Opini | Langkah dan Harapan Indonesia 5 Tahun ke depan

Seperti kita ketahui Republik ini baru saja menyelenggarakan Pesta Rakyat dengan berbagai permasalahan di dalamnya mulai dari persoalan DPT sampai dengan persoalan banyaknya kecurangan-kecurangan yang ditemukan, Namun Indonesia harus tetap dan harus terus melangkah sebagai Bangsa yang berdaulat, sebagai Bangsa yang besar, sebagai Bangsa yang memiliki sumber daya, sebagai Bangsa yang bermartabat, sekaligus sebagai Bangsa yang memiliki harapan.
Idealnya 5 tahun ke depan Indonesia harus lebih baik dari sekarang, harus mampu memecahkan permasalahan kebangsaan dan kenegaraan yang kompleks mulai dari persoalan ekonomi sampai persoalan keamanan agar Bangsa ini tidak berjalan mundur di tengah kepungan dan kemajuan Bangsa lainnya. Inilah harapan yang tentunya akan diembankan pada pemerintah yang akan terbentuk dari hasil pemilu yang telah berlalu. Permasalahan yang dihadapi bangsa ini mungkin dapat di kerucutkan dalam 2 permasalahan pokok yaitu masalah kebodohan dan kemiskinan. Sejak Kemerdekaan Bangsa Indonesia diproklamirkan oleh “The Founding Father” Soekarno-Hatta, 2(dua) permasalahan ini selalu menjadi batu ganjalan pembangunan bangsa ini. Sebagian besar Rakyat Indonesia tergolong ke dalam kelompok bangsa yang “BODOH” dalam artian luas.Kebodohan inilah yang membuat tidak adanya kemampuan untuk menstimulus gerak ekonomi Bangsa ini menjadi lebih baik, jangankan untuk berpikir Bangsa ini mampu bicara di “pergaulan internasional” baik dalam bidang ekonomi maupun bidang lainnya, untuk memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Bangsa ini mungkin masih jauh dari harapan, ini bisa dilihat begitu banyaknya perusahaan asing maupun investor asing yang “menguasai” Sumber Daya Indonesia. Seperti Kita ketahui Indonesia telah terbiasa untuk mengambil jalan pintas untuk memanfaatkan potensi besar tadi dengan mengundang perusahaan dan investor asing, ini tidak baik karena bisa merusak pola pikir Anak Bangsa kedepannya “kalo bisa dikelola orang lain kenapa kita harus repot mengelolanya” padahal Blopini pernah mendengar pendiri Bangsa ini pernah menyampaikan “Kalau tidak ada Anak Bangsa ini yang mampu mengelola, maka jangan keruk atau menyerahkan Sumber Daya Negara ini kepada Pihak Asing untuk di kelola” artinya Pendiri Bangsa ini memang ingin kekayaan yang terkandung di Nusantara ini bisa dikelola dan dimanfaatkan Rakyat Indonesia secara optimal. Upaya untuk mencoba menjadi Bangsa yang “BERDIKARI” dan percaya diri hampir tidak ada sehingga tangan Anak Bangsa ‘seakan’ tidak mampu mengolah semua potensi ekonomi yang ada sehingga perekonomian berjalan tidak optimal dan terjadilah pengangguran. Betapa sumber Daya alam terbengkalai atau dikelola bangsa lain, betapa SDM Indonesia dibiarkan bermalasan tanpa motivasi, betapa modal dibiarkan mengendap di luar negeri ataupun diam/idle tidak bermanfaat di dalam negeri, betapa tekhnologi digunakan untuk kebutuhan yang tidak produktif, lantas apa yang harus diharapkan dengan kondisi seperti ini kecuali dengan cara, gaya atau modus yang selama ini digunakan oleh Pengelola “PEMERINTAH” Bangsa ini yaitu menyerahkan dengan pasrah semua potensi besar ini kepada Pihak Asing. Akhirnya lahir Bangsa yang tidak dinamis, berpikir pendek selalu mencari jalan pintas dan instan, dan implikasinya muncullah Anak-Anak Bangsa yang konsumtif dan tidak mampu berbuat apa-apa “pasrah”.
Ada beberapa capaian yang harus di tempuh; yang utama dan menjadi prioritas adalah mengentaskan kebodohan dengan terus menggalakan atau meningkatkan pendidikan melalui progrram-program yang revolusioner dan mungkin tidak populer dikalangan birokrat misalnya program wajib belajar 9 tahun bisa di tingkatkan menjadi wajib belajar 12 tahun atau program yang lebih lagi ekstrim wajib belajar sampai ke jenjang perkuliahan sekaligus terus mengirim Putra-Putri terbaik Bangsa ke Negara lain untuk belajar dan nantinya bisa mengabdi ke Negara tercinta ini. Memang itu akan membutuhkan biaya dan banyak menguras ketahanan finansial Bangsa ini namun itulah resiko terkecil yang diambil dengan hasil yang sudah dipastikan besar yaitu tersedianya SDM yang mampu mengelola semua Sumber Daya Negara ini. Yang kedua adalah merubah pola pikir penguasa selama ini yaitu bekerja untuk menyelesaikan masalah dengan sesaat dan instan, yaitu merubah pola pikir jangka pendek menjadi jangka panjang sekaligus produktif. Biarkan Bangsa ini dalam keprihatinan dan hidup dengan masa sulit toh seperti kita ketahui sudah berapa jaman yang sudah dilalui bangsa ini dengan berbagai kesulitan namun bangsa ini mampu keluar dari kesulitan itu, artinya biarkanlah ini berlangsung pada jaman pelaku Bangsa saat ini sepanjang kehidupan anak cucu menjadi cemerlang dan baik di masa yang akan datang. Inilah pemikiran yang rasional dalam membangun bangsa ini dan semuanya tergantung dari niat “will” penguasa bangsa untuk merubah keadaan bangsa ini, Blopini percaya niat itu ada dan mari kita wujudkan. Dari dua upaya tadi pemerintah juga bisa sambil terus memperbaiki kebijakan-kebijakannya selama ini baik kebijakan fiskal, moneter, maupun kebijakan ekonomi luar negeri yang selama ini dipegang atau menjadi acuan kerja pemerintah.sudah kita ketahui, bagaimana kebijakan fiskal yang tidak mampu menggerakkan ekonomi nasional, bagaimana kita melihat kebijakan moneter yang hanya terpaku untuk kepentingan moneter saja, dan bagaimana kebijakan pemerintah tentang ekonomi luar negeri yang membuat Negara ini hanya sebagai pasar dari barang-barang impor serta membuat Negara ini menjadi lahan investor asing bukan investor lokal. Untuk kedepannya Pemerintah Indonesia harus juga terus memperbanyak pembangunan infrastruktur untuk mendorong kegiatan ekonomi nasional, yang dalam prosesnya mempergunakan seluruh potensi Bangsa seperti pembangunan Jembatan Suramadu dan Tol Cipularang. Dalam pembanguanan dua mega proyek ini Indonesia menggunakan semua komponen dan produk dari dalam negeri mulai dari pekerja, ahli, besi, dan semen. Dan hendaknya inilah yang akan menjadi pilihan pemerintahan mendatang karena pengaruhnya sangat besar baik motivasi, percaya diri bahwa Bangsa Indonesia mampu dan bisa. Adapun di pemerintahan mendatang ada baiknya di kaji kembali tentang pemekaran daerah yang sudah banyak kita ketahui banyak daerah pemekaran justru bukan menjadi lebih baik tapi malah menambah beban pada APBN, APBD Prov. karena kurang baiknya pengetahuan tentang otonomi dan kegunaan pemekaran, kebanyakan pemekaran karena latah dan sedikit banyak juga karena orderan calon-calon raja kecil yang tidak memperoleh jatah jabatan pada tingkat yang lebih tinggi.
Memikirkan masa depan bangsa bukan hanya tugas dari Penguasa “PEMERINTAH” tapi seluruh elemen Bangsa. Perlu strategi yang jitu agar kita mampu bersaing pada persaingan antar bangsa yang semakin ketat, kebutuhan (demand) Bangsa yang semakin banyak dan bervariasi, tantangannya yang semakin berat serta sumber daya yang semakin terdegradasi atau habis.
Blopini tetap mengingatkan
NKRI Harga Mati
Bangsa Indonesia adalah Bangsa Besar, Bangsa Kuat, Bangsa Mampu, Bangsa Bermartabat, Bangsa yang memiliki segalanya untuk menjadi
Indonesia Merdeka – Indonesia Jaya – Indonesia Raya

Blopini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: