Info | PSMS Medan dan Suporter

PSMS

Sudah lama blopini ingin menurunkan tulisan tentang TIM “PSMS” Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, inilah team dengan sejarah sepakbola di Indonesia yang sangat panjang.

PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa “daun” dan “bunga tembakau Deli”.

PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk “Ayam Kinantan” ini.

PSMS juga sering menjadi lumbung pemain nasional karena mampu mencetak pemain-pemain yang berkualitas untuk membela TIMNAS Indonesia sehingga membuat banyak yang menyukai dan mencintai PSMS Medan yang disebut suporter. Suporter ini tak jarang menunjukkan kefanatikannya dengan berbagai cara yang kadang orang bertanya-tanya demi menunjukkan kecintaannya kepada PSMS seperti membentuk “kelompok suporter”. Namun ada yang berbeda dengan suporter-suporter tim/kesebelasan dari daerah lain suporter PSMS cenderung menuju perpecahan karena bukan hanya 1 kelompok suporter yang ada contohnya KAMPAK, SmeCK Hooligan, Medan United, malah suporter yang tidak tergabung dengan kelompok manapun atau mungkin ada yang lain yang tidak diketahui Blopini. Mungkin ini bisa menjadi hal positif jika memang semua kelompok ini mngedepankan kebersamaan dalam mendukung PSMS untuk mencapai prestasi yang tinggi, namun bisa juga negatif yaitu terjadinya gesekan antar suporter pendukung PSMS dan itu bisa apa saja misalnya bentrok fisik dan tentu saja justru akan merugikan tim yang mereka cintai ini. Setelah beberapa kali nonton PSMS maen di kandang “stadion teladan” blopini memperhatikan begitu tidak kompaknya kelompok-kelompok suporter ini dalam mendukung PSMS sehingga sering dalam yel-yel malah tidak kompak “yang 1 nyanyi kemana yang lain kemana”, sesuai dengan prinsip sebuah lidi akan terlihat rapuh dan tidak kuat alias tidak bagus dibandingkan dengan bersatunya lidi-lidi tersebut tentu akan berbeda hasilnya.

Blopini menurunkan tulisan ini sebagai renungan bersama untuk semua pecinta “Ayam Kinantan” atau sekarang banyak bilang “The Killer” bahwa persatuan akan lebih nikmat dan bagus hasilnya, tidak harus sama kelompoknya, tidak harus sama ketuanya, tidak harus sama cara mendukungnya namun klo sudah dilapangan dan PSMS sedang bertanding maka harus sama yaitu dalam cara mendukungnya….mengenai teknisnya dikembalikan ke kelompok-kelompok tadi, misalnya dirjen yang memandu suporter untuk bernyanyi atau melakukan gerakan-gerakan dinamis di lapangan bisa secara bergantian dari kelompok masing-masing tentu akan lebih baik kembali lagi sesuai dengan prinsip “lidi” tadi.

PSMS adalah tim yang besar, PSMS adalah dicintai kita semua, PSMS adalah tim bersama bukan 1 kelompok maupun tanpa kelompok namun PSMS punya suporter yang solid…..Blopini berharap.

Cayo PSMS rap-rap ….. Ribak sudena….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: