Opini | BloPINI Kecewa

maulanusantara.wordpress.com sebuah blog sahabat yang beberapa hari ini menjadi sorotan BloPINI memberikan kekecewaan kepada pihak BloPINI, mengaku “Maka, membangun sebuah lembaga yang bisa memberi inspirasi dan memperkuat nilai-nilai universal dan plural adalah tindakan yang pertama mesti dilakukan. Dengan sistem kurikulum advokasi yang dialogis, reflektif dan mencerahkan dan jaringan kerja dengan sesama pencinta perdamaian diharapkan muncul kesadaran gerak pada masyarakat mulai dari pencerahan kosmik, kesetaraan, kemajemukan, dan kesejahteraan. Untuk hal inilah MAULA dilahirkan.” tapi dalam kenyataanya tidak.

BloPINI memberikan beberapa komentar (yang untungnya ada 1 yang tersimpan di database tulisan Blog ini) untuk beberapa tulisan Maula dan menunggu moderasi tapi ternyata setelah di cek pagi ini tgl 09/06/08 ternyata komentar BloPINI hilang dari blog saudara saya ini. Berikut petikan komentar BloPINI di Maula tentang sejarah kekerasan FPI

Salam hangat dari BloPINI,

Ijinkan BloPINI untuk memberikan asumsi pemikirannya tentang FPI ini jika tidak bisa disebutkan sebagai pendapat (karena ketakutan BloPINI terhadap kemampuan orang-orang di balik maula mengolah kata).

“BloPINI menganggap Maula memberi ruang”

Kita buka dulu sejarah Maula ya…karena BloPINI selalu meluangkan tulisan dan asumsi [kembali lagi asumsi jika tidak bisa dikatakan pendapat : mohon dicerna🙂 ] setelah membaca secara keselurahan isi agar tidak terjadi bias dan salah kaprah.

sedikit kutipannya “Pada akhir 2000 di Bandung, beberapa lulusan muda ITB, Unpad dan IKIP membincangkan potensi mengkhawatirkan apabila kondisi majemuk bangsa ini tidak dipertahankan. Mereka menyadari benar bahwa kaum fundamentalis mempunyai kerja-kerja organisasi dan ideologi yang lebih solid dan sistemik. Menghadapi mereka tidak bisa hanya dengan berdoa. Apalagi ketika doa itu pun dianggap milik mereka sebagai pemilik seluruh kebenaran di dunia ini.

Maka, membangun sebuah lembaga yang bisa memberi inspirasi dan memperkuat nilai-nilai universal dan plural adalah tindakan yang pertama mesti dilakukan. Dengan sistem kurikulum advokasi yang dialogis, reflektif dan mencerahkan dan jaringan kerja dengan sesama pencinta perdamaian diharapkan muncul kesadaran gerak pada masyarakat mulai dari pencerahan kosmik, kesetaraan, kemajemukan, dan kesejahteraan. Untuk hal inilah MAULA dilahirkan.”

Saya yakin (BloPINI : red) semua organisasi atau kelompok baik yang fundamentalis, nasionalis, kriminal, kongkow”, kumpul kebo, pendukung universal dan pluralisme atau apalah memiliki tujuan yang saya rasa pasti menguntungkan minimal untuk anggota/konstituen nya jika tidak bisa untuk semua manusia di dunia. Dan keyakinan itu dimiliki oleh Maula dan pembacanya, BloPINI dan pembacanya, FPI dengan pendukungnya dll. mmm….ok disini kita sudah sepaham belum? jika belum mohon dikoreksi karena saya sudah membaca sejarah dari maula.

Wah sejarah pendiriannya bagus banget, untuk merapatkan dan mengharmoniskan keyakinan, ideologi, pikiran, khayalan, dan tetek bengek lain di dunia tujuan mulia (semua itu dapat terwujud ketika aktivis, pengerak, pendukung, yang ngences tidak bias dalam prilaku, pendapat, pikiran maupun ngencesnya)

mari kita buka ke-bias-an dari berita maupun artikel Maula ini (tidak semua karena tidak ada waktu jika tidak bisa dikatakan malas untuk membaca semua artikel yang berat sebelah)

Catatan redaksi Maula:

Iklan layanan masyarakat ini tersebar di media cetak dan milis jauh sebelum tragedi 1 Juni 2008. Munarman mengatakan, “Aksi AKKBB adalah bentuk provokasi untuk menantang Islam!” Faktanya, dari beragam tokoh nasional yang turut menandatangani pernyataan damai ini, tidak ada sedikitpun usaha memprovokasi umat Islam. Justru FPI dan kelompok Islam garis keras lainnya telah menganiaya massa AKKBB.

lantas kenapa kalau memang itu terjadi 1 juni 2008 ataupun 1 juni 2007, jelas maksud dari aksi ini adalah mendiskriditkan satu kelompok, penuduhan maksud akhir satu kelompok untuk mengganti dasar negara pancasila (walaupun tidak disebutkan dasar negara penngantinya) apalagi disana jelas tertuju pada FPI kenapa? siapa lagi yang keras menentang ahmadiyah?, dan terang saja menimbulkan kemarahan kelompok tersebut, jika memang maula tidak bias dengan sejarah pendiriannya maula seharusnya menulis seperti ini [maaf mendikte:tidak sependapat silahkan!!! agar dapat disimpulkan dimana maula berdiri sebenarnya]

“Aksi ini tidak seharusnya hanya menentang kekerasan satu kelompok saja tapi melihat dari kenapa terjadi kekerasan tersebut, aksi ini terlihat mendukung satu kelompok saja ahmadiyah dari prakata awal iklannya mari kita hentikan aksi anarkis seperti FPI merusak cafe yang menjual minuman keras dan mari kita hentikan perusakan atas keyakinan satu agama oleh kelompok lain seperti ahmadiyah terhadap Islam”

dan faktanya!!!! maula bias.

“Republik Indonesia – sebuah negara dengan kondisi geografis yang sangat strategis, sejarah peradaban masa lampau yang menakjubkan, kearifan budaya yang begitu mendalam – haruslah dengan sadar menghindari berbagai praktik kekerasan terhadap sesama manusia. Apapun dalihnya.” Blopini sangat setuju.

Tapi apakah maula melihat kekerasan itu dari segi seperti bakar membakar, bacok membacok, sayat mensayat, KDRT, pukul memukul, tidak saudara BloPINI mengangap semua yang menyakitkan itulah kekerasan caci mencaci, membuat berita bohong, berpendapat tidak seimbang (bias), dll yang tidak berbenturan dengan fisik namun menyakitkan hati.

wah masih banyak sebenarnya tapi karena keterbatasan BloPINI menulis akibat pekerjaan maka mudah-mudahan ulasan saya yang sedikit dan dangkal ini dapat memberikan sedikit pencerahan bagi saya pribadi, pembaca maupun maula sendiri.
mungkin BloPINI akan memberikan ulasannya yang lebih lengkap jika waktu lebih panjang.

“Jangan menilai jika masih bisa dinilai, jangan mengukur jika masih diukur, berikan pendapat seadilnya tinggalkan posisi, keluarlah dari sistem lihat amati baru berpendapat jangan asal njeplak”

BloPINI “sudut kecil untuk mengartikan makna kebebasan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: