Info | Garis merah kejadian Separatis NKRI

Garis merah kejadian Separatis NKRI

Menurut Naomi, di masa tuanya, Soeharto yang pro-Barat itu bosan diperah korporasi asing, sehingga ia “berkhianat” dengan membagikan aset nasional kepada kroninya yang berakibat korporasi asing itu berang, lalu merancang pembalasan dengan membesarkan skala krisis moneter Asia.

Ketika Indonesia dan Asia akhirnya lunglai karena krisis moneter, IMF datang menawarkan obat dengan syarat liberalisasi pasar, sebuah formula klasik ala Friedman. Semua Asia menerima resep itu, hanya Malaysia yang menampik formula rente itu.

Hanya dalam 20 bulan, perusahaan-perusahaan multinasional asing berhasil menguasai perekonomian Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Filipina dan juga Malaysia lewat 186 merger dan akuisisi perusahaan-perusahaan besar di negara-negara ini.

“Ini adalah pengalihan aset dari domestik ke asing terbesar dalam limapuluh tahun terakhir,” kata ekonom Robert Wade.

Tak puas di situ, para kapitalis merancang serangan ke Irak setelah Presiden Saddam Hussein memberi keleluasaan pada Rusia menambang minyak di Irak.

Perusahaan-perusahaan minyak seperti Shell, Halliburton, BP dan ExxonMobil lalu mengipasi pemerintah AS dan Inggris untuk mencaplok Irak.

Namun, saat Irak sulit digenggam karena masalah terlalu kompleks, negeri itu disulap menjadi lahan bisnis keamanan sehingga para pedagang senjata, konsultan keamanan perusahaan di wilayah krisis, tentara bayaran dan para spesialis teknologi keamanan mendadak bergelimang uang.

Kemudian, saat kaum kapitalis itu membutuhkan relaksasi setelah penat berburu laba, maka sejumlah lokasi dibidik menjadi situs wisata eksotis, diantaranya Srilangka.

Namun, para nelayan miskin yang mendiami pantai-pantai indah Srilangka tak mau hengkang sampai tsunami menghantam Asia bagian Selatan pada 2004.

Bertopengkan bantuan rekonstruksi pascabencana dan bergerak dalam kerudung USAID, para kapitalis menyandera pemerintah Srilangka, agar “menukarkan” pantai indah Srilangka dengan bantuan tsunami. Situasi serupa berlaku di Thailand dan New Orleans pasca-badai Katrina.

Intinya, kaum kapitalis telah membisniskan perang, teror, anarki, situasi krisis dan bencana alam. Naomi Klein menyebutnya, “kapitalisme bencana”.

Presiden Jangan Tanggapi Surat Anggota Kongres ASJakarta (ANTARA News) – Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Abdillah Toha (Fraksi Partai Amanat Nasional), meminta Presiden RI tak menanggapi surat 40 Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) yang meminta pembebasan segera dan tanpa syarat dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Alasannya pertama, anggota Kongres (AS) biasa menyurati ke mana-mana, lebih untuk kepentingan konstituennya,” ujarnya menanggapi surat dari 40 anggota Kongres Amerika Serikat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Surat itu isinya antara lain meminta pembebasan segera dan tanpa syarat atas dua separatis OPM, Filep Karma dan Yusak Pakage yang dialamatkan kepada Presiden Yudhoyono dengan penulisan alamat “Dr H Susilo Bambang Yudhoyono, President of the Republic of Indonesia, Istana Merdeka, Jakarta 10110, Indonesia”.

Abdillah Toha mengatakan, jika Presiden RI menanggapi surat itu maka sampaikan saja keadaan hukum dan peradilan di Indonesia sekarang. “Yaitu, bahwa Presiden RI tidak dapat mencampuri proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Alasan lainnya, kata Abdillah Toha, bagi Indonesia, NKRI sudah final.

“Yaitu, bahwa bagi Indonesia, NKRI sudah final dan tidak dapat dinegosiasikan. Sedangkan mereka yang melakukan pelanggaran separatisme harus ditindak dan diproses secara hukum,” katanya.

Selanjutnya, kata Abdillah Toha, Kongres AS seyogianya mengurusi terlebih dahulu pelanggaran-pelanggaran HAM di negeri sendiri seperti kasus di (penjara) Guantanamo, masalah Irak, dan Afghanistan.

“Urus dulu hal-hal itu sebelum campur urusan dalam negeri orang lain,” tegas Abdillah Toha yang juga Anggota Komisi I DPR RI.

Sementara itu, rekannya sesama Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hajriyanto Yasseir Thohari, menyatakan surat 40 anggota Kongres AS kepada Presiden RI menunjukkan kebodohan mereka terhadap kondisi NKRI.

“Sekali lagi saya katakan, dengan surat ini, jelas mereka menunjukkan kebodohan mereka terhadap Negara RI sebagai negara demokrasi dan hukum. Sebagai negara demokrasi, RI tidak kurang demokratisnya dengan AS. Dan sebagai negara hukum, RI juga tidak kalah dengan AS, karena kami sangat menjunjung tinggi supremasi hukum,” tandasnya.

Ia menambahkan, ke-40 anggota Kongres AS itu harus tahu sistem peradilan di RI, khususnya mengenai pidana politik.

“Sekarang kan keadaan peradilan kita sangat merdeka dan tidak bisa diintervensi oleh siapa pun,” tegasnya lagi.

Mengenai kasus Filep Karma dan Yusak Pakage, tambahnya, itu sudah divonis oleh Pengadilan yang merdeka itu.

Filep Karma dan Yusak Pakage pada Mei 2005 dijatuhi hukuman 15 dan 10 tahun penjara dalam kasus makar pengibaran bendera Bintang Kejora di Lapangan Trikora, Abepura, pada 1 Desember 2004.(*)
ht

inilah contoh beberapa kejadian yang terjadi di bangsa ini (Indonesia), begitu banyak negara luar yang punya kepentingan terhadap negara Indonesia……NKRI terus diobok-obok oleh tangan-tangan asing yang tidak ingin Indonesia menjadi negara besar dan nantinya menjadi batu sandungan bagi kebijakan politik negara asing tersebut……karena Indonesia terkenal sebagai negara yang netral (Non Blok) dan selalu membela negara yang tertindas oleh negara yang lebih besar.

Apakah anak bangsa masih diam membisu dengan kejadian-kejadian ini atau masih tetap menjadi antek negara-negara pemecah NKRI dengan membentuk LSM-LSM yang berguna sebagai penghasut dan provokator disintegrasi ??? (hanya karena uang ???)

Merdeka

Indonesia KU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: