Info | Menkeu: Rupiah Paling Perkasa di Asia, Faktakah??

Blopini memberikan sedikit sumbangsih pemikiran sedikit, silahkan pembaca blopini menilai sendiri terima kasih!

Berikut petikannya :

VIVAnews- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penguatan rupiah selama 2009 mencapai 15,07 persen atau rata-rata menjadi Rp 10.408 per dolar AS. Penguatan ini menunjukkan kurs rupiah paling perkasa karena menguat tertinggi di Asia.

Rupiah yang sempat menyentuh Rp 13.000 kini sudah menguat tajam menjadi Rp 9.300 per dolar AS. “Ini adalah penguatan tertinggi kalau dibandingkan seluruh kawasan Asia, sementara Cina mengalami depresiasi sebagai persiapan Free Trade Agreement),” kata dia dalam Evaluasi Kinerja Ekonomi Indonesia 2009 dan Prospek 2010 di Gedung Menko Perekonomian Jakarta Senin 4 januari 2010.

Sementara untuk pencapaian indikator ekonomi lainnya seperti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 4,3-4,4 persen pada 2009. Hal ini dikarenakan pada kuartal keempat kontraksi ekspor tidak separah sebelumnya. Sri Mulyani memperkirakan kontraksi ekspor bahkan bisa mencapai single digit atau di kisaran 5 persen.

Untuk cadangan devisa sebesar US$ 65,84 miliar atau tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini disebabkan kepemilikan SUN oleh asing yang meningkat dan mencapai US$ 65,84 miliar atau tertinggi sepanjang sejarah. Sementara inflasi bisa mencapai 2,76 persen year on year pada 2009.

“Inflasi 3 persen ini terendah dalam 10 tahun terakhir ini,” katanya. BPS baru saja mengumumkan laju inflasi sepanjang 2009 sebesar 2,78 persen, tak jauh berbeda dengan prediksi Menkeu.

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan naik 85,8 persen pada 2009 dengan pembelian asing Rp13,8 triliun. Sementara pembelian SUN oleh asing sebesar Rp 19,65 triliun. Rata-rata suku bunga SBI-3 bulan dikisaran 7,6 persen.

Realisasi harga minyak sebesar US$ 61,6 per barel dari perkiraan US$ 60 per barel. Target yang meleset adalam produksi minyak hanya tercapai 952 ribu per barel dari target 960 ribu per barel.

“Ini adalah periode dimana 3 bulan terakhir lifting hanya 945 ribu barel per hari tentu menghawatirkan kalau 2010,” katanya.

———————————————————————————————————————————————————————————

VIVAnews – Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2009 diperkirakan mencapai 4,3-4,4 persen.

Pencapaian itu didukung realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan III-2009 yang telah tumbuh 4,2 persen, serta prediksi pencapaian pertumbuhan yang lebih tinggi pada triwulan IV sekitar 5,2 persen.

Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Harry Z Soeratin dalam siaran pers Departemen Keuangan di Jakarta, Jumat 1 Januari 2010 mengatakan, tingkat inflasi 2009 akan mencapai sekitar 3 persen, jauh lebih rendah dari yang direncanakan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2009.

Rendahnya tingkat inflasi itu merupakan pencapaian terbaik dalam 10 tahun terakhir.

Seiring dengan rendahnya tingkat inflasi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiga bulan diupayakan Bank Indonesia terus menurun, sehingga realisasinya mencapai rata-rata 7,6 persen.

Selama 2009, nilai tukar rupiah mengalami kecenderungan yang menguat, sehingga pada akhir tahun mencapai Rp 9.403 per dolar AS, atau mencapai rata-rata Rp 10.408 per dolar AS sepanjang 2009.

Penguatan rupiah itu didukung oleh tingginya cadangan devisa yang mencapai US$ 65,84 miliar per November 2009.

Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia sesuai dengan yang diperkirakan, yakni mencapai rata-rata US$ 61,5 per barel. Lifting minyak mentah Indonesia mencapai rata-rata 952 ribu barel per hari (bph), yang berarti masih di bawah target di APBN-P 2009 sebesar 960 ribu bph.

Nah mari kita cek petikan info berikut :

Tingkat kemakmuran Indonesia berdasarkan Legatum Institue, Lembaga independen yng mengukur tingkat kemakmuran suatu negara.

Tahun 2007
Singapore urutan 12
Philipina Urutan 36
Indonesia 40
Malaysia, Thailand nggak ada. Mungkin belum dihitung.

Tahun 2008
Singapore urutan 4
Malaysia 29
Thailand 35
Philipina 52
Indonesia 71

Tahun 2009
Singapore urutan 23
Malaysia 39
Thailand 44
Philipina 55
Indonesia 61

Pertanyaan kenapa kalo dibanding negara2 di asean kita yang paling terpuruk tingkat kemakmurannya. Jangan terjebak jargon-jargon nilai ekspor meningkat tahun sekian, nilai pendapatan non migas sekian, nilai inflasi…karena kalo dibanding negara lain, mereka juga meningkat. Masalahnya seberapa besar peningkatannya dibanding negara lain. Ada yang bilang karena penduduk kita lebih banyak makanya pantas kita yg paling bawah. Justru karena penduduk kita yg paling banyak harusnya kita yg paling atas, dan jgn lupa sumber daya alam kita juga sangat banyak. sejarah kita sangat hebat di masa lampau. dulu bangsa kita disegani di dunia apalagi di asean.
Jadi tolong pemerintah jangan menina bobokan kami dengan tipuan2 yg penuh muslihat itu. mari kita lihat faktanya.

Sumber : http://www.prosperity.com/default.aspx

————————————————————————————————————————————————————————————————

Silahkan pembaca blopini menilai, fakta atau benarkah analisa menkeu diatas ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: