Pendidikan | Habibie kecil lahir kembali……!!!

Ujian nasional (UN) sering kali menjadi momok bagi sebagian pelajar. Sabtu (21/6), sekolah mengumumkan hasil UN SMP. Ada yang tak lulus, banyak juga yang berhasil meraih nilai 10,00 untuk beberapa mata pelajaran, khususnya matematika. Siapa dan bagaimana pengalaman peraih nilai sempurna itu, berikut ini penuturan mereka kepada Warta Kota.

Ratu Meidina, siswa SMPN 115 di Tebet, Jakarta Selatan, sama sekali tak menyangka dirinya akan berhasil menjadi siswa dengan nilai total ujian nasional (UN) SMP tertinggi se-Indonesia.

Anak pertama-dari tiga bersaudara-pasangan Suheldi dan Erna Risvayani ini mengaku terkejut saat mengetahui dirinya merupakan siswa SMP dengan nilai UN tertinggi. “Kaget campur senang,” ujarnya, Sabtu (21/6).

Nilai total UN yang dicapainya adalah 38.95 dari 4 mata pelajaran yang diujikan dalam UN, yakni bahasa Indonesia 9.40, bahasa Inggris 9.80, matematika 10.00, dan llmu Pengetahuan Alam (IPA) 9.75. “Saya benar-benar tidak menyangka, bisa mendapat nilai UN yang tertinggi,” ujar siswa kelahiran Medan, 26 Mei 1993 ini.

Menurut Ratu, sejak duduk di kelas VII dan VIII SMPN 115, prestasinya tidak terlalu istimewa. Dia bahkan mengaku sama sekali tidak pernah mendapat juara kelas. Namun, karena merasa tidak pintar itulah, sejak naik ke kelas IX, dia mengikuti les privat pada malam hari untuk empat mata pelajaran yang diujikan dalam UN.

Setiap hari, Ratu pun semakin giat belajar untuk menghadapi UN. Bahkan, ketika hari UN tiba, Ratu mengaku sebenarnya dia cukup mendapatkan kesulitan ketika mengerjakan soal UN, kecuali Matematika.

“Soal-soal mata pelajaran bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan IPA sebenarnya jadi kesulitan tersendiri buat saya. Tapi, kalau matematika justru mudah karena itu mata pelajaran favorit saya,” ujarnya.

Ketekunan dan kegigihannya dalam belajar akhinya tidak sia-sia. Ratu akhirnya memperoleh nilai total UN paling tinggi dari seluruh siswa SMP di Indonesia.

Sejak SD Ratu menyukai pelajaran matematika. Matematika dianggap lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan mata pelajaran lain seperti fisika, biologi, atau bahasa. “Nggak tahu kenapa saya suka matematika. Sepertinya belajar matematika itu enak aja, dan cepat ngerti,” ujar perempuan yang hobi berenang ini.

Karena kesukaannya terhadap matematika, wajar bila Ratu akhirnya memperoleh nilai sempurna, yakni 10.00. Ratu mengaku akan melanjutkan ke SMA Labschool.

Walaupun menyukai matematika, Ratu mengaku bercita-cita menjadi seorang desainer interior. Menurutnya, keselarasan ruang, berhubungan erat dengan matematika. “Sebenarnya ada hubungannnya juga antara matematika dengan desain interior. Dengan matematika kita bisa mengukur dan melihat keserasian ruang yang akan didesain,” katanya.

Di SMPN 115, Ratu dikenal sebagai anak yang sederhana, pendiam, dan rendah hati. Hal itu diungkapkan Kepala SMPN 115, Adi Dasmin. Menurutnya, Ratu memang bukan anak yang terlalu menonjol di sekolah. Dia lebih cenderung pendiam, sederhana, dan dikenal ramah.”Saya juga kaget bercampur bangga, saat tahu Ratu jadi yang terbaik se Indonesia,” katanya.

Semenjak bersekolah di SMPN 115, Ratu aktif pada kegiatan ekstrakurikuler pasukan pengibar bendera (paskibra).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: