Arsip untuk Opini Ke-Negara-an kategori

Info | TNI dihancurkan dari dalam??

Posted in Opini Ke-Negara-an on Oktober 28, 2009 by mand41l1nc

INILAH.COM, Jakarta – Sejumlah perwira tinggi di tiga angkatan resah. Penempatan mantan Kepala Polisi RI sebagai Kepala Badan Intelijen Nasional membuat kekuatan militer merasa digembosi.

Beberapa perwira tinggi (pati) di tiga unsur angkatan (darat, laut, udara) menyampaikan uneg-uneg kepada INILAH.COM, Senin (25/10) malam.

Intinya pembicaraan adalah pengangkatan mantan Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto sebagai Kepala BIN membuat konsolidasi di tubuh militer menjadi bergejolak.

“Intelijen adalah institusi yang melekat pada militer. Kalau kepalanya dijabat dari kalangan nonmiliter, ini akan membuat sistem informasi intelijen dan sejumlah kebijakan di penggalangan intelijen di lapangan menjadi lemah,” kata seorang pati yang tidak bersedia disebut namanya.

Sepanjang sejarah nasional, intelijen adalah pengendali dan pemberi informasi utama kepada Presiden RI. Tugasnya sangat vital karena informasi itu akan menjadi landasan bagi Presiden untuk mengambil keputusan.

“Nah, kalau orang nomor satu di intelijen itu nonmiliter, maka deteksi dan analisis terhadap pergolakan di tingkat lapangan menjadi kurang tajam. Selama ini yang memiliki pendidikan dan kapasitas melakukan deteksi konflik atau membaca potensi bahaya keamanan adalah militer,” katanya.

Karena itu, sejak intelijen dibentuk di Indonesia, orang yang memimpin selalu berasal dari kalangan militer.

Pada zaman Bung Karno, kepala intelijen dipegang sipil. Hasilnya intelijen malah dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, bukan untuk kepentingan keamanan dan pertahanan nasional.

“Intelijen bertanggung jawab langsung kepada presiden. Intelijen memiliki tipikal sangat berbeda dengan institusi keamanan lain. Sistem kerja utamanya adalah silence operation. Target kerja intelijen adalah meredam kejadian sebelum menjadi bahaya bagi keamanan nasional,” katanya.

Selain itu, doktrin militer dan nonmiliter berbeda. “Ini akan terkait dengan setiap operasi intelijen. Kalau bukan dari kalangan militer, target dan kepentingannya akan berbeda. Sebab doktrin militer itu jelas: keamanan dan keselamatan negara di atas segalanya,” kata perwira itu.

Pengangkatan Jenderal (purn) Polisi Sutanto oleh Presiden SBY sebagai Kepala BIN, bagi para perwira tinggi di tiga angkatan, mulai menimbulkan keresahan. Meski loyalitas dan kontribusi Jenderal (pur) Sutanto kepada Presiden SBY dinilai tinggi, tapi penunjukan Sutanto sebagai Kepala BIN bisa dibaca oleh kalangan perwira militer sebagai ketidakpercayaan Presiden SBY kepada institusi militer Indonesia.

Sebuah sumber menyebutkan, sebelum Jenderal (pur) Sutanto ditunjuk, sempat muncul nama Letjen Sudrajat, mantan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Dephan untuk menduduki posisi Kepala BIN. [mor]

sumber: http://inilah.com/berita/politik/200…ni-bergejolak/

Karir Sutanto:
* Pamapta Konwiko 74 Jakarta Selatan (1973-1975)
* Kapolsek Metro Kebayoran Lama (1978-1980)
* Kapolsek Metro Kebayoran Baru (1980)
* Kepala Detasemen Provoost Polda Jatim (1990-1991)
* Kapolres Sumenep, Jawa Timur (1991-1992)
* Kapolres Sidoarjo, Jawa Timur (1992-1994)
* Paban Asrena Polri (1994-1995)
* Ajudan Presiden Soeharto (1995-1998)
* Waka Polda Metro Jaya (1998-2000)
* Kapolda Sumut (2000)
* Kapolda Jatim (17 Oktober 2000-Oktober 2002)
* Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (24 Oktober 2002-28 Februari 2005)
* Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (28 Februari 2005-Juli 2005)
* Kapolri (8 Juli 2005-30 September 2008)
* Komisaris Utama PT Pertamina (Januari 2009-21 Oktober 2009)
* Kepala Badan Intelijen Negara (21 Oktober 2009)

____________________________________________________________

Sebuah keanehan dimana semakin banyak gugurnya prajurit TNI dalam tugas namun buan di medan perang melainkan begitu banyaknya kecelakaan-kecelakaan akibat Alutsista yang sudah usang, tua, bobrok, karatan. Apalagi setelah banyaknya negara tetangga yang mulai menunjukkan kalo tidak bisa dibilang memamerkan kekuatan dengan menggangu wilayah NKRI yaitu dengan banyaknya pelanggaran-pelanggaran perbatasan negara, Bangsa ini hanya mampu berkata kita harus menempuh jalur diplomasi. Coba bayangkan jaman Soekarno dan Soeharto (TNI) bagaimana begitu kuat dan digdayanya TNI saat itu sehingga Negara ini pernah disebut Macan ASIA, nah keanehan makin terkuak ketika seorang prajurit TNI (mantan) memimpin bangsa ini melakukan kebijakan-kebijakannya untuk pertahanan dan keamanan negara malah mengkerdilkan TNI sebagai pertahanan pertama Negara dan itu bukan Polisi.

Ingat waktu ada bencana?? Ingat waktu ada pemberontakan?? siapa yang pertama ada dilokasi?? TNI ya TNI lah yang selalu terdepan ketika Bangsa ini dalam musibah atau masalah bukan yang lain, atau memang TNI mau diarahkan menjadi basarnas saja???

Blopini tidak menkritik atas pengangkatan Sutanto namun ada banyak kebijakan RI-1 yang tidak memihak pada TNI, namun blopini tetap berharap TNI tidak melakukan hal-hal yang merusak pandangan rakyat terhadap TNI, kami Rakyat Indonesia ada bersamamu prajurit, bersabarlah dalam keprihatinan senjata, keprihatinan gaji (berbeda dengan polisi yang dianak emaskan padahal seperti kita tahu polisi bagaimana??), keprihatinan kebijakan, dll.

Nanti kalo udah pensiun atau jadi wakil rakyat, ya belalah almamaternya jagan kayak sekarang hehehe….

TNI rakyat bersamamu

ANEH……..bukan???

Suplement : Kopassus dengan perekrutannya
Salah satu pasukan TNI yang disegani negara di dunia dengan segala keterbatasannya. Lihat videonya bagaimana kia terharu melihat para prajurit digembleng dengan keras (kao ga bisa disebut brutal dibanding pasukan khusus negara lain) sehingga menghasilkan prajurit yang handal dalam medan pertempuran.

Opini | Langkah dan Harapan Indonesia 5 Tahun ke depan

Posted in Opini Ke-Negara-an on September 1, 2009 by mand41l1nc

Seperti kita ketahui Republik ini baru saja menyelenggarakan Pesta Rakyat dengan berbagai permasalahan di dalamnya mulai dari persoalan DPT sampai dengan persoalan banyaknya kecurangan-kecurangan yang ditemukan, Namun Indonesia harus tetap dan harus terus melangkah sebagai Bangsa yang berdaulat, sebagai Bangsa yang besar, sebagai Bangsa yang memiliki sumber daya, sebagai Bangsa yang bermartabat, sekaligus sebagai Bangsa yang memiliki harapan.
Idealnya 5 tahun ke depan Indonesia harus lebih baik dari sekarang, harus mampu memecahkan permasalahan kebangsaan dan kenegaraan yang kompleks mulai dari persoalan ekonomi sampai persoalan keamanan agar Bangsa ini tidak berjalan mundur di tengah kepungan dan kemajuan Bangsa lainnya. Inilah harapan yang tentunya akan diembankan pada pemerintah yang akan terbentuk dari hasil pemilu yang telah berlalu. Permasalahan yang dihadapi bangsa ini mungkin dapat di kerucutkan dalam 2 permasalahan pokok yaitu masalah kebodohan dan kemiskinan. Sejak Kemerdekaan Bangsa Indonesia diproklamirkan oleh “The Founding Father” Soekarno-Hatta, 2(dua) permasalahan ini selalu menjadi batu ganjalan pembangunan bangsa ini. Sebagian besar Rakyat Indonesia tergolong ke dalam kelompok bangsa yang “BODOH” dalam artian luas.Kebodohan inilah yang membuat tidak adanya kemampuan untuk menstimulus gerak ekonomi Bangsa ini menjadi lebih baik, jangankan untuk berpikir Bangsa ini mampu bicara di “pergaulan internasional” baik dalam bidang ekonomi maupun bidang lainnya, untuk memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Bangsa ini mungkin masih jauh dari harapan, ini bisa dilihat begitu banyaknya perusahaan asing maupun investor asing yang “menguasai” Sumber Daya Indonesia. Seperti Kita ketahui Indonesia telah terbiasa untuk mengambil jalan pintas untuk memanfaatkan potensi besar tadi dengan mengundang perusahaan dan investor asing, ini tidak baik karena bisa merusak pola pikir Anak Bangsa kedepannya “kalo bisa dikelola orang lain kenapa kita harus repot mengelolanya” padahal Blopini pernah mendengar pendiri Bangsa ini pernah menyampaikan “Kalau tidak ada Anak Bangsa ini yang mampu mengelola, maka jangan keruk atau menyerahkan Sumber Daya Negara ini kepada Pihak Asing untuk di kelola” artinya Pendiri Bangsa ini memang ingin kekayaan yang terkandung di Nusantara ini bisa dikelola dan dimanfaatkan Rakyat Indonesia secara optimal. Upaya untuk mencoba menjadi Bangsa yang “BERDIKARI” dan percaya diri hampir tidak ada sehingga tangan Anak Bangsa ’seakan’ tidak mampu mengolah semua potensi ekonomi yang ada sehingga perekonomian berjalan tidak optimal dan terjadilah pengangguran. Betapa sumber Daya alam terbengkalai atau dikelola bangsa lain, betapa SDM Indonesia dibiarkan bermalasan tanpa motivasi, betapa modal dibiarkan mengendap di luar negeri ataupun diam/idle tidak bermanfaat di dalam negeri, betapa tekhnologi digunakan untuk kebutuhan yang tidak produktif, lantas apa yang harus diharapkan dengan kondisi seperti ini kecuali dengan cara, gaya atau modus yang selama ini digunakan oleh Pengelola “PEMERINTAH” Bangsa ini yaitu menyerahkan dengan pasrah semua potensi besar ini kepada Pihak Asing. Akhirnya lahir Bangsa yang tidak dinamis, berpikir pendek selalu mencari jalan pintas dan instan, dan implikasinya muncullah Anak-Anak Bangsa yang konsumtif dan tidak mampu berbuat apa-apa “pasrah”.
Ada beberapa capaian yang harus di tempuh; yang utama dan menjadi prioritas adalah mengentaskan kebodohan dengan terus menggalakan atau meningkatkan pendidikan melalui progrram-program yang revolusioner dan mungkin tidak populer dikalangan birokrat misalnya program wajib belajar 9 tahun bisa di tingkatkan menjadi wajib belajar 12 tahun atau program yang lebih lagi ekstrim wajib belajar sampai ke jenjang perkuliahan sekaligus terus mengirim Putra-Putri terbaik Bangsa ke Negara lain untuk belajar dan nantinya bisa mengabdi ke Negara tercinta ini. Memang itu akan membutuhkan biaya dan banyak menguras ketahanan finansial Bangsa ini namun itulah resiko terkecil yang diambil dengan hasil yang sudah dipastikan besar yaitu tersedianya SDM yang mampu mengelola semua Sumber Daya Negara ini. Yang kedua adalah merubah pola pikir penguasa selama ini yaitu bekerja untuk menyelesaikan masalah dengan sesaat dan instan, yaitu merubah pola pikir jangka pendek menjadi jangka panjang sekaligus produktif. Biarkan Bangsa ini dalam keprihatinan dan hidup dengan masa sulit toh seperti kita ketahui sudah berapa jaman yang sudah dilalui bangsa ini dengan berbagai kesulitan namun bangsa ini mampu keluar dari kesulitan itu, artinya biarkanlah ini berlangsung pada jaman pelaku Bangsa saat ini sepanjang kehidupan anak cucu menjadi cemerlang dan baik di masa yang akan datang. Inilah pemikiran yang rasional dalam membangun bangsa ini dan semuanya tergantung dari niat “will” penguasa bangsa untuk merubah keadaan bangsa ini, Blopini percaya niat itu ada dan mari kita wujudkan. Dari dua upaya tadi pemerintah juga bisa sambil terus memperbaiki kebijakan-kebijakannya selama ini baik kebijakan fiskal, moneter, maupun kebijakan ekonomi luar negeri yang selama ini dipegang atau menjadi acuan kerja pemerintah.sudah kita ketahui, bagaimana kebijakan fiskal yang tidak mampu menggerakkan ekonomi nasional, bagaimana kita melihat kebijakan moneter yang hanya terpaku untuk kepentingan moneter saja, dan bagaimana kebijakan pemerintah tentang ekonomi luar negeri yang membuat Negara ini hanya sebagai pasar dari barang-barang impor serta membuat Negara ini menjadi lahan investor asing bukan investor lokal. Untuk kedepannya Pemerintah Indonesia harus juga terus memperbanyak pembangunan infrastruktur untuk mendorong kegiatan ekonomi nasional, yang dalam prosesnya mempergunakan seluruh potensi Bangsa seperti pembangunan Jembatan Suramadu dan Tol Cipularang. Dalam pembanguanan dua mega proyek ini Indonesia menggunakan semua komponen dan produk dari dalam negeri mulai dari pekerja, ahli, besi, dan semen. Dan hendaknya inilah yang akan menjadi pilihan pemerintahan mendatang karena pengaruhnya sangat besar baik motivasi, percaya diri bahwa Bangsa Indonesia mampu dan bisa. Adapun di pemerintahan mendatang ada baiknya di kaji kembali tentang pemekaran daerah yang sudah banyak kita ketahui banyak daerah pemekaran justru bukan menjadi lebih baik tapi malah menambah beban pada APBN, APBD Prov. karena kurang baiknya pengetahuan tentang otonomi dan kegunaan pemekaran, kebanyakan pemekaran karena latah dan sedikit banyak juga karena orderan calon-calon raja kecil yang tidak memperoleh jatah jabatan pada tingkat yang lebih tinggi.
Memikirkan masa depan bangsa bukan hanya tugas dari Penguasa “PEMERINTAH” tapi seluruh elemen Bangsa. Perlu strategi yang jitu agar kita mampu bersaing pada persaingan antar bangsa yang semakin ketat, kebutuhan (demand) Bangsa yang semakin banyak dan bervariasi, tantangannya yang semakin berat serta sumber daya yang semakin terdegradasi atau habis.
Blopini tetap mengingatkan
NKRI Harga Mati
Bangsa Indonesia adalah Bangsa Besar, Bangsa Kuat, Bangsa Mampu, Bangsa Bermartabat, Bangsa yang memiliki segalanya untuk menjadi
Indonesia Merdeka – Indonesia Jaya – Indonesia Raya

Blopini

Info | Amanat Panglima Besar Jend. Soedirman

Posted in Opini Ke-Negara-an on Juli 24, 2009 by mand41l1nc

“Sebagai negara, kita telah tjukup mempunjai pantja indera. Negara ada. Pemerintah ada. Tentara ada. Rakjat ada. Kalau kita sekarang tidak mempunjai keinginan untuk terus merdeka, samalah artinja dengan baji jang tidak mau mendjadi manusia sempurna. Baji akan tetap tinggal mendjadi baji, digendong, ditimbang. Ia lebih dahulu lumpuh sebelum tumbuh.”


Amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada Anggota Angkatan Perang, 17 Agustus 1948

Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, Singapura, Malaysia

Oleh Cardiyan HIS
Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ….! Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.

Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun.

Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member “Asian Satellite Club” bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.

Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.

CN 235 Versi Militer

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama “nyaho” kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.

Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.
Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.

“Semoga Indonesia selalu ingat dengan Sejarah Dan Para Pahlawannya yang berjuang demi rakyat dan bangsa ini”

Blog Opini | Blopini

For The Picture
RX-420
roket

CN-235 Militer Turki Air Force
cn235 turki

CN-235 South Korea Air Force

cn235 korsel

Info | “Anak Haram” Bernama Indonesia

Posted in Opini Ke-Negara-an on Agustus 10, 2008 by mand41l1nc

HUT RI KE-63


“Anak Haram” Bernama Indonesia

Oleh: Batara R. Hutagalung, Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda

DALAM upaya menegakkan kembali penjajahannya di bumi Nusantara, Belanda mengirim sekitar 150. serdadu–sebagian besar pemuda wajib militer–dari Belanda, dan merekrut sekitar 60 ribu pribumi menjadi serdadu KNIL.

Tindakan Belanda mengirim tentaranya ke suatu negara yang merdeka dan berdaulat jelas merupakan suatu agresi militer. Selama masa agresi militer tersebut, tentara Belanda banyak melakukan kejahatan perang, kejahatan atas kemanusiaan dan berbagai pelanggaran HAM berat.

Ratusan ribu rakyat Indonesia, sebagian terbesar adalah rakyat (noncombatant) tewas dalam berbagai pembantaian massal, seperti yang terjadi di Sulawesi Selatan, Rawagede, Kranggan (dekat Temanggung), dll.

Berbagai pelanggaran berat HAM, kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan yang dilakukan oleh tentara Belanda selama masa agresi militer Belanda di Indonesia, hingga kini tidak pernah dibahas, baik di tingkat bilateral Indonesia – Belanda, maupun di tingkat internasional.

Setelah Cultuurstelsel, Poenale Sanctie dan Exorbitante Rechten, Westerling adalah hal terburuk yang “dibawa” Belanda ke Indonesia. Mungkin bab mengenai Westerling termasuk lembaran paling hitam dalam sejarah Belanda di Indonesia. Yang telah dilakukan oleh Westerling serta anak buahnya adalah war crimes (kejahatan perang) dan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang sangat berat.

Aksi Westerling ini sebagian besar dengan sepengetahuan dan bahkan dengan ditolerir oleh pimpinan tertinggi militer Belanda. Pembantaian penduduk di desa-desa di Sulawesi Selatan adalah kejahatan atas kemanusiaan (crimes against humanity).

Menurut International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda, crimes against humanity adalah kejahatan terbesar kedua setelah genocide (pembantaian etnis). Belanda dan negara-negara Eropa yang menjadi korban keganasan tentara Jerman selama Perang Dunia II selalu menuntut, bahwa untuk pembantaian massal atau pun kejahatan atas kemanusiaan, tidak ada kadaluarsanya. Di sini negara-negara Eropa tersebut ternyata memakai standar ganda, apabila menyangkut pelanggaran HAM yang mereka lakukan.

Pada 16 Agustus 2006 di Jakarta, Menlu Ben Bot mengakui, agresi militernya, telah menempatkan Belanda pada sisi sejarah yang salah. Akibat agresi militer ini, ratusan ribu rakyat Indonesia tewas dibantai oleh tentara Belanda. Namun hingga kini Pemerintah Belanda tidak pernah memperhatikan, apalagi memberikan kompensasi kepada keluarga/janda korban pembantaian yang dilakukan oleh tentara Belanda.

Pemerintah Belanda juga tidak mau meminta maaf kepada bangsa Indonesia atas penjajahan, perbudakan dan berbagai pelanggaran HAM berat. Menlu Belanda hanya menyatakan penyesalan (regret) dan bukan permintaan maaf (apology). Radio Nederland sendiri pada 17 Agustus 2005 menyiarkan berita mengenai ucapan Menlu Belanda Ben Bot di Jakarta dengan judul: “Sedih. Tapi Tidak Minta Maaf.”

Juga anehnya bukan Pemerintah Belanda yang memberikan kompensasi atas penjajahan, perbudakan, kejahatan perang dan berbagai pelanggaran HAM berat, melainkan Pemerintah Indonesia yang membayar kompensasi kepada Belanda. Sebagai hasil keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949, Republik Indonesia Serikat (RIS)–yang dipandang sebagai kelanjutan dari Hindia-Belanda (Nederlands Indië)–diharuskan membayar utang Nederlands Indië kepada Pemerintah Belanda sebesar 4,5 miliar Gulden.

Di dalamnya termasuk biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Belanda untuk melancarkan agresi militer I pada 22 Juli 1947 dan agresi II pada 19 Desember 1948. Pemerintah RIS, kemudian setelah RIS dibubarkan dilanjutkan oleh Pemerintah RI, telah membayar sebesar 4 miliar gulden, sebelum dihentikan pembayarannya tahun 1956 oleh Pemerintah RI.

Bahkan Pemerintah Orde Baru di bawah Suharto pada tahun 1969 membayar kompensasi sebesar 350 juta US Dollar bagi perusahaan-perusahaan Belanda yang telah dinasionalisasi di masa pemerintahan Sukarno.

Juga, hingga hari ini, Pemerintah Belanda tetap tidak mau mengakui de jure hari kemerdekaan Republik Indonesia adalah 17 Agustus 1945. Bagi Pemerintah Belanda, hari kemerdekaan Republik Indonesia adalah 27 Desember 1949, yaitu ketika Pemerintah Belanda melimpahkan kedaulatan kepada Pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS). Baru sejak 17 Agustus 2005 Pemerintah Belanda bersedia menerima de facto kemerdekaan RI 17.8.1945.

Dalam acara peringatan menyerahnya Jepang kepada sekutu pada 15 Agustus 2005 di Belanda, Menlu Belanda Ben Bot mengatakan, “… sudah saatnya bagi Belanda untuk menerima secara de facto, bahwa kemerdekaan Republik Indonesia telah dimulai pada 17.8.1945, dan setelah 60 tahun menerima secara politis dan moral …”

Dengan demikian bagi Pemerintah Belanda, sampai 17 Agustus 2005 Republik Indonesia tidak pernah ada, dan baru setelah 17-8-2005 diterima secara de facto, bukan de jure.

Berarti, bagi Pemerintah Belanda, Republik Indonesia adalah negara yang tidak mempunyai legalitas, alias “anak haram”. Apakah rakyat Indonesia akan terus membiarkan penghinaan terhadap martabat bangsa seperti ini?

KUKB menuntut Pemerintah Belanda untuk mengakui secara yuridis (de jure) kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Belanda juga harus meminta maaf kepada bangsa Indonesia atas penjajahan, perbudakan, pelanggaran berat HAM dan kejahatan atas kemanusiaan.

Terakhir, pemerintah Belanda memberikan kompensasi kepada keluarga korban pembantaian yang dilakukan oleh tentara Belanda di Indonesia antara 1946-1949. [Tamat]

http://www.myrmnews.com/indexframe.p…bsite&id=62331

Aneh.. kita yg dijajah, malah kita yang kasih kompensasi ke penjajah…

Belanda dikenal adalah sebagai pembela HAM dan bebarapa negara barat getol sekali kalo bicara HAM. Namun ketika negaranya terkena kasus HAM seperti diatas atau adanya tuntutan atas kesalahan HAM langsung saja negara barat menggunakan “Standar Ganda”

Dan sayangnya pemimpin-pemimpin bangsa ini tidak mempunyai kekuatan dan harga diri sebagai anak bangsa untuk memberikan kontribusi buat INDONESIA.

Jadi kalo ada calon pemimpin yang bisa menjamin untuk memberikan/mengembalikan harga diri bangsa ini [minimal] sebagai bangsa yang besar, apalagi mensejahterakan rakyat Blopini akan merekomendasikannya untuk dipilih 2009. [namun tetap dengan kontrak politik yang sangat jelas, hak dan kewajiban]

Sebelum dan sesudahnya

Merdeka.....Merdeka......Jayalah INDONESIAKU dalam kemeriahan ultahmu

Info | Perang Dingin dimulai lagikah?

Posted in Opini Ke-Negara-an on Agustus 7, 2008 by mand41l1nc

Russia considers using Cuba for refuelling of nuclear bombers


A Russian Tupolev-160 bomber during a combat training flight near the Engels air force base in the Saratov region of Russia, about 700 km (450 miles) southeast of Moscow. Photograph: AP

Thursday July 24, 2008

Russia was today considering the use of bases in Cuba for its nuclear bombers, in a move that revives memories of the 1962 Cuban missile crisis and which is likely to profoundly annoy the United States.

Russian military sources said that Moscow is contemplating using Cuba as a refuelling base for its nuclear-bomb carrying aircraft. The move is in retaliation for the Bush administration’s plan to site a missile defence shield in Europe.

Russia objects vehemently to the Pentagon’s plan. It says the US’s proposed system in Poland and the Czech republic – which formally agreed a deal with Washington last week – poses a direct threat to Russia and its security.

According to a report in Monday’s Izvestiya, the Kremlin now wants to use Cuba as a base for its long-range Tu-160 and Tu-95 strategic nuclear bombers. Citing a “highly-placed military source”, the paper said discussions had taken place.

“While they are deploying the anti-missile systems in Poland and the Czech republic, our long-range strategic aircraft already will be landing in Cuba,” the source told the paper. No final decision on landing bombers in Cuba had been taken, it added.

Today defence analysts told the Guardian there was little strategic point in using Cuba as a nuclear base – adding that the idea appeared to have been floated simply as a way of irritating the US and underscoring Russia’s anger.

Russia’s ageing nuclear aircraft have a range of 2,000-3,000kms – allowing them comfortably to fire a nuclear missile at the US from much further away, defence expert Pavel Felgenhauer said. “Frankly in Cuba they would be sitting ducks,” he added.

Additionally, there were other places were the planes could refuel, he said. “Any deployment in Cuba would be highly provocative and very costly. There would be no military advantage. Cuba would want compensation,” Felgenhauer said.

He added: “They [the Russians] are trying to tell the guys [in America] that if they don’t back out of their missile defence shield in Europe, we can make mischief in different places.”

It was not immediately clear whether Cuba had agreed to Russia’s proposal. In a brief, cryptic note posted on a government website, Fidel Castro said his brother Raul – Cuba’s president – was wise not to respond to the report.

Castro said that Cuba was not obliged to offer the US an explanation for the story, “nor ask for excuses or forgiveness.” Most observers believe that Raul – who took over from his brother in February – would be unlikely to agree to any request from Moscow.

But today’s apparent discussion is reminiscent of the 1962 Cuban missile crisis, when Khrushchev attempted to site nuclear missiles on the Caribbean island. His aim was to lesson the then strategic nuclear gap with the US.

Khrushchev eventually backed down and withdrew the missiles. The US secretly removed its missiles from Turkey. It also agreed not to invade Cuba and overthrow Castro’s communist regime.

During the Cold War, Cuba remained an important military ally for the Soviet Union. In 2002, however, Russia’s then president Vladimir Putin decided to close Russia’s Soviet-era radar and listening station in Cuba on the grounds of cost.

Last summer Putin ordered the resumption of worldwide bomber patrols by Russia’s nuclear aircraft. Although some experts have dismissed the flights as mere “willy waving”, Nato jets including from Britain have scrambled in response.

The US state department today said it had not had official confirmation from the Russian government about the report. “We continue to work with the Russians on this issue,” Gonzalo Gallegos told the Associated Press, referring to the US’s missile defence shield.

He added: “We have consistently made it clear to them that our proposed deployment of a limited missile defence system in Europe poses no threat to them or their nuclear deterrent.”

Russia’s new president, Dmitry Medvedev, has disappointed western observers who had hoped he might take a more conciliatory foreign policy line. During an address to ambassadors in Moscow this month, he explicitly criticised the US’s missile defence shield, promising Russia would respond ‘appropriately’.

Russia’s approach has recently hardened on several key international issues, experts say.

“It’s become much more rigid,” Felgenhauer said, adding that hardline officials inside Russia’s foreign and defence ministries appeared to be responsible. “There is uncertainty over who is really in charge of Russian foreign policy,” he said.

He added: “We are returning to policy positions agreed last autumn. There is no series attempt at compromise. Right now there is zero purpose in compromise until there is a new administration in Washington.”

“We are just spitting at each other,” he observed.

Mengingatkan kita akan krisis missil di Teluk Babi, era 60’s. Ini respond Russia atas pertahanan anti missil US di Eropa yang dibangun dengan alasan untuk mengcounter serangan nuklir dari timur tengah (Iran :red)

Kalo ini terjadi Indonesia akan memilih Blok mana ya? :

1. Negara yang hegemoni dan super power (US)
2. Beruang Tua yang tidak pernah mati (Rusia)
3. Naga yang sedang tumbuh dan berkembang menjadi besar (China)
atau
4. Tetap seperti jaman dulu (Non Blok).

kita lihat saja selanjutnya….

Blopini

Info | Indonesia merdeka, Indonesia jaya, Indonesia Raya

Posted in Opini Ke-Negara-an on Juni 26, 2008 by mand41l1nc

Phinisi-Raja Laut–walaupun tradisional ini di export lho….


MV TemuKira

MV Raja Ampat

Motor Yacht 28 meter…ini juga dibeli ma orang luar…


FPB-57…kebanggaan indonesia saat ini….tp nanti klo KORNAS ud dibuat bakalan jd kapal lama d………

LPD

Hovercraft

FPB-15

FPB-28

FPB-14

Star-50

Tanker 30.000 LTDW

Tanker 17.500 LTDW

Cargo Vessel 3.500 DWT

info dari kaskus.us

Lihatlah produk dalam negeri ini wahai anak bangsa (rakyatnya, wakilnya, pemerintahnya, penguasanya) tidakkah bisa kita bayangkan bahwa Indonesia mampu, bisa sejajar malah lebih dari negara maju .

Mulai saat ini tanamkan dalam hati kita wahai anak bangsa bahwa kita harus percaya diri sebagai sebuah bangsa besar. Saat ini kita baru berada pada fase Indonesia Merdeka, jika sudah melewatinya kita akan menuju Indonesia Jaya, jika sudah jaya kita akan jadi negara/bangsa yang lebih super power dari negara adidaya yaitu Indonesia Raya seperti cita-cita The founding Father dan pejuang kemerdekaan kita.

“KITA Harusnya Bangga, KITA Harusnya Percaya Diri, KITA Harusnya Berpartisipasi dalam membangun Bangsa ini”

“KITA tidak Seharusnya mengrogoti Bangsa ini dengan korupsi, suap, menipu rakyat sendiri, menghina /mencaci pemimpin sendiri”

Merdeka

Info | Release SKB 09 Juni 2008

Posted in Opini Ke-Negara-an on Juni 10, 2008 by mand41l1nc

7 Poin isi SKB sebagai berikut :

1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 1965 tentang pencegahan penodaan agama.

2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenani saksi sesuai peraturan perundangan.

4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.

5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tidak mengindahkan peringatan dnan perintah dapat dikenakan sanksi sesuai perundangan yang berlaku.

6. Memerintahkan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini.

7. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, 09 Juni 2008

“Ini (SKB 3 Menteri) intinya memerintahkan menghentikan seluruh kegiatan JAI,” kata Jaksa Agung Hendarman Supandji kepada wartawan seusai pengumuman SKB 3 Menteri Tentang Perintah Terhadap Penganut Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di kantor Departemen Agama (Depag), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2008/detikcom ).

Info Pemilu 2009 | Partai Lolos Administrasi KPU

Posted in Opini Ke-Negara-an on Mei 31, 2008 by mand41l1nc

Ada 51 partai yang lolos dalam uji administrasi oleh KPU, diantaranya partai yang ikut pemilu 2004 sejumlah 16 partai.

Sesuai dengan pasal 315 dan pasal 316 huruf d UU 10/2008 tentang pemilu maka ke 51 partai ini lolos dari uji verifikasi faktual.

Partai yang lolos dengan memenuhi isi pasal 315 UU Pemilu adalah :

  1. Partai Golkar
  2. PDIP
  3. PPP
  4. Partai Demokrat
  5. PAN
  6. PKB
  7. PKS (uratan dan warna tidak mempengaruhi).

Partai yang lolos dengan memenuhi isi pasal 316 UU Pemilu adalah :

  1. PBR
  2. PDS
  3. PBB
  4. Partai Demokrasi Kebangsaan
  5. Partai Pelopor
  6. Partai Karya Peduli Bangsa
  7. PNI Marhaenisme
  8. PKPI
  9. Partai Penegak Demokrasi Indonesia

Dan yang lolos verifikasi faktual administrasi adalah :

  1. Partai Hanura
  2. Partai Peduli Rakyat Nasional
  3. Partai Pemersatu Bangsa
  4. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
  5. Partai Pemuda Indonesia
  6. Partai Demokrasi Kebangsaan Bersatu
  7. Partai Matahari Bangsa
  8. Partai Republikku Indonesia
  9. Partai Demokrasi Pembaharuan
  10. Partai Nasionak Benteng Kerakyatan Indonesia
  11. Partai Persatuan Daerah
  12. Partai Buruh
  13. Partai Nurani Umat
  14. Partai Patriot
  15. Partai Kebangkitan Nasional Ulama
  16. Partai Kristen Demokrat
  17. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
  18. Partai Karya Perjuangan
  19. Partai Barisan Nasional
  20. Partai Republik Nusantara
  21. Partai Perjuangan Indonesia Baru
  22. Partai Bhineka Indonesia
  23. Partai Kedaulatan
  24. Partai Nusantara Kedaulatan Rakyat Indonesia
  25. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
  26. Partai Merdeka
  27. Partai Kristen Indonesia 1945
  28. Partai Reformasi
  29. Partai Pembaharuan Bangsa
  30. Partai Indonesia Sejahtera
  31. Partai Demokrasi Perjuangan Rakyat
  32. Partai Indonesia Tanah Air Kita
  33. Partai Persatuan Sarikat Indonesia
  34. Partai Kasih
  35. Partai Kongres

Yang tidak lolos verifikasi adalah :

  1. PNI
  2. Partai Kristen Demokrasi Indonesia
  3. Partai tenaga kerja Indonesia
  4. Partai Masyarakat Madani
  5. Partai Pemersatu Nasional Indonesia
  6. Partai Republik
  7. Partai Bela Negara
  8. Partai Islam
  9. Partai Persatuan Perjuangan Rakyat
  10. Partai Kerakyatan Nasional
  11. Partai Reformasi Demokrasi

Selamat bagi semua partai walaupun masih menunggu partai yang memang benar menyuarakan rakyat bukan menyuarakan suara golongan saja. Bagi yang tidak lolos mungkin bisa melengkapi administrasinya atau bergabung dengan partai yang sejalan dan punya visi dan misi yang sama.

Ingat ini

“Indonesia bukan ajang cari duit dan memperkaya golongan, Indonesia adalah tempat mengabdi”

“Pemilu bukan tempat adu uang dan kekuasaan dan akhirnya kejar setoran, Pemilu ajang melayani rakyat dengan janji-janji yang ditepati setelah kemenangan ditangan”

BloPINI

Opini | Hari Kebangkitan Nasional

Posted in Opini Ke-Negara-an, Spesial Pake Telor on Mei 29, 2008 by mand41l1nc

“Sebelumnya saya ucapkan selamat buat Indonesia untuk keberhasilannya menyengsarakan rakyat dengan kembali naiknya harga BBM”

Presiden RI mau tahu ga’ saran Blopini ?? gini loh (mudah-mudahan di baca oleh Presiden kita)

Kalau memang mau menaikkan harga bahan bakar tidak perlu bertahap karena toh tetap menyengsarakan rakyat, blopini sedikit curiga dengan cara-cara pemerintah menaikkan BBM dengan bertahap karena takut kestabilitasan Indonesia tergangu dan otomatis mengganggu kepentingan pemerintah jelas juga mengganggu kepentingan orang yang menjalankan pemerintah yaitu melanggengkan kekuasaan (kok jadi protes harus saran nich…maaf).
Gini BBM naekkan saja ke harga normal di dunia internasinal/ sama dengan harga pasar dunia, mengenai protes oleh rakyat Indonesia (masih bingung defenisi rakyat Indonesia ini soalnya yang protes kayaknya cuma segelintir orang) itu adalah dinamika waktu mengambil keputusan tidak populer, namun jika memang Presiden tercinta menyayangi dan mencintai Bangsa ini blopini rasa tidak perlu takut kehilangan pekerjaan, dibenci rakyat, dan dianggap tidak membela rakyat dalam mengambil keputusan yang tidak populer tapi dengan syarat-syarat dan ketentuan berlaku (iklan dach).

Apa syaratnya????

  1. Jelaskan kenapa BBM harus naek kepada rakyat, dengan bahasa rakyat bukan bahasa politik.
  2. BBM selama ini di subsidi oleh pemerintah, jika subsidi ditiadakan dana subsidi akan di kemanakan???
  3. karena dana subsidi itu sangat besar (harus transparansi loh)
  4. Subsidi bidang lain dinaikkan misalnya kesehatan dan pendidikan (misalnya benar-benar gratis bukan bohongan)
  5. Buktikan komitmen untuk membangun bangsa bukan komitmen dengan partai agar langgeng kedudukannya.

Aku rasa itu saja sudah cukup mudah-mudahan Indonesia tetap jaya.

kembali ke topik Hari Kebangkitan Nasional

di kutip dari eramuslim.com

Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen).

Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.

Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata.

Anehnya, hal ini sama sekali tidak dikritisi oleh tokoh-tokoh Islam kita. Bahkan secara menyedihkan ada sejumlah tokoh Islam dan para Ustadz selebritis yang ikut-ikutan merayakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di berbagai event. Mereka ini sebenarnya telah melakukan sesuatu tanpa memahami esensi di balik hal yang dilakukannya. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap: “Ilmu qabla amal” (Ilmu sebelum mengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk-perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya.

Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.

Agar kita tidak terperosok berkali-kali ke dalam lubang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekali pun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu.

Pendukung Penjajahan Belanda

Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.

KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.

“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.

BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.

Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.

Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.

Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya… Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”

Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.

Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.

Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.

Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.

Dalam tulisan kedua akan dibahas mengenai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Syarikat Islam, yang telah berdiri tiga tahun sebelum BO, dan perbandinganya dengan BO, sehingga kita dengan akal yang jernih bisa menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya mengacu pada kelahiran SI pada tanggal 16 Oktober 1905, sama sekali bukan 20 Mei 1908. (bersambung_)

Dalam tulisan bagian pertama, telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.

Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.

Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.

Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

Tujuan:
- SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,
- BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).

Sifat:
- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,
- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

Bahasa:
- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,
- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

Sikap Terhadap Belanda:
- SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,
- BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,

Sikap Terhadap Agama:
- SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,
- BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)

Perjuangan Kemerdekaan:
- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,
- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

Korban Perjuangan:
- Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,
- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,

Kerakyatan:
- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,
- BO bersifat feodal dan keningratan,

Melawan Arus:
- SI berjuang melawan arus penjajahan,
- BO menurutkan kemauan arus penjajahan,

Kelahiran:
- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,
- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,

Seharusnya 16 Oktober
Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.

Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.

Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. (Tamat/Rizki Ridyasmara)

Indonesia | Bapak Pembangunan Soeharto Wafat

Posted in Opini Ke-Negara-an on Januari 27, 2008 by mand41l1nc
headline

HM. Soeharto

In MemoriaM

Inalillahi wa inaillahi roji’un…..

Telah meninggal Bapak Jend. Besar Soeharto (Mantan Presiden Indonesia) pada hari minggu pukul 13.10 wib, semoga amal dan ibadahnya diterima oleh Allah SWT

Terima kasih untuk sumbangsihnya bagi bangsa……(walaupun ada kesalahan disana-sini namun itu sifat manusia tidak luput dari kesalahan)

Terima kasih untuk mengajarkan bagaimana membangun bangsa dengan belajar dari keberhasilan pembangunan dan kesalahan kroni Bapak Soeharto……

Terima kasih untuk sifat yang diajarkan “tetap tenang dalam kondisi apapun….”…..

Apapun yang telah dilakukan sebagai kesalahan oleh beliau mohon dimaafkan, dan keberhasilan yang beliau buat kita lanjutkan……

Bangsa masih membutuhkan pemimpin terbaik dari anak bangsa terbaik…..

Selamat jalan SOEHARTO !!!!

Silahkan Mengucapkan belasungkawa di kolom komentar