Info | Pemerintahan Indonesia Saat ini [Part 1]

Sri Mulyani Tahu ‘Daleman’ Pemerintah, Nyanyiannya Lebih Dahsyat drpd BBM Nazaruddin

Sri Mulyani Tahu ‘Daleman’ Pemerintah
Sabtu, 16 Juli 2011 | 13:41 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Apa yang dikatakan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam wawancaranya di Bloomberg TV, mengenai tiga partai besar di Indonesia memanipulasi pemerintah menjadi kontroversi.

Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya menyatakan, meski mengatahui banyak rahasia alias ‘daleman’ pemerintah, namun pernyataan Sri Mulyani tidak bisa dijadikan fakta hukum.

”Ini temuan yang menarik ketika keluar dari mulut Sri Mulyani yang kaitan mengetahui seluruh anggaran departemen dan anggaran yang dipegang oleh DPR,“ ucap Yunarto usai diskusi polemik Trijaya dengan tema ‘ Ironi negeri ini’ di Warung daun Cikini, Jakarta, Sabtu (16/7/2011).

Menurutnya, semua masyarakat tahu bahwa Sri mulyani adalah korban politik dan korban kartel politik sehingga ia terlempar tidak berada di pemerintahan lagi.

”Ini hanya sharing saja karena dia sudah berada di luar pemerintahan dan kekuasan politik dan itu sesuai dengan apa yang dipersepsikan selama ini walaupun tidak melalui fakta hukum,“ ucap Yunarto.

Seperti diketahui dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi Bloomberg dan dikutip situs srimulyani.net, mantan Menteri Ketuangan Sri Mulyani mengatakan tiga partai besar di Indonesia memanipulasi pemerintah.

Tiga partai ini memiliki pengaruh besar di Indonesia, bisa mempengaruhi kebijakan, memanipulasi pemerintah, menguntungkan diri sendiri dan mengatur dunia politik di Indonesia.
http://nasional.inilah.com/read/deta…man-pemerintah

Ketika Sri Mulyani ‘Bernyanyi’ di Luar Negeri
Sabtu, 16 Juli 2011 | 11:28 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Sutan Bhatoegana berang mendengar pernyataan mantan Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenai tiga partai besar di Indonesia.

Sutan menantang Sri Mulyani segera kembali ke Indonesia dan membeberkan bukti-bukti tudingannya bahwa tiga partai besar telah memanipulasi kebijakan pemerintah dan menguntungkan diri sedniri.

“Karena ngomong di luar negeri dia (Sri Mulyani) berani, coba kalau di sini mana berani,” ujar Sutan kepada INILAH.COM, Sabtu (16/7/2011).

Namun demikian Sutan tidak mau berpolemik lebih jauh mengenai tudingan tersebut karena nantinya akan semakin memperkeruh suasana.

Tudingan tersebut dinilai Sutan hanyalah masukkan untuk partai-partai besar dan pemerintahan Indonesia. “Mungkin ini jadi kritikan saja, jadi tidak usah ribut-ribut,” imbuhnya.

Sutan mengatakan, dari segala kebijakan yang ada di Indonesia tidak lepas dari andil Sri Mulyani yang pernah berada di pemerintahan sewaktu itu. Sehingga hal itu tidak bisa disalahkan sepihak saja. “Itu yang dialami bu Ani itu sudah terjadi,” pungkasnya.

Seperti diketahui dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi Bloomberg dan dikutip situs srimulyani.net, mantan Menteri Ketuangan Sri Mulyani mengatakan tiga partai besar di Indonesia memanipulasi pemerintah.

Tiga partai ini memiliki pengaruh besar di Indonesia, bisa mempengaruhi kebijakan, memanipulasi pemerintah, menguntungkan diri sendiri dan mengatur dunia politik di Indonesia.
http://nasional.inilah.com/read/deta…di-luar-negeri

Manuver Sri Mulyani, Lisan Bermata Pedang
Sabtu, 16 Juli 2011 | 14:43 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani diduga kuat memiliki hasrat tinggi untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden pada 2014.

Pernyataan Sri Mulyani tentang tiga partai besar di Indonesia kerap memanipulasi pemerintah merupakan pernyataan ‘bermata pedang’.

”Sosok Sri Mulyani menjadi alternatif ketika terjadi deparpolisasi, jadi apa yang dikatakan Sri Mulyani bentuk pernyataan politis yang dikemukan seorang pesaing 2014,“ ucap pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya usai diskusi polemik Trijaya dengan tema ‘ Ironi negeri ini’ di Warung daun Cikini, Jakarta, Sabtu (16/7/2011).

Meski tak menyebut nama tiga partai besar tersebut, namun Sri Mulyani sudah menggiring logika masyarakat untuk mengetahui ketiga partai besar tersebut.

”Ini jadi tanda tanya siapa partainya kalau gunakan logika semua orang tahu tiga partai besar itu siapa. Memang tiga partai ini yang kuasai legislatif dan berpengaruh saya pikir jelas,“ beber Yunarto.

Seperti diketahui dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi Bloomberg dan dikutip situs srimulyani.net, mantan Menteri Ketuangan Sri Mulyani mengatakan tiga partai besar di Indonesia memanipulasi pemerintah.

Tiga partai ini memiliki pengaruh besar di Indonesia, bisa mempengaruhi kebijakan, memanipulasi pemerintah, menguntungkan diri sendiri dan mengatur dunia politik di Indonesia
http://nasional.inilah.com/read/deta…bermata-pedang

——————————————————————————————————————————————————-

Kammi: “sby gagal, mundur atau percepat pemilu!”

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI): “SBY GAGAL, MUNDUR ATAU PERCEPAT PEMILU!”

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tanpa harus berburuk sangka, dengan mata kepala sendiri kita bisa menyaksikan pemerintahan dibawah komando SBY-Budiono masing silang sengkarut dalam perangkap jebakan kepentingan elit dan tidak kunjung memberikan kita seberkas saja harapan untuk optimistis. Selama hampir dua tahun, gunungan problem tidak pernah bisa diselesaikan.

Mulai dari masalah kesejahteraan rakyat kecil yang tak terurus. Pertumbuhan ekonomi yang sering dibanggakan hanya ilusi. Faktanya, hanya segelintir orang atau kelompok yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut dan bercokol dipuncak menara kemiskinan yang kian meresahkan.

Standar kemiskinan Badan Pusat Statistik yang selama digunakan pemerintah untuk melakukan propaganda dan penyesatan, ternyata sangat bias. Hingga kini pemerintah masih mengunakan standar kemiskinan di bawah 1 dollar AS, padahal negara tetangga seperti Malaysia telah menerapkan standar 2 dollar AS atau sesuai standar Bank Dunia (World bank).

Dengan standar penghasilan 1 dollar AS atau kurang lebih Rp.9.000 per hari dengan kurs Rp. 9.000/dollar, di tengah lonjakan harga yang tidak mampu dikendalikan oleh pemerintah, rakyat bisa beli apa? Sebuah marginalisasi angka yang kamuflase!

Hal ini tentu tidak lepas dari ketidak jujuran (kebohongan) pemerintah bahwa Indonesia masih memiliki penduduk miskin tidak kurang 59,4 juta orang, berdasarkan purchasing power parity World Bank. Bahkan sejumlah lembaga mencatat angka real kemiskinan Indonesia mencapai 117 juta orang. Maka tragedy Ruyati, TKI yang dihukum pancung di Arab Saudi adalah contoh kecil salah satu potret buram kemiskinan Indonesia dan kelalaian peerintah.

Sementara itu, dari sisi supremasi hukum, janji-janji pemerintahan bersih yang sering dikampanyekan SBY dari podium ke podium, hanya isapan jempol belaka. Berbagai kasus tidak pernah usai hingga kini. Mulai dari Skandal Century, Rekenig Gendut Polri, Mafia Pajak, Mafia Hukum dan kini Mafia Pemilu.

Tragisnya, partai yang didirikan SBY dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, partai Demokrat menjadi bungker bagi sejumlah pelanggar hukum. Setidaknya tidak kurang dari 10 elit Demokrat dari tingkat DPP hingga DPD yang terlibat korupsi. Mulai dari As’ad Syam, Yusran Aspar, Sarjan Tahir, Moch Salim, Yusak Yaluwo, Amrun Daulay, Agusrin Maryono Najamudin, Nazaruddin, dan Murman Effendi.

Jika partai yang getol mengkampanyekan korupsi saja sudah menjadi rumah nyaman bagi koruptor, maka matilah harapan pemerintahan bersih yang selalu didengung-dengungkan itu.

Kinerja kabinet pragmatis yang dibentuk atas konsesi power sharing oleh SBY pun tidak menunjukkan kinerja positif. Bahkan rilis terakhir dari Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), menunjukkan, kondisi Indonesia makin terpuruk dan tak kunjung menunjukkan sinyal perbaikan kesejahteraan rakyat. 50 persen instruksi Presiden tidak dipatuhi oleh para menteri yang terdiri dari bebagai latar belakang parpol dan kepentingan. Reshuffle yang sering didengung-dengungkan, pun tidak akan mampu memperbaiki kinerja kabinet karena adanya tarik menarik kepentingan.

Selain eksekutif, saat ini legislative kita juga bermasalah. Hasil pemilu pada 2009 yang lalu dipertanyakan legitimasinya. Terungkapnya skandal “surat palsu” MK yang berakar dari kisruh di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ternyata menjadi tempat bercokolnya mafia pemilu mengindikasikan bahwa banyak kursi haram di DPR. Berdasarkan data, diduga tidak kurang dari 16 kursi haram yang ada disenayan berdasarkan pengaduan mereka yang dicurangi. Menurut kami, ini hanyalah gunung es, ada banyak kasus lain yang belum terungkap.

Jika pemilu yang merupakan satu-satunya instrument politik yang digunakan dalam proses sirkulasi kepemimpinan politik sudah dipenuhi kecurangan, maka dengan temuan temuan kecurangan tersebut, kepemimpinan hasil pemilu 2009 secara otomastis tidak lagi legitimate!

Maka rangkaian kebohongan-kebohongan dan janji-janji palsu Pemerintahan SBY dan permasalahan di legislatif sudah cukup menjadi alasan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menyerukan secara moral kepada seluruh rakyat Indonesia untuk :

1. MENDESAK KEPADA PRESIDEN SBY YANG TELAH GAGAL MEMIMPIN INDONESIA UNTUK SEGERA MENGUNDURKAN DIRI DAN MEMBUBARKAN KABINET untuk kemudian dibentuk dewan rakyat sebagai bentuk peralihan pemerintahan.
2. MENDESAK KEPADA PRESIDEN SBY, DPR UNTUK SEGERA MEMPERCEPAT PEMILU. Baik Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Anggota Legislatif. Reformasi Jilid II.

Dan untuk menyikapi kerisauan ini maka, seluruh pengurus KAMMI Se-Indonesia akan berkordinasi pada tanggal 18-22 Juli di Bandung.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat, semoga menjadi perhatian kita semua.

Dikeluarkan di : Jakarta
Pada tanggal : 14 Juli 2011 M

Pengurus Pusat
KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (PP KAMMI)

Muhammad Ilyas, Lc.
Ketua Umum

CP :

* Sugeng Wiyono (Wakil Ketua Umum PP KAMMI)
* Eric Setiawan (Ketua PP KAMMI bid Komunikasi) 081806666926

Pimpinan KAMMI Pusat
Jalan Gugus Depan Nomor 2 Rt. 03 Rw. 02, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur
Telepon, E-mail: 085217716673/021-83262566, pp.kammi@gmail.com, kesekjendnan@gmail.com, http://www.kammi.org

About these ads

2 Responses to “Info | Pemerintahan Indonesia Saat ini [Part 1]”

  1. Prisma hayatussalam Says:

    Bagaimanapun cara /struktur kepemimpinan yang di pimpin oleh pemimpin yang berhidung tajam tidaklah bisa tujuan bersama bisa tercapai. KUCING-KUCING YANG BAIK TIDAKLAH HARUS JUGA RAMAH KEPADA TIKUS-TIKUS YANG RAKUS

  2. [...] Blog Opini | BloPini Sudut Kecil Untuk Mengartikan Makna Kemerdekaan dan Kebebasan « Info | Pemerintahan Indonesia Saat ini [Part 1] [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 735 other followers

%d bloggers like this: