Info | Indonesia Babak Belur Tapi di Cuekin Sama ASEAN

Wawancara Deputi Menko Soal FTA
“Kita Sampaikan Indonesia Ada Masalah”

Jum’at, 15 Januari 2010, 15:42 WIB

VIVAnews – Pemerintah Indonesia tengah gencar menyusun strategi diplomasi dalam rangka melakukan negosiasi ulang 228 pos tarif dalam implementasi perjanjian perdagangan bebas (FTA) ASEAN-China.

Sehari sebelum implementasi, tepatnya 31 Desember 2009, pemerintah Indonesia mengklaim telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Sekretariat Jenderal ASEAN dan pemerintah China atas upaya renegosiasi tersebut.

Meski belum menyampaikan surat dan dokumen notifikasi resmi, baik Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu maupun Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami menyatakan telah melakukan lobi informal kepada dua pihak terkait.

VIVAnews – Pemerintah Indonesia tengah gencar menyusun strategi diplomasi dalam rangka melakukan negosiasi ulang 228 pos tarif dalam implementasi perjanjian perdagangan bebas (FTA) ASEAN-China.

Sehari sebelum implementasi, tepatnya 31 Desember 2009, pemerintah Indonesia mengklaim telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Sekretariat Jenderal ASEAN dan pemerintah China atas upaya renegosiasi tersebut.

Meski belum menyampaikan surat dan dokumen notifikasi resmi, baik Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu maupun Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami menyatakan telah melakukan lobi informal kepada dua pihak terkait.

Untuk mengklarifikasi pemberitaan, Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan Edy Putra Irawadi dihubungi melalui sambungan telepon. Berikut petikan wawancaranya:

Menurut Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan terkait renegosiasi FTA tapi dalam surat itu tidak secara spesifik menyebutkan pemerintah Indonesia akan melakukan upaya renegosiasi. Dalam surat itu hanya disebutkan kondisi yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi FTA?
Iya, itu kan namanya teknik negosiasi. Dalam melakukan negosiasi tidak mungkin langsung terbuka. Istilahnya kita datang pakai kimono, nanti satu-satu kita buka permasalahannya.

Tidak mungkin kita langsung datang dengan telanjang. Kan pasti kita bilang, oke, kami (Indonesia) ada masalah dalam negeri. Nanti kalau sudah difasilitasi sama Sekretariat Jenderal ASEAN baru kita langsung runding dengan China. Itu namanya teknik negosiasi, diplomasinya seperti itu.

Tapi di pemberitaan, Surin menyatakan bahwa perdagangan bebas akan jalan terus dan isu utk merenegosiasi tidak akan dibuka lagi. Sehingga ada kesan tidak ada peluang untuk melakukan renegosiasi?
Tidak akan seperti itu. Di dunia ini tidak ada yang absolut. Ada Artikel No 6 di FTA ASEAN-China yang menyatakan, setiap perjanjian internasional selalu ada escape klausul. Dalam ketentuan WTO juga ada, yakni Artikel No. 28 tentang modifikasi pos tarif. Menghadapai China, kita bisa menggunakan Artikel No.6. Kita juga pernah ada pengalaman dengan China, melakukan negosiasi untuk kakao dan stirin (turunan kelapa sawit), dan bisa.

Apakah di surat yang dikirimkan ke Sekjen ASEAN sudah dengan jelas menyatakan Indonesia meminta renegosiasi atau waktu untuk membahas renegosiasi?
Kita katakan pakai bahasa perdagangan. Kita sampaikan bahwa Indonesia ada masalah, mau diskusikan masalah yang ada dalam negeri. Supaya, negara lain tidak mengambil kesempatan atau menunggangi. Kalau istilah asingnya, free riders.

Jadi sementara, kita melakukan dengan diam-diam dulu, nanti ketika dengan China baru berunding dan buka-bukaan. Jadi sebenarnya surat yang kita kirimkan itu wajar dalam setiap negosiasi.

Sudah ada jaminan belum dari Sekjen ASEAN, terkait waktu untuk renegosiasi dengan China?
Ada. Secara internal akan ada waktu. Jadi kita menunggu waktu dari mereka (China). Jadi saya tekankan lagi, berdasarkan rapat koordinasi menteri-menteri ekonomi, sudah diambil keputusan untuk melakukan renegosiasi. Tapi teknik negosiasinya, istilahnya itu, kita pakai kimono dulu, yang berlapis-lapis, jangan langsung pakai (kaos) singlet, nanti kelihatan tengkorak badan kita.

Berarti Sekjen ASEAN sudah konfirmasi bahwa akan memfasilitasi renegosiasi?
Waktu mereka (Sekjen ASEAN dan pihak China) ada pertemuan di Nanjing beberapa waktu lalu, ada pertemuan informal dengan pemerintah Indonesia yang diwakili Gusmardi (Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kemendag Gusmardi Bustami). Gusmardi sudah katakan hal itu (renegosiasi). Mereka bilang, oke, nanti dicarikan waktu. Nanti, kita akan line by line (berunding) sama China, berdua.

Runding dengan China target bertemunya kapan?
Kita nunggu waktu dari mereka (pihak China). Saya tidak bisa pastikan kapan, karena China juga sedang banyak urusan perundingan dengan mitra dagang lain. Tapi mereka janjikan akan memberi waktu.

Sumber : Klik Disini

————————————————————————————————-

Apakah yang akan terjadi dengan kondisi seperti ini, krisi jilid II?? dan berdampak sistemik kah hehehehe….??

One Response to “Info | Indonesia Babak Belur Tapi di Cuekin Sama ASEAN”

  1. […] Info | Indonesia Babak Belur Tapi di Cuekin Sama ASEAN « Blog … […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: