Agama Dan keFANATIKan

Agama – Ya Agama adalah sebuah kata yang maknanya sangat luas, Agama adalah sebuah jalan, pedoman hidup bagi manusia  yang diberikan tuhan kepada umatnya agar tidak tersesat dalam hidup di dunia dan selamat di akhirat nantinya. Namun Agama sekarang menjadi poros utama dari konflik atau sumber konflik yang seharusnya bisa dihindarkan jika memang berkaca dan berdiri dari sisi sudut agama, karena agama tidak menghendaki adanya konflik antar sesama manusia kecuali jiwa kebinatangan kita masih sangat kuat. Kebinatangan…..wow kata yang sangat mungkin membuat anda marah besar ketika disebut menjadi/mirip binatang. Banyak manusia sekarang yang prilakunya seperti binatang yang licik seperti rubah, yang malas seperti kerbau (harus dilecut baru kerja), yang buas seperti singa, yang korupsi seperti tikus, Ups…….kok jadi adegan menyamakan manusia dengan binatang……back to topic again…Kenapa konflik bisa terjadi antar agama, salah satunya karena kita tidak mampu memahami agama secara gamblang dan menyeluruh tapi ada yang membuat agama itu menjadi sumber konflik ya karena agam membutuhkan sifat ekslusivitas. Sifat ini sangat berpengaruh besar pada konflik-konflik external antar agama.

Ekslusivitas agama sangat penting untuk menjaga agama itu tetap eksis, tetap memiliki komunitas, tetap memiliki pengikut yang taat. Ekslusivitas agama contohnya mempercayai agamanyalah yang menjadi agama yang ditunjuk oleh tuhan untuk menjadi pedoman hidup, agamanyalah yang nantinya memasuki 2 dunia kekal surga dan neraka, agamanyalah yang mengerti dan bisa men-troubleshoot masalah kehidupan manusia, dll.

Sifat ekslusif ini yang bersinergi dengan kefanatikan seseorang terhadap sesuatu, kefanatikan ini jika dijaga agar tidak menjadi fanatik membabi-buta akan membuat harmonis hidup kenapa? karena dengan fanatiknya seseorang kepada agamanya maka orang tersebut tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan konflik antar agama, karena kefanatikannya seseorang akan tetap berjalan dengan tuntunan yang diajarkan agamanya “agama tidak mengajarkan umatnya untuk berbuat jahat atau dosa bukan??”.

Tapi apa yang terjadi, demi berlomba mendapatkan pengikut yang banyak agama ups…bukan agama sepertinya tapi orang yang mengatasnamakan agama menghalalkan segala cara untuk membuat orang menjadi pengikut agamanya.

Fanatik boleh tapi jangan sampai melanggar tatanan ataupun tuntunan yang ada di agama masing-masing ataupun agama lain.

Demikian ulasan singkat saya dan mungkin ada yang perlu ditambahkan ataupun dikoreksi dari tulisan saya ini dipersilahkan…..

“Jika Agama itu benar pasti pengikutnya banyak tanpa perlu menghalalkan segala cara untuk menambah pengikutnya”

“Jika Agama itu benar tidak perlu takut pengikutnya sedikit ataupun banyak, karena jika agama itu benar pasti dijaga oleh sang pembuatnya…. TUHAN”

“Agama bukan untuk diperdebatkan, agama bukan untuk dibuat gaya-gayaan, tapi agama bisa didiskusikan tanpa harus mencapai kesimpulan karena agama punya sifat ekslusifitas”

“Katakanlah benar jika itu benar, katakan salah jika itu salah, Jangan malu jika merasa anda salah untuk mengakui salah, dan jangan bangga jika anda benar”

“Jangan malu mengatakan agamamu dimana saja, kapan saja dan dalam kondisi apa saja”  

maaf klo itu dianggap OOT tapi ada makna dibalik semua tulisan itu…..kiranya bisa dipahami…..amin 

Arga Sakti Nasution
Agamaku Islam

One Response to “Agama Dan keFANATIKan”

  1. Ya.. Biarlah kau baca yang hitam dan ku baca yang putih, asalkan bersama berjalan menuju terang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: