Info | Ray Rangkuti: Pak Presiden, Hentikanlah Cara Mengiba-iba

JAKARTA, KOMPAS.com – Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat perayaan Natal, Minggu (27/12/2009) malam dikhawatirkan bakal berimplikasi pada psikologis publik.

Menurut Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, setidaknya Presiden telah lima kali mengeluarkan pernyataan serupa. Dia menilai, pernyataan Presiden tidak transparan dan mengambang karena tidak menunjuk secara jelas subyek yang dimaksud.

“Menurut saya, sebenarnya yang dituduh Presiden itu adalah rakyat Indonesia suka memfitnah, karena tidak jelas siapa yang disebutnya. Yang tidak suka memfintah itu bapak Presiden sendiri,” tuturnya, seusai jumpa pers di kantor Reform Institute, Jakarta, Senin (28/12/2009).

Saat berpidato dalam perayaan Natal di Senayan, tadi malam, Presiden merisaukan merebaknya perilaku fitnah dan penyebaran berita bohong yang semakin muncul akhir-akhir ini.

Ray merinci, Presiden telah lima kali mengeluarkan pernyataan serupa. Pertama, saat pemilihan presiden (pilpres) lalu, Presiden menyebut bahwa Komisi Pemilihan Umum akan diduduki.

Kedua, saat kejadian teror bom di Hotel JW Marriot, Presiden menyebut bahwa dirinya akan dijadikan sasaran teror.

Ketiga, Presiden pernah mengimbau untuk mewaspadai adanya unjuk rasa yang ditunggangi motif politis pada peringatan Hari Antikorupsi Dunia, tanggal 9 Desember 2009.

Keempat, soal pertemuan tokoh-tokoh di Dharmawangsa yang membahas rencana aksi besar-besaran yang akan digelar tanggal 9 Desember, dan kemudian terakhir adalah saat malam Natal.

“Jangan begitulah, Pak Presiden. Hentikanlah cara mengiba-iba seperti itu. Saya pikir dengan lima kali dan tidak satupun yang terbukti, sudah cukup bagi masyarakat menyatakan stop,” tandasnya.

Sumber : Linknya

—————————————————————————————————————————————————————————————————-

Dilihat dari kehidupan Indonesia yang jika ingin terkenal, ingin menang, ingin juara, maka “jual”-lah kesedihan, penindasan terhadap diri, ketidakmampuan, terdzolimi maka rakyat Indonesia yang memang hatinya baik-baik akan merasa iba dan memeberikan apa saja kepada Anda. Contoh Indonesia Idol, AFI, Idola Cilik, dll. dengan suara pas-pasan namun bisa menjadi pemenang cukup dengan menjual kesedihan dan memanfaatkan sifat rakyat Indonesia yang memang pengiba pada dasarnya.

Semoga Rakyat Indonesia dapat menentukan sesuatu dengan lebih objektif, jika dalam sebuah kompetisi maka kedepankan sebuah suasana kompetisi artinya biarkan sisi objektif yang memilih bukan sisi subjektif dan rasa iba…kecuali kepada orang yang betul-betul tidak mampu seperti anak yatim piatu.

Namun ada catatan penting bahwa Indonesia memang memiliki rakyat yang berjiwa sosial dan baik-baik tidak seperti pemberitaan media luar yang mengatakan kita barbar, namun mudah-mudahan ini tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab…………….Semoga !!!

One Response to “Info | Ray Rangkuti: Pak Presiden, Hentikanlah Cara Mengiba-iba”

  1. Setuju bang dengan opininya. Bangs ini harus lebih dewasa dan berpikir kritis supaya gak jadi bangsa gombal.

    —————–>
    Blopini

    Thanx sudah berkunjung. Nice komen!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: