Info | PT INKA Sanggup Produksi Kereta Api Canggih

Suasana di PT INKA

Spoiler for PT INKA 1:

Salah satu hasil PT INKA

Spoiler for KA PT INKA:

Shinkansen Indonesia

Spoiler for Shinkansen Indonesia:

Ini gan bus PT INKA buatan sendiri

Spoiler for BUS PT INKA:

TEMPO Interaktif, MADIUN – PT Industri Kereta Api (INKA) menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan teknologi keamanan kereta api. Namun harus ditunjang dengan infrastruktur yang memadai. “Memproduksi kereta api dengan teknologi yang lebih canggih dari yang konvensional selama ini bisa kami lakukan,” kata Kepala Hubungan Masyarakat PT INKA Fathor Rasyid, saat ditemui TEMPO, Selasa (5/10).

Fathor mengaku prihatin dengan berulangkalinya kecelakaan kereta api. Dia mengingatkan, keamanan operasional kereta api menyangkut berbagai pihak. Sehingga penanganannya harus bersifat integral.

Staf Teknologi PT INKA Suwun, menambahkan bahwa teknologi lokomotif dan kereta penumpang yang ada di Indonesia sebenarnya sudah ketinggalan jaman. “Teknologinya masih konvensional. Lokomotif hanya sebatas menjalankan dan memberhentikan kereta,” paparnya.

Salah satu sistem keamanan dalam lokomotif yang sudah dikenal sejak dulu adalah yang disebut dengan sistem deadman (manusia mati). Sistem dead man ini merupakan sistem konvensional kereta api yang mengharuskan masinis menginjak pedal dengan kaki atau tombol dengan tangan setiap tiga detik sekali. “Jadi kalau tidak diinjak atau dipencet akan berbunyi alarm peringatan. Sistem ini untuk mencegah masinis lalai atau mengantuk,” ujarnya.

Untuk menerapkan teknologi dan sistem operasional yang lebih canggih membutuhkan persetujuan para stakeholder. Bukan hanya inisiatif INKA. Sejumlah sistim kereta yang lebih canggih sudah digunakan beberapa negara maju.

Yang paling canggih disebut Automatic Train Operation (ATO). Di bawahnya, ada yang disebut dengan Automatic Train Control (ATC), Automatic Train Protection (ATP). Adapun yang paling sederhana adalah Automatic Train Stop (ATS), yang hanya bisa menghentikan kereta otomatis jika terjadi kesalahan jalur rel atau kendala lainnya. Sedangkan ATP, ATC hingga ATO bisa mengontrol laju dan pemberhentian kereta secara bertahap jika ada kesalahan atau sebab lainnya.

Kepala Hubungan Masyarakat PT KA Daerah Operasi (Daop) VII Madiun Harijono Wirotomo menambahkan bahwa standar operasional prosedur perjalanan kereta api sebenarnya sudah lengkap. “Perangkat sarana dan prasarananya memang ada yang sudah elektrik tapi juga masih ada yang manual,” ucapnya.

Dalam prosedur perjalanan kereta ada berbagai macam semboyan yang digunakan. Mulai dari kesiapan pemberangkatan kereta, hingga peringatan tanda bahaya. Koordinasi antara masinis dan petugas stasiun dengan pusat pengendalian di masing-masing Daop juga sudah diterapkan.

“Antara masinis dengan pusat pengendalian berkomunikasi dengan radio lokomotif yang menggunakan gelombang frekuensi. Begitu juga antara petugas stasiun dengan pusat pengendalian yang menggunakan pesawat rekam telepon (PRT),” urainya.

Masinis juga sudah dilengkapi dengan tabel daftar perjalanan antar stasiun yang sudah permanen. Begitu juga kondektur kereta yang selalu mencatat waktu kedatangan dan keberangkatan kereta di tiap stasiun. “Jadi kalau ternyata terlalu cepat atau terlalu lambat bisa diketahui.”

Menanggapi kasus tabrakan kereta api di Pemalang, menurutnya, bisa jadi karena kelalaian masinis atau memang sistim sinyal yang error. “Bisa jadi sistem sinyal itu rusak karena korsleting atau sebab lain sehingga kereta masuk dalam rel yang sama meski sistem sinyal sudah dijalankan,” katanya.

Sumber :Klik Disini

——————————————————————————————————————————————————————–

Semoga terus berkarya Anak Bangsa Indonesia…jangan minder bangsa ini mampu, untuk pemerintah terus dukung dong!!

 

Salam

Blopini

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 734 other followers

%d bloggers like this: