dari shalat malam yang dilakukan Nabi SAW atau sahabat. Disebut qiyamul Ramadhan karena shalat malam itu di bulan Ramadhan. Disebut shalat tahajjud karena dilakukan setelah tidur malam. Disebut shalat tarawih karena dilakukan secara santai (istirahatistirahat, santai-santai). (Kitab “Sekitar Masaalah Taraweh” oleh KHE Abdurrahman, Penerbit Bandung, hal : 1-28).

Adalah lucu kita ini, meskipun Nabi SAW melakukan qiyamul Ramadhan dengan santai, tidak buru-buru, namun tidak menamakannya shalat tarawih, tapi kita menamakan shalat tarawih (= santai) dari qiyamul Ramadhan itu, justru kita tidak melakukannya dengan santai, tapi terburu-buru (“express“). Jadi jangan harap anda bisa jumpa kata “shalat tarawih“ pada hadist atau atsar yang menjelaskan shalat malam. Semua menggunakan kata shalatul lail atau qiyamul Ramadhan.

Nah, kalau ada ustad mengatakan Nabi SAW tak pernah melakukan shalat tarawih, itu ustad “ngelamun“. Padahal qiyamul Ramadhan Nabi SAW, itulah shalat tarawih Nabi SAW seperti yang kita namakan. Cuma masalahnya apakah 11 rakaat atau 21, 23, 26, 36, 40 rakaat yang dilakukan Nabi SAW ?

Pada judul “Tarawih 11 Rakaat dari Nabi SAW dan 21, 23, 26, 36, 40 rakaat dari pendapat kalangan ulama“ mari kita kaji buktinya !

Tarawih 11 Rakaat
Shalat tarawih 11 rakaat, rujukannya (sandaran hukumnya) adalah :
1. HR Bukhari dan HR Muslim: Dari Abi Salamah bin Abdurrahman bahwasanya ia bertanya pada Aisyah RA tentang shalat Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Maka ia menjawab: “Tidak pernah Rasulullah SAW kerjakan di bulan Ramadhan dan di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat. Ia shalat 4 (rakaat) jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian ia shalat 4 (rakaat) jangan engkau tanya panjang dan bagusnya, kemudian ia shalat 3 rakaat“.

2. HR Thabarani dan Ibnu Nashr : Dari Jabir bin Abdullah RA ia berkata: Rasusullah SAW pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan 8 rakaat dan witir (3 malam berturut-turut). Maka pada hari berikutnya (hari ke empat) kami berkumpul di masjid dan mengharap beliau ke luar (untuk shalat), tapi ia tidak keluar hingga kami masuk waktu pagi, kemudian kami masuk kepadanya (datang ke kamarnya), lalu kami berkata : Ya Rasulullah ! Tadi malam kami telah berkumpul di masjid dan kami harapkan orang mau shalat bersama kami, maka sabdanya : “Sesungguhnya aku kawatir (shalat itu) akan diwajibkan atas kamu sekalian“. (Kitab “Kelemahan Riwayat Tarawih 20 Rakaat“ oleh Syeikh Nashiruddin Albani, hal.17).

3. HR Malik-al Muwath-tha’I : 137,138 : Dari Muhammad bin Yusuf dari as-Saaib bin Yazid bahwasanya ia berkata: Umar RA telah memerintahkan Ubay bin Ka’ab dan Tamim ad-Daary mengimami orang-orang dengan 11 rakaat. Ia berkata : “Imam pada waktu baca ratusan ayat, sehingga kami bersandar dengan tongkat karena lamanya berdiri dan kami tidak selesai kecuali menjelang fajar“.

Maka jelaslah bagi kita dengan hadist pertama dan hadist kedua menunjukkan Nabi SAW dan sahabat melakukan shalat malam (tarawih) tidak lebih dari 11 rakaat. Inilah contoh atau pedoman jumlah rakaat shalat malam (Qiyamul Ramadhan)/ shalat tarawih yang dikerjakan Nabi SAW dan shalat Umar bin Khtattab RA.

Catatan :
Ada yang menuduh tarawih yang 11 rakaat itu adalah shalat witir. Tuduhan ini pembohongan atau pembodohan pada umat. Sebab, witir itu artinya ganjil. Yang 11 rakaat itu bukan dibentuk oleh 1 shalat ganjil. Tapi dibentuk oleh 2 shalat genap (4 rakaat, 4 rakaat) dan 1 shalat ganjil (3 rakaat). Apakah 4 rakaat itu shalat ganjil ?

Dan bila rujuk pada sunnah, tidak pernah (tidak ada) petunjuk Nabi SAW shalat witir dengan 2 salam, apakah witir dengan 3 rakaat, apakah 5 rakaat apakah 7 rakaat atau 9 rakaat.

Jadi untuk shalat witir, apakah anda mencontoh Nabi SAW, di mana 3 rakaat dengan 1 salam atau buatan (rekayasa) sebagian ulama di mana 3 rakaat dengan 2 salam ? HR Bukhari & Muslim : Dari Qosim bin Muhammad, katanya : “Saya mendengar
Aisyah RA berkata : “Rasulullah SAW shalat malam sebanyak 10 rakaat dan berwitir 1 rakaat.

Tarawih 23 Rakaat
Sedangkan shalat tarawih 23 rakaat rujukannya :

1. Atsar Riwayat Malik : Yazid bin
Rummah berkata : “Adalah orang-orang shalat malam (tarawih) pada zaman Umar RA sebanyak 23 rakaat”.

Oleh ahli Hadist Syeikh Nashiruddin Albani peneliti Hadist terkenal di Timur Tengah menyatakan hadist itu palsu karena sanadnya Yazid bin Rummah tidak pernah ketemu Umar RA (Umar wafat, Yazid bin Rummah baru lahir). Jadi HR Malik ini tak dapat digunakan sebagai rujukan (sandaran hukum), karena Riwayat itu palsu.

Kemudian bila kita cermati bunyinya, tidak menyebut Umar RA turut melakukan 23 rakaat. Bila Umar RA turut, tentu bunyinya : “Umar RA dan orang-orang di zamannya melakukan shalat tarawih 23 rakaat”. Hadist atau atsar adalah merupakan hukum, jadi setiap katanya menjadi pedoman.

2. Tarawih 23 rakaat berdasarkan rekayasa ulama. Buktinya, timbulnya 23 rakaat, penyebabnya serupa dengan yang 21, 26, 36, 40 rakaat, adalah hasil rekayasa sebagian ulama, di mana mengatasi kejenuhan jamaah shalat malam (tarawih) kalau mengikut bacaan seperti Nabi SAW setiap 1 rakaat + 2 s/d 4 surat, maka oleh ulama belakangan membuat (merekayasa) jumlah rakaat diperbanyak 21, 23, 26, 36, 40 rakaat, agar cukup atau 1 surat setiap rakaat yang dibaca, tidak meletihkan berdiri lama.

Kemudian shalawat dan doa (yang dibacakan kuat) setelah selesai salam setiap 2 rakaat juga tidak ada petunjuk Nabi SAW, kecuali itu rekayasa ulama.(lihat kitab “KESAHIHAN DALIL SHALAT TARAWIH 20 RAKAAT“ oleh K.H M.Hanif Muslim, Lc. hal. 33, 35, 36, 52, 53, 54).

Kesimpulan
1. Tuduhan Umar RA melakukan 23 rakaat itu fitnah, karena tidak masuk akal Umar RA sahabat Nabi SAW yang begitu setia, mau melanggar ketetapan/ petunjuk Nabi SAW dalam ibadah, di mana Nabi SAW melakukan 11 rakaat. Terbukti dari penjelasan HR (Atsar) Malik di atas, di mana Umar RA pernah menyuruh Ubay bin Ka’ab mengimami orang-orang dengan 11 rakaat (shalat
makam/tarawih). Jadi terbukti Umar RA tetap mengamalkan 11 rakaat, tidak pernah 23 rakaat.

2. Shalat malam (tarawih) yang 11 rakaat adalah shalat malam (tarawih) dari Nabi SAW. Dan ini adalah atas petunjuk Allah SWT. Karena : “Tidaklah Muhammad SAW itu berbuat kecuali atas petunjuk Allah SWT“ Berarti 11 rakaat adalah yang Ridho Allah SWT. Shalat malam (tarawih) yang 23 rakaat terbukti itu adalah rekayasa ulama, bukan petunjuk Nabi SAW.

3. Kemudian kita mempunyai rukun iman : Pertama : percaya pada Allah, ke-dua : percaya pada Rasul-Nya, ketiga: percaya pada kitab-Nya …..dst. Berarti petunjuk Nabi SAW lebih mulia di sisi Allah SWT dibanding petunjuk ulama. Kemudian sesuai sabda Nabi SAW: “Sebenar-benarnya perkataan adalah Kitabullah, semulia-mulia petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW ……dst“.

4. Timbul tantangan, apakah kita mendahulukan mengamalkan petunjuk Nabi SAW (petunjuk Allah SWT) daripada mendahulukan mengamalkan petunjuk ulama demi untuk tidak tercemar rukun iman?

Tentu pedomannya adalah : QS.An- Nisa’ 59 : “Hai orang-orang yang beriman …….dst, jika kamu berbeda pendapat maka kembalilah pada Allah dan Rasul, jika kamu benar beriman pada Allah dan (percaya) hari kiamat“. Jadi kita dituntut untuk kembali pada petunjuk Allah dan Rasul jika berbeda pendapat. Kembali pada Allah dan Rasul maka kita wajib mengamalkan yang 11, rakaat demi rukun iman.

Sumber : Klik Disini

————————————————————————————————-

Blopini

5 Responses to “Info | Tarawih 11 rakaat dari Nabi SAW 23, 26, 36, 40 rakaat dari ulama”

  1. munhady Says:

    Bang Arifin Siregar, memang di dunia ini ada orang yang merasa dirinya pandai orang lain di anggap bodoh padahal dirinya yang bodoh, merasa dirinya bersih orang lain dianggap kotor padahal dirinya yang kotor, merasa dirinya suci orang lain dianggap najis padahal dirinya yang najis, merasa dirinya benar orang lain dianggap salah padahal dirinya yang salah, merasa dirinya baik orang lain dianggap jelek padahal dirinya yang jelek. Orang yang selevel anda mestinya memberi contoh kepada orang lain untuk bertutur kata dan bersikap yang baik dan lemah lembut, bukan malah bilang “ustadz ngelamun”, “rekayasa ulama”, “ulama nyeleneh”, “tuduhan fitnah”, dan lain-lain. Coba anda renungkan, Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam Hamnbali, Imam Nawawi, Ibnu Hajar Al-Asqalani, Ibnu Hajar Al-Haitamy, Dr. Ali Jum’at (Mufti Al-Azhar Cairo Mesir), Syeikh Mutawali Sya’rawi (Guru Besar Al-Azhar Cairo Mesir), bahkan Ibnu Taimiyah, Abdullah Bin Bazz, Syeikh Usaimin, Syeik Salih Fauzan, tidak ada satupun di antara mereka yang mengatakan bahwa dalil tentang Umar Ibn Khatthab shalat tarawih 20 rakaat bersama para shabat yang lain itu dituduh sebagai fitnah. Bahkan di Masjid Haram (Mekah) dan Masjid Nabawi (Madinah) sejak dulu sampai sekarang pelaksanaan shalat tarawih adalah 20 rakaat. Saya tidak ingin membandingkan tentang keluasan dan kedalaman ilmu para ulama tersebut di atas dengan ilmu anda, karena tampak jelas bainas-sama’ was-sumur. Cuma ingin mengingatkan bahwa ulama-ulama tersebut di atas “bukan ulama nyeleneh”, “bukan tukang rekayasa”, dan “bukan tukang fitnah”. Orang yang mengatakan bodoh terhadap orang yang tidak bodoh maka dialah yang bodoh, orang yang mengatakan salah terhadap orang yang tidak salah maka dialah yang salah, orang yang mengatakan jelek terhadap orang yang tidak jelek maka dialah yang jelek, orang yang mengatakan najis terhadap orang yang tidak najis maka dialah yang najis, orang yang mengatakan ngelamun terhadap orang yang tidak ngelamun maka dialah yang ngelamun, orang yang mengatakan “rekayasa” terhadap orang yang tidak merekayasa maka dialah yang tukang rekayasa, orang yang mengatakan nyeleneh terhadap orang yang tidak nyeleneh maka dialah yang nyeleneh, orang yang mengatakan fitnah terhadap orang yang tidak menfitnah maka dialah yang tukang fitnah. Kenapa Iblis dikutuk oleh Allah SWT ?, karena melanggar perintah Allah SWT. Kenapa dia melanggar perintah Allah SWT ?, karena dia sombong. Kenapa dia sombang ?, karena dia merasa lebih baik dari pada Adam AS. Kenapa dia merasa lebih baik dari pada Adam AS ?, karena dia tidak mengerti (terhadap perintah Allah SWT) tapi sok mengerti, sehingga boleh jadi Iblis beranggapan bahwa perintah sujud kepada Adam AS tidak boleh dilaksanakan, karena sujud kepada Adam berarti menyekutukan Allah (perbuatan syirik), perbuatan syirik adalah dosa besar, perbuatan dosa besar harus ditinggalkan. Dengan demikian boleh jadi Iblis merasa dirinya suci (bersih dari perbuatan syirik) dan menganggap malaikat telah berbuat syirik (berdosa besar) karena mau sujud kepada Adam AS. Kenapa Malaikat mau sujud kepada Adam AS ?, karena Malaikat telah mengerti (berilmu) bahwa yang dimaksud sujud kepada Adam AS adalah menghormati Adam AS, bukan menyembah, mengabdi atau menghambakan diri kepada Adam AS, sementara Iblis tidak mengerti tapi sok mengerti. Akhirnya Malaikatlah yang diterima oleh Allah SWT, sementara Iblis justeru dikutuk oleh Allah SWT. Demikianlah semoga bermanfaat, kalau ada salah dan khilaf mohon maaf.

  2. Raja Jeumpa Says:

    Hadits yg mana yang menyatakan Nabi SAW bertarawih 11 rakaat? kalau memang benar tarawih 11 rakaat, kenapa sekarang ada yang bertarawih 8 rakaat, mana dalilnya?

  3. Raja Jeumpa Says:

    Seharusnya Bapak ARIFIN S. SIREGAR mempertahankan reputasi anda sebagai spesialis kulit dan kelamin, bukannya membicarakan hal yang bukan keahlian anda

    • mand41l1nc Says:

      Bah bukannya semua orang berhak belajar agama bro, iqro bro baca dan pelajari bukan diem manut sama ustadz atau ulama nyeleneh….

  4. wah sudah mulai berat bacaannya neh

    ———————————————————-
    hahahha…..ini bukan berat bang cuma mau share aja, toh bebas berpendapat kok di blopini hehehe….asal fakta and valid ahiahiaahi

    YM idup terus ga…mau tanya-tanya nih sama greak hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: