Opini | Indonesia produksi Film Perang ??

Yadi Sugandi Menyutradarai Film Trilogi Perang

Dalam sebuah wawancara untuk film Kalau Cinta Jangan Cengeng, aktor T Rifnu Wikana mengaku sedang ada di Semarang. Saat itu katanya sedang syuting sebuah film perjuangan. Wah pengakuan Rifnu itu bikin penasaran juga.

Akhirnya diketahui film ini bertajuk Merah Putih, sebuah trilogi kemerdekaan. Menurut rilis yang dikirim oleh publisisnya, film ini disebut sebagai saga tentang perjuangan, persatuan dan kemenangan. Bertindak sebagai sutradaranya adalah Yadi Sugandi, yang lebih dikenal sebagai penata gambar terbaik di tanah air.

“Sebuah kehormatan besar bagi saya untuk mengenali kepahlawanan generasi sebelum kita dan pengorbanan yang mereka buat enam puluh tahun lalu agar negara kita bisa merdeka seperti sekarang,” demikian komentar kamerawan yang merekam gambar untuk film terlaris nasional Laskar Pelangi ini.

Menurut Yadi, kisah film ini merentang di seluruh kepulauan Indonesia. Sebuah saga tentang perjuangan pribadi, pertumpahan darah, cinta, benci, dan perang sipil yang terkait dengan isu-isu sensitif soal moral pada masa pertumpahan darah.

”Ini adalah kisah tentang konflik dan persatuan, agama dan moralitas, keberanian sejati dan tantangan sikap moral diantara kejahatan,” ucap Yadi.

Selain itu, tambahnya, film ini memiliki faktor-faktor drama, aksi, roman, komedi, dan tragedi – yang di atas segalanya. ”Merah Putih adalah kisah tentang persatuan yang telah berhasil membuat kita memenangkan kemerdekaan, dan tantangan terbesar kita adalah melakukan yang terbaik untuk dapat menampilkan peristiwa sejarah yang besar itu selayaknya,” tambahnya lagi.

Sebagai sebuah film perang, film ini diperkuat oleh jajaran bintang papan atas. Sebut saja macam Lukman Sardi, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, T Rifnu Wikana, dan seorang wajah baru aktris yang belajar seni peran di London dan Hollywood, Rahayu Saraswati D.

Produser eksekutif film, direktur PT Media Desa Indonesia Hashim Djojohadikusumo dan Rob Allyn & Jeremy Stewart dari Margate House. Saat ini, filmnya sedang dalam tahap pengambilan gambar di Semarang dan Bandungan (1,5 jam dari Semarang). Lokasi lainnya ada pula di Yogyakarta, Jakarta dan Bali, mulai Januari hingga akhir April 2009. Film pertama dari tiga film Trilogi Kemerdekaan, akan siap dirilis pada hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2009.

Semoga cepat di rilis dan nggak mengecewakan soalnya dah di support oleh banyak ahli kayak ahli efek hollywood untuk film “saving private ryan dan black hawk down” apalagi di support dana oleh adiknya prabowo gosipnya, sudah lama film bertema perjuangan dengan background tahun 45’an ga ada yang buat….semoga saja selesai dan memberikan kejutan buat pecinta film Indonesia khususnya film perang.

Maju perfilman Indonesia, Jaya selalu Indonesia.

Info tambahan :Klik Disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: