Arsip untuk Juni, 2008

Persfektif | Islam militan, sadis, rusuh? atau Islam rahmatan lil alamin

Posted in Opini Anda on Juni 29, 2008 by mand41l1nc

Ijinkan saya [Blopini|red] untuk memberikan sedikit cahaya lilin di tengah gelap karena kegelapan tidak akan hilang seketika tanpa ada penerangan, harus diberi lilin-lilin yang jumlahnya banyak agar kegelapan dapat diusir (susah dimusnahkan jika tidak bisa disebut tidak bisa dimusnhakan).

Islam adalah salah satu agama di dunia ini dan saat ini dunia Islam sedang dalam sorotan, di Palestina, Afghanistan, Pakistan, Irak, Iran, negara-negara lainnya. Islam saat ini telah di cap jelek oleh banyak orang ntah karena umat Islamnya sendiri atau memang permainan media yang menguasai seluruh sendi informasi dunia, bahwa Isalm adalah agama militan, sadis, rusuh, tidak berprikemanusiaan, dll.

Mari kita buka sedikit beberapa ingatan kita dan mari kita nilai sendiri (Blopini memberikan kebebasan buat siapapun baik Islam maupun Non untuk mengambil kesimpulan, berpendapat, menganalisis sesuai dengan kapasitasnya)

Islam itu militan, sadis, rusuh, akhlaknya jelek, tapi pernah ga lihat/dengar Islam pernah bikin Film kartoon yang menghina Agama lain, pernah ga ngarang ayat2 satan seperti salman Rusdhi yang akhirnya dilindungi oleh negara Inggris itu. Padahal sudah banyak dari agama lain yang melecehkan Islam dengan berbagai cara.
Banyak orang yang bukan Islam yang karena kepalanya pakai sorban seperti orang India, yang dibentak bentak dibandara soalnya dia dikira muslim. Jadi belum apa2 hanya karena berbaju kaya moslem saja sudah bisa dibentak-bentak (banyak kejadian di eropa), betapa rasisnya bukan?. Islam suka perang? Terus jaman perang Salib dulu siapa yang mulai?Paus Urbanus. Yang memalukan adalah pasukan muslim yang ditawan tentara salib semua dipancung, tapi untung Islam itu rahmatan lil alamin, ganti pada saat tentara salib yang ditawan Salahudin semuanya dibebaskan hanya dengan tebusan. Bahkan Richard The Lion Heart ketika tertawan dalam keadaan luka, terus malah salahudin sendiri yang merawat dia dengan menyamar seolah-olah rakyat biasa bukan Raja biar si Richard tidak segan atau menolak ditolong. Lalu daerah yang konflik sampai bunuh2-an seperti Ambon/Poso
setelah datang bala bantuan dari saudaranya minta damai pernah ga Islam minta terus perang, malah minta pemerintah mengusut siapa dalangnya (ada beberapa tulisan di koreksi). Sebaliknya ketika Islam mayoritas pernah dengar/lihat Islam membunuh/menyerang diam-diam waktu agama lain beribadah. Apa pernah di Aceh atau Padang Kristennya diganggu/dirusuhin?. Islam ngebom bali, Islam marah/demo karena ada sebab, karena sifat manusia akan diam ketika masih dalam tahap kewajaran, tapi kalau sudah melebihi batas pasti akan membalas. Palestina digempur, masjid di hancurkan, irak di bom, afghanistan di taklukkan demi kata demokrasi??? (masih tanda tanya demokrasi yang mana?) apakah sebagai saudara sesama agam akan diam? saya rasa semua agama pasti melakukan hal yang sama. Demikianlah ulasan saya silahkan menilai apakah Islam militan, sadis, rusuh? saya kembalikan kembali ke pembaca (Blopini cuma bertindak sebagai pengulas saja).

Damai adalah penting, nikmatnya ketika semua Agama bisa berdampingan, saling mengurus umatnya sendiri-sendiri dan bekerja sama menjaga perdamaian dunia, tanpa bermuka 2, politik ganda, dan munafik.

Kekerasan bukan jalan, namun jika Anda dipaksa bagaimana?

sedikit cerita, ketika Anda sedang pulang dari mall dan tiba-tiba datang 1 orang nodong Anda atau minimal meludah ke Anda apa yang Anda lakukan?? diam? atau melawan? saya rasa jika Anda punya ilmu beladiri atau sedikit ilmu kebal (hehehe klenik) atau minimal kesempatan untuk melawan karena Anda rasa Anda mampu melawan saya rasa Anda akan melawan tidak diam (Kekerasan kah ini???) grrr…….

Yuk Damai, Yuk Saling menghormati.

Blopini

Info | Terkaya di Indonesia dalam 25

Posted in Spesial Pake Telor on Juni 28, 2008 by mand41l1nc

Daftar 25 Pejabat Negara Terkaya di Indonesia

25 PEJABAT NEGARA TERKAYA

1 Aburizal Bakrie Menteri Koord. Kesra = Rp. 994,349,061,983 Thn 2005
2 Muhammad Jusuf Kalla Wakil Presiden = Rp. 134,265,037,046 Thn 2005
3 Fahmi Idris Menteri Perindustrian = Rp. 85,279,605,847 Thn 2006
4 Meutia Hatta S. Meneg. Pbdy. Perempuan = Rp. 38,459,989,300 Thn 2004
5 Agung Laksono Ketua DPR = Rp. 16,418,293,000 Thn 2001
6 Jero Wacik Menteri Kebudayaan & Pariwisata = Rp. 15,561,250,000 Thn 2004
7 Mari Elka Pangestu Menteri Perdagangan = Rp. 15,142,939,762 Thn 2004
8 Boediono Menteri Koordinator Perekonomian = Rp. 14,046,878,563 Thn 2004
9 M. Yusuf Asy’ari Meneg. Perumahan Rakyat = Rp. 13,232,400,000 Thn 2004
10 Adhyaksa Dault Meneg. Pemuda & Olahraga = Rp. 12,578,026,320 Thn 2004
11 Bambang Sudibyo Mendiknas = Rp. 12,489,646,528 Thn 2004
12 Anwar Nasution Ketua BPK = Rp. 11,968,769,205 Thn 2001
13 Sofyan Djalil Menteri Negara BUMN = Rp. 10,857,373,418 Thn 2007
14 Hatta Rajasa Menteri Sekretaris Negara = Rp. 9,727,063,000 Thn 2004
15 M Maftuh Basyuni Menteri Agama = Rp. 8,907,602,000 Thn 2004
16 Purnomo Yusgiantoro Menteri Energi & SDM = Rp. 7,623,418,134 Thn 2004
17 Sri Mulyani Menteri Keuangan = Rp. 7,376,539,461 Thn 2006
18 Paskah Suzetta Meneg./Ketua Bapenas = Rp. 6,963,214,000 Thn 2006
19 Jenderal (Pol) Sutanto Kepala POLRI = Rp. 5,931,696,900 Thn 2006
20 Rachmat Witoelar Meneg.Lingkungan Hidup = Rp. 5,758,178,340 Thn 2004
21 Juwono Sudarsono Menteri Pertahanan = Rp. 5,661,800,000 Thn 2004
22 Erman Suparno Menteri Tenaga Kerja&Trans. = Rp. 5,510,185,751 Thn 2006
23 Hassan Wirajuda Menteri Luar Negeri = Rp. 5,101,987,654 Thn 2004
24 Siti Fadilah Supari Menteri Kesehatan = Rp. 4,738,300,000 Thn 2004
25 Susilo Bambang Yudhoyono Presiden 4,652,069,796 Thn 2004

25 GUBERNUR TERKAYA

No Nama Lembaga Total TBN
1 Rudolf Mazvoka Pardede Gubernur Sumut = Rp. 298,740,200,000 Thn 2001
2 Fadel Muhammad Gubernur Provinsi Gorontalo = Rp. 149,752,933,448 Thn
2002
3 Zulkifli Gubernur Provinsi Jambi = Rp. 58,888,946,621 Thn 2004
4 Fauzi Bowo Gubernur Provinsi DKI Jakarta = Rp. 33,801,168,988 Thn 2006
5 Anwar Adnan Saleh Gubernur Sulawesi Barat = Rp. 30,287,981,975 Thn 2002
6 Sri Sultan Hamengkubuwono X Gubernur DIY= Rp. 20,184,763,982 Thn 2001
7 Ratu Atut Chosiyah Gubernur Banten = Rp. 17,810,707,822 Thn 2002
8 Agusrin Nadzamudin Gubernur Bengkulu = Rp. 12,350,448,400 Thn 2005
9 Agustin Teras Narang Gubernur Kalteng = Rp. 9,427,930,752 Thn 2004
10 Imam Utomo S Gubernur Jawa Timur = Rp. 6,616,092,638 Thn 2001
11 Danny Setiawan Gubernur Jawa Barat = Rp. 4,432,340,226 Thn 2001
12 Syahrial Oesman Gubernur Sumatera Selatan = Rp. 3,758,042,878 Thn 2005
13 Ismeth Abdullah Gubernur Kepulauan Riau = Rp. 3,697,058,000 Thn 2005
14 Karel Albert Ralahalu Gubernur Maluku = Rp. 3,511,005,232 Thn 2004
15 Piet Alexander Tallo Gubernur NTT = Rp. 3,306,801,297 Thn 2005
16 Rudi Arifin Gubernur Kalimantan Selatan = Rp. 2,409,211,550 Thn 2007
17 M Rusli Zainal Gubernur Provinsi Riau = Rp. 2,365,623,114 Thn 2002
18 S. H. Sarundajang Gubernur Sulawesi Utara = Rp. 2,350,767,000 Thn 2001
19 Eko Maulana Ali Gubernur Kep. Ba-Bel = Rp. 2,299,600,000 Thn 2006
20 Suwarna A.F. Gubernur Kalimantan Timur = Rp. 2,257,243,186 Thn 2001
21 M. Amin Syam Gubernur Sulawesi Selatan = Rp. 1,775,973,000 Thn 2001
22 Sjachroedin ZP Gubernur Lampung = Rp. 1,495,500,000 Thn 2003
23 Dewa Made Beratha Gubernur Bali = Rp. 1,320,726,894 Thn 2001
24 Lalu Serinata Gubernur NTB = Rp. 740,224,387 Thn 2002
25 Gamawan Fauzi Gubernur Sumatera Barat = Rp. 667,140,890 Thn 2001

25 BUPATI TERKAYA

No Nama Kabupaten Total TBN
1 Rina Iriani S. R. Bupati Karanganyar = Rp. 55,945,062,244 Thn 2005
2 Untung Sarono W Sukarno Bupati Sragen = Rp. 33,474,528,000 Thn 2002
3 Begug Poernomosidi Bupati Wonogiri = Rp. 28,780,000,000 Thn 2005
4 Ujang Iskandar Bupati Kotawaringin Barat = Rp. 21,789,880,000 Thn 2005
5 I Wayan Geredeg Bupati Karang Asem = Rp. 19,388,721,000 Thn 2005
6 Probo Yulastoro Bupati Cilacap = Rp. 16,082,077,852 Thn 2006
7 Monang Sitorus Bupati Samosir = Rp. 14,181,360,308 Thn 2005
8 Masfuk Bupati Lamongan = Rp. 11,200,711,889 Thn 2005
9 Endang Setyaningdyah Bupati Demak = Rp. 10,830,604,216 Thn 2005
10 Syaukani HR Bupati Kutai Kartanegara = Rp. 10,304,683,430 Thn 2004
11 Putu Bagiada Bupati Buleleng = Rp. 10,212,680,000 Thn 2006
12 AA. Sampurna Jaya Bupati Lampung Tengah = Rp. 10,076,500,000 Thn 2005
13 Sutrisno Bupati Pacitan = Rp. 10,040,249,782 Thn 2002
14 RM Luntungan Bupati Minahasa Selatan = Rp. 8,810,000,000 Thn 2005
15 Zulkifli Anwar Bupati Lampung Selatan = Rp. 8,481,877,000 Thn 2005
16 Basuki Tjahaja Purnama Bupati Belitung Timur = Rp. 8,365,669,968
Thn 2005
17 Ongku P Hasibuan Bupati Tapanuli Selatan = Rp. 8,222,024,000 Thn 2005
18 Abdullah Tuasikal Bupati Maluku Tengah = Rp. 8,180,050,712 Thn 2006
19 Aang Hamid Suganda Bupati Kuningan = Rp. 7,437,194,454 Thn 2005
20 Robbach Ma’sum Bupati Gresik = Rp. 6,756,637,188 Thn 2005
21 Ferry Zulkarnain Bupati Bima = Rp. 6,542,500,000 Thn 2004
22 Wahyudi K Anwar Bupati Kotawaringin Timur = Rp. 6,525,301,577 Thn 2005
23 Ratna Ani Lestari Bupati Banyuwangi = Rp. 6,020,500,000 Thn 2003
24 A. Dimyati Natakusumah Bupati Pandeglang = Rp. 5,966,675,000 Thn 2002
25 Zulfikar Achmad Bupati Bungo = Rp. 5,865,101,600 Thn 2003

25 WALIKOTA TERKAYA

No Nama Kota Total TBN
1 Sukawi Sutarip Walikota Semarang = Rp. 39,300,213,246 Thn 2005
2 Herry Zudianto Walikota Yogyakarta = Rp. 18,000,964,573 Thn 2003
3 Joko Widodo Walikota Surakarta = Rp. 9,829,421,400 Thn 2005
4 Rachman Djalili Walikota Prabumulih = Rp. 8,336,041,877 Thn 2005
5 Sofyan Hasdam Walikota Bontang = Rp. 7,808,866,349 Thn 2005
6 Rudy Resnawan Walikota Banjar Baru = Rp. 7,698,218,221 Thn 2005
7 Abdillah Walikota Medan = Rp. 7,513,608,000 Thn 2005
8 Herman Abdullah Walikota Pekan Baru = Rp. 6,677,423,789 Thn 2005
9 Aat Syafa’at Walikota Cilegon = Rp. 5,934,956,835 Thn 2005
10 Sutrisno Hadi Walikota Tanjung Balai = Rp. 5,820,789,178 Thn 2005
11 M Ali Umri Walikota Binjai = Rp. 4,655,402,291 Thn 2002
12 A Dadang Kafrawi Walikota Jakarta Selatan = Rp. 4,363,306,373 Thn 2005
13 Medi Botutihe Walikota Gorontalo = Rp. 4,108,761,533 Thn 2001
14 Fajar Panjahitan Walikota Jakarta Barat = Rp. 3,929,610,559 Thn 2005
15 M Effendi Anas Walikota Jakarta Utara = Rp. 3,913,579,707 Thn 2005
16 M Itoc Tochija Walikota Cimahi = Rp. 3,216,350,000 Thn 2006
17 Abdul Hafiz Hasibuan Walikota Tebing Tinggi = Rp. 2,809,590,000 Thn
2005
18 Imdaad Hamid Walikota Balikpapan = Rp. 2,800,352,783 Thn 2006
19 Mansyur M Abunawas Walikota Kendari = Rp. 2,541,777,000 Thn 2001
20 J.A Jumame Walikota Sorong = Rp. 2,502,907,024 Thn 2003
21 Awang Ishak Walikota Singkawang = Rp. 2,502,502,288 Thn 2003
22 Andi P Tenriadjeng Walikota Palopo = Rp. 2,460,803,952 Thn 2003
23 Arifin Manap Walikota Jambi = Rp. 2,429,565,192 Thn 2002
24 Kusnan Walikota Jakarta Timur = Rp. 2,288,144,588 Thn 2005
25 Buchary Abdurahman Walikota Pontianak = Rp. 2,251,196,000 Thn 2002

Sumber: Dokumen Tambahan Berita Negara (TBN) LHKPN KPK kurun waktu
2001 – 2007

Info | Indonesia merdeka, Indonesia jaya, Indonesia Raya

Posted in Opini Ke-Negara-an on Juni 26, 2008 by mand41l1nc

Phinisi-Raja Laut–walaupun tradisional ini di export lho….


MV TemuKira

MV Raja Ampat

Motor Yacht 28 meter…ini juga dibeli ma orang luar…


FPB-57…kebanggaan indonesia saat ini….tp nanti klo KORNAS ud dibuat bakalan jd kapal lama d………

LPD

Hovercraft

FPB-15

FPB-28

FPB-14

Star-50

Tanker 30.000 LTDW

Tanker 17.500 LTDW

Cargo Vessel 3.500 DWT

info dari kaskus.us

Lihatlah produk dalam negeri ini wahai anak bangsa (rakyatnya, wakilnya, pemerintahnya, penguasanya) tidakkah bisa kita bayangkan bahwa Indonesia mampu, bisa sejajar malah lebih dari negara maju .

Mulai saat ini tanamkan dalam hati kita wahai anak bangsa bahwa kita harus percaya diri sebagai sebuah bangsa besar. Saat ini kita baru berada pada fase Indonesia Merdeka, jika sudah melewatinya kita akan menuju Indonesia Jaya, jika sudah jaya kita akan jadi negara/bangsa yang lebih super power dari negara adidaya yaitu Indonesia Raya seperti cita-cita The founding Father dan pejuang kemerdekaan kita.

“KITA Harusnya Bangga, KITA Harusnya Percaya Diri, KITA Harusnya Berpartisipasi dalam membangun Bangsa ini”

“KITA tidak Seharusnya mengrogoti Bangsa ini dengan korupsi, suap, menipu rakyat sendiri, menghina /mencaci pemimpin sendiri”

Merdeka

Game | Game Online Buatan Anak Bangsa (Inspirit Arena)

Posted in Hiburan on Juni 25, 2008 by mand41l1nc

Sebelumnya selamat buat Altermyth (pembuat Inspirit Arena) akhirnya selesai juga tuh game, Blopini sudah monitor calon game online pertama buatan Indonesia pada tahun 2006, game ini di sponsori oleh salah satu situs game online www.boleh.com

Semua keterangan tentang game ini bisa Anda peroleh di Info Game dan pendaftaran untuk bisa bermain bisa dilakukan di daftar baru

Cara mendaftar dan bermainnya sangat mudah (apalagi buat gamers karena persis seperti mendaftar game online lainnya) berikut caranya :

1. Download full client di full client….
2. bagi yang belum mempunyai id Boleh (id Gunbound, PangYa, Xian) bisa daftar dulu di daftar baru….
3. bagi yang sudah punya id Boleh langsung saja buka http://www.boleh.com lalu login ke id anda
4. setelah login klik gambar “aktivasi Inspirit Arena” di bagian kanan atas….
5. selamat bermain, c u there…. ;)

review tentang game ini adalah :

  • masih sepinya pemain berbeda dengan game yang dibuat oleh negeri lain seperti korea, jepang dll, mungkin kurang promosi dan support dari si pembuat maupun sponsor.
  • Masih banyaknya bug dan visualisasi yang sedikit kurang bagus (ini bisa dimaklumi apalagi untuk yang pertama mudah-mudahan selanjutnya lahir game yang setara dengan game online sekarang).
  • Keterangan cara bermain juga kurang begitu jelas.

tetapi untuk keseluruhannya sudah cukup apalagi untuk yang pertama. Cintain Produk dalam negeri, beri kritik membangun, dan jangn lupa cobalah memainkannya :)

Indonesia Negara Besar (bukan wilayah, bukan penduduk, tapi produk dan kualitasnya ok)

Info | Qatar Telecom Tuntaskan Akuisisi Saham Indosat

Posted in Information Technology on Juni 24, 2008 by mand41l1nc

Jakarta – Qatar Telecom (QTel) mengumumkan telah merampungkan akuisisi pembelian saham PT Indosat Tbk dengan Singapore Technologies Telemedia (STT) yang penandatanganan awal jual belinya pada 6 Juni 2008.

Seperti dilansir dari situs bisnis untuk kawasan Timur Tengah Zawya, Senin (23/6/2008) Qtel telah menuntaskan jual beli 40,8% saham Indosat itu dengan Indonesia Communications Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) yang merupakan anak usaha STT pada 22 Juni 2008.

Qtel mengatakan akan melakukan tender offer sebagai kewajiban untuk pembelian saham ke publik sesuai dengan aturan yang ada. Qtel akan segera memulai melakukan penawaran tender termasuk saham Indosat dalam bentuk American Depositary Shares diluar yang dimiliki Qtel.

Qtel juga akan melakukan pembicaraan dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk aturan tender offer tersebut.

Qtel membeli 40,8% saham Indosat milik STT seharga US$ 1,8 miliar atau 2,4 miliar dolar Singapura yang per sahamnya Rp 7.388 per saham. Harga ini lebih tinggi atau premium dari harga saham Indosat pada penutupan perdagangan saham Jumat (6/6/2008) atau harga terakhir sebelum transaksi di level 5.650 per saham.

Qtel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Timur Tengah yang jaringannya tersebar di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa. Dengan membeli Indosat, Qtel kini memiliki 44 juta konsumen yang tersebar di 16 negara.

info detik.com

Info | Release SKB 09 Juni 2008

Posted in Opini Ke-Negara-an on Juni 10, 2008 by mand41l1nc

7 Poin isi SKB sebagai berikut :

1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 1965 tentang pencegahan penodaan agama.

2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenani saksi sesuai peraturan perundangan.

4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.

5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tidak mengindahkan peringatan dnan perintah dapat dikenakan sanksi sesuai perundangan yang berlaku.

6. Memerintahkan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini.

7. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, 09 Juni 2008

“Ini (SKB 3 Menteri) intinya memerintahkan menghentikan seluruh kegiatan JAI,” kata Jaksa Agung Hendarman Supandji kepada wartawan seusai pengumuman SKB 3 Menteri Tentang Perintah Terhadap Penganut Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di kantor Departemen Agama (Depag), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2008/detikcom ).

Opini | BloPINI Kecewa

Posted in Opini Anda on Juni 9, 2008 by mand41l1nc

maulanusantara.wordpress.com sebuah blog sahabat yang beberapa hari ini menjadi sorotan BloPINI memberikan kekecewaan kepada pihak BloPINI, mengaku “Maka, membangun sebuah lembaga yang bisa memberi inspirasi dan memperkuat nilai-nilai universal dan plural adalah tindakan yang pertama mesti dilakukan. Dengan sistem kurikulum advokasi yang dialogis, reflektif dan mencerahkan dan jaringan kerja dengan sesama pencinta perdamaian diharapkan muncul kesadaran gerak pada masyarakat mulai dari pencerahan kosmik, kesetaraan, kemajemukan, dan kesejahteraan. Untuk hal inilah MAULA dilahirkan.” tapi dalam kenyataanya tidak.

BloPINI memberikan beberapa komentar (yang untungnya ada 1 yang tersimpan di database tulisan Blog ini) untuk beberapa tulisan Maula dan menunggu moderasi tapi ternyata setelah di cek pagi ini tgl 09/06/08 ternyata komentar BloPINI hilang dari blog saudara saya ini. Berikut petikan komentar BloPINI di Maula tentang sejarah kekerasan FPI

Salam hangat dari BloPINI,

Ijinkan BloPINI untuk memberikan asumsi pemikirannya tentang FPI ini jika tidak bisa disebutkan sebagai pendapat (karena ketakutan BloPINI terhadap kemampuan orang-orang di balik maula mengolah kata).

“BloPINI menganggap Maula memberi ruang”

Kita buka dulu sejarah Maula ya…karena BloPINI selalu meluangkan tulisan dan asumsi [kembali lagi asumsi jika tidak bisa dikatakan pendapat : mohon dicerna :) ] setelah membaca secara keselurahan isi agar tidak terjadi bias dan salah kaprah.

sedikit kutipannya “Pada akhir 2000 di Bandung, beberapa lulusan muda ITB, Unpad dan IKIP membincangkan potensi mengkhawatirkan apabila kondisi majemuk bangsa ini tidak dipertahankan. Mereka menyadari benar bahwa kaum fundamentalis mempunyai kerja-kerja organisasi dan ideologi yang lebih solid dan sistemik. Menghadapi mereka tidak bisa hanya dengan berdoa. Apalagi ketika doa itu pun dianggap milik mereka sebagai pemilik seluruh kebenaran di dunia ini.

Maka, membangun sebuah lembaga yang bisa memberi inspirasi dan memperkuat nilai-nilai universal dan plural adalah tindakan yang pertama mesti dilakukan. Dengan sistem kurikulum advokasi yang dialogis, reflektif dan mencerahkan dan jaringan kerja dengan sesama pencinta perdamaian diharapkan muncul kesadaran gerak pada masyarakat mulai dari pencerahan kosmik, kesetaraan, kemajemukan, dan kesejahteraan. Untuk hal inilah MAULA dilahirkan.”

Saya yakin (BloPINI : red) semua organisasi atau kelompok baik yang fundamentalis, nasionalis, kriminal, kongkow”, kumpul kebo, pendukung universal dan pluralisme atau apalah memiliki tujuan yang saya rasa pasti menguntungkan minimal untuk anggota/konstituen nya jika tidak bisa untuk semua manusia di dunia. Dan keyakinan itu dimiliki oleh Maula dan pembacanya, BloPINI dan pembacanya, FPI dengan pendukungnya dll. mmm….ok disini kita sudah sepaham belum? jika belum mohon dikoreksi karena saya sudah membaca sejarah dari maula.

Wah sejarah pendiriannya bagus banget, untuk merapatkan dan mengharmoniskan keyakinan, ideologi, pikiran, khayalan, dan tetek bengek lain di dunia tujuan mulia (semua itu dapat terwujud ketika aktivis, pengerak, pendukung, yang ngences tidak bias dalam prilaku, pendapat, pikiran maupun ngencesnya)

mari kita buka ke-bias-an dari berita maupun artikel Maula ini (tidak semua karena tidak ada waktu jika tidak bisa dikatakan malas untuk membaca semua artikel yang berat sebelah)

Catatan redaksi Maula:

Iklan layanan masyarakat ini tersebar di media cetak dan milis jauh sebelum tragedi 1 Juni 2008. Munarman mengatakan, “Aksi AKKBB adalah bentuk provokasi untuk menantang Islam!” Faktanya, dari beragam tokoh nasional yang turut menandatangani pernyataan damai ini, tidak ada sedikitpun usaha memprovokasi umat Islam. Justru FPI dan kelompok Islam garis keras lainnya telah menganiaya massa AKKBB.

lantas kenapa kalau memang itu terjadi 1 juni 2008 ataupun 1 juni 2007, jelas maksud dari aksi ini adalah mendiskriditkan satu kelompok, penuduhan maksud akhir satu kelompok untuk mengganti dasar negara pancasila (walaupun tidak disebutkan dasar negara penngantinya) apalagi disana jelas tertuju pada FPI kenapa? siapa lagi yang keras menentang ahmadiyah?, dan terang saja menimbulkan kemarahan kelompok tersebut, jika memang maula tidak bias dengan sejarah pendiriannya maula seharusnya menulis seperti ini [maaf mendikte:tidak sependapat silahkan!!! agar dapat disimpulkan dimana maula berdiri sebenarnya]

“Aksi ini tidak seharusnya hanya menentang kekerasan satu kelompok saja tapi melihat dari kenapa terjadi kekerasan tersebut, aksi ini terlihat mendukung satu kelompok saja ahmadiyah dari prakata awal iklannya mari kita hentikan aksi anarkis seperti FPI merusak cafe yang menjual minuman keras dan mari kita hentikan perusakan atas keyakinan satu agama oleh kelompok lain seperti ahmadiyah terhadap Islam”

dan faktanya!!!! maula bias.

“Republik Indonesia – sebuah negara dengan kondisi geografis yang sangat strategis, sejarah peradaban masa lampau yang menakjubkan, kearifan budaya yang begitu mendalam – haruslah dengan sadar menghindari berbagai praktik kekerasan terhadap sesama manusia. Apapun dalihnya.” Blopini sangat setuju.

Tapi apakah maula melihat kekerasan itu dari segi seperti bakar membakar, bacok membacok, sayat mensayat, KDRT, pukul memukul, tidak saudara BloPINI mengangap semua yang menyakitkan itulah kekerasan caci mencaci, membuat berita bohong, berpendapat tidak seimbang (bias), dll yang tidak berbenturan dengan fisik namun menyakitkan hati.

wah masih banyak sebenarnya tapi karena keterbatasan BloPINI menulis akibat pekerjaan maka mudah-mudahan ulasan saya yang sedikit dan dangkal ini dapat memberikan sedikit pencerahan bagi saya pribadi, pembaca maupun maula sendiri.
mungkin BloPINI akan memberikan ulasannya yang lebih lengkap jika waktu lebih panjang.

“Jangan menilai jika masih bisa dinilai, jangan mengukur jika masih diukur, berikan pendapat seadilnya tinggalkan posisi, keluarlah dari sistem lihat amati baru berpendapat jangan asal njeplak”

BloPINI “sudut kecil untuk mengartikan makna kebebasan”

Opini | Propaganda

Posted in Opini Anda on Juni 8, 2008 by mand41l1nc

JIL

Kesaksian Seorang Anggota JIL tentang Kerusuhan MONAS

Dari milis sebelah, ini ada kesaksian tentang kerusuhan di MONAS. Sepertinya menarik untuk dibaca. Silahkan dianalisa, dikritisi, dan juga konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

———————————————–

Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu,
nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis
Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada
kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian
sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni
yang lalu.

Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang
telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM
yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk
Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja
untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.

Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL
Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA,
Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY
di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat
orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari
Rizal Mallarangeng.

Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat
mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY
selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL
mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain.
Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul
bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti
dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat
isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu
mendapatkan perlakuan keras dari FPI.

Lalu setelah mendapatkan ‘restu’ dari presiden Goenawan Mohammad,
Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan
Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana
membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan
perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu
setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu
akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan
momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat
semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta
yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut
datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul,
bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan
kekerasan dan pengerusakan.

Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi
SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan
Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi
tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah
untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas
JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali
dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa
kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan
tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media
elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun
bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai
besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu
kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang
damai.

Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue
tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang
berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk
dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi
tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang
diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi
yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa
membubarkan aksi tersebut.

Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis
ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu
skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan
isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena
selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan
aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan
simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi
dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan
untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang
membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama
dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap
kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-
kawan sekalian. Terima kasih.

Salam

Nong Darol Mahmada

Opini | Indonesiaku….. Indonesiaku….. Indonesiaku…

Posted in Opini Anda on Juni 8, 2008 by mand41l1nc

Wah judul diatas aku tulis sampai 3 kali sangkin ngenesnya melihat kejadian-kejadian di Indonesia. Selain naiknya harga BBM masalah FPI juga menjadi headline permasalahan di Indonesia. FPI Front Pembela Islam yang bentrok dengan masa AKKBB di Monas telah menjadi sorortan publik karena dianggap sudah sering melakukan kekerasan, rata-rata rakyat Indonesia masih termakan dengan pemberitaan tidak seimbang oleh media, kelompok yang memiliki dana untuk memutarbalikkan fakta. Mari kita buka ulang apa sebenarnya yang terjadi BloPINI akan berusaha adil, tidak bias, keluar dari line ideologinya, memandang dari sisi luar sistem agar ulasannya lebih bisa dibaca dan dipahami oleh semua kalangan.

FPI adalah sebuah organisasi massa Islam yang konsentrasi dengan penegakkan hukum/syariat Islam bagi umat Islam. Dalam perjalanannya FPI dalam dakwahnya sering mendapat tentangan dari beberapa kelompok dan terkadang terjadi bentrok (yang dianggap sebagai kekerasan).

Latar belakang pendirian FPI sebagaimana diklaim oleh organisasi tersebut antara lain:

  1. Adanya penderitaan panjang ummat Islam di Indonesia karena lemahnya kontrol sosial penguasa sipil maupun militer akibat banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum penguasa.
  2. Adanya kemungkaran dan kemaksiatan yang semakin merajalela di seluruh sektor kehidupan.
  3. Adanya kewajiban untuk menjaga dan mempertahankan harkat dan martabat Islam serta ummat Islam.

Ok cukup Nostalgianya….(back to topic)

Kita harus sepakati setiap kelompok baik itu kelompok agama, preman, bandit, partai, kedaerahan, kabupaten, negara akan melindungi, menjalankan, visi misi dari kelompoknya sehingga jika ada yang mengusik pasti ada ktidaksetujuan, penolakan, kemarahan, kebencian dsbnya kepada yang mengusiknya

Kasus 1.

Isu pemerkosaan massal atas perempuan Cina dalam Kerusuhan Mei 1998 senantiasa dihembus-hembuskan. Tidak lebih dari berita bohong.

Hasil penyidikan FBI akhirnya membongkar kebohongan itu. “Jika sebuah kebohongan terus-menerus diceritakan hingga terdengar luas di masyarakat, maka lama-kelamaan masyarakat akan meyakini kebohongan itu sebagai sebuah kebenaran.” kata Menteri Propaganda Nazi Jerman, Dr Josef Goebels, enam dasawarsa yang lalu.

Meski sudah kuno, namun prinsip propaganda yang diterapkan Nazi untuk melibas bangsa Yahudi di Eropa menjelang Perang Dunia II itu masih terus dipakai dan dilestarikan hingga kini.

Strategi propaganda ala Goebels ini pun tetap laris di Indonesia dan masih cukup efektif sebagai alat pemukul lawan politik dan ide yang berseberangan. Tengoklah
berbagai propaganda hitam yang dikembangkan dengan cara itu. Misalnya, pembangunan opini bahwa Islam sudah tidak cocok untuk zaman modern ini, pembentukan opini bahwa
poligami identik dengan kekerasan, pengelabuan bahwa pluralisme adalah kebaikan yang harus diterima dan sebagainya.

Tapi, propaganda kebohongan paling dahsyat di Republik ini adalah isu tentang pemerkosaan massal atas para perempuan etnis Cina pada saat kerusuhan Mei 1998. Dengan sistematis mereka meniupkan isu tentang isu perkosaan itu, dengan berbagai cerita di berbagai media, dengan berbagai cara dan sarana, baik di dalam dan luar negeri. Padahal, dengan jelas isu itu sebenarnya dipakai untuk mendeskreditkan Islam dan simbol-simbol Islam.

Kisah Vivian dan Foto-Foto Perkosaan

Internet menjadi sarana paling hebat untuk menyebarluaskan kisah perkosaan massal itu. Yang paling kontroversial adalah kisah yang konon dialami oleh seorang gadis
keturunan Cina bernama ‘Vivian. Kisah itu muncul kira-kira pada pertengahan Juni 1998. Konon Vivian tinggal bersama orang tuanya di lantai 7 sebuah apartemen di kawasan Kapuk, Jakarta Utara ketika diserbu orang-orang tak dikenal saat kerusuhan Mei. Mereka lalu memperkosa Vivian, saudara, tante dan tetangga-tetangganya.

Kisah Vivian sangat deskriptif, detail dan menyentuh, sehingga mampu membangkitkan emosi. Majalah Jakarta-Jakarta sempat mengutip cerita perkosaan yang sangat vulgar itu mentah-mentah dalam sebuah edisinya. Dalam cerita itu, dengan sangat kurang ajar, ia menceritakan bahwa orang-orang yang bertampang seram itu memperkosa mereka
dengan berteriak “Allahu Akbar” sebelum melakukan perbuatan itu. Caci maki pun berhamburan kepada ummat Islam dan para Ulama.

Hampir bersamaan dengan munculnya kisah Vivian, muncul pula foto-foto yang konon berisi gambar para korban kerusuhan Mei di jaringan internet. Beberapa website memuat foto-foto yang luar biasa sadis dan mencekam. Siapapun pasti tersulut
amarahnya bila melihat foto-foto yang disebut-sebut sebagai foto kerusuhan Mei 1998 dan korban-korban perkosaan massal itu.

Pemajangan foto-foto di media internet itu telah mengundang emosi luar biasa bagi etnis Cina di seluruh dunia. Mereka menganggap kerusuhan Mei 1998 adalah sebuah operasi yang sengaja ditujukan untuk mengenyahkan orang Cina, dan menyetarakan kasus perkosaan massal atas perempuan-perempuan itu dengan kasuk The Rape of Nanking,
saat pendudukan Jepang ke Cina tahun 1937.

Upaya Menelisik Fakta

Para wartawan yang kredibel mengakui bahwa pada saat peristiwa Mei 1998, peristiwa perkosaan memang terjadi. Seorang wartawan FORUM mendapat pengakuan dari seorang
anggota Satgas PDI Perjuangan bernama M, bahwa dia dan teman-temannyalah yang menyerbu dan membakar pertokoan di Pasar Minggu. Ia juga mengaku melecehkan perempuan, bahkan beberapa kawannya memperkosa mereka. Tapi menurut dia,
korban tidak hanya dari kalangan Cina. “Siapa aja, ada Amoy, ada Melayu, ada Arab,” kata anggota Satgas PDIP itu.

Para wartawan pun terus mencoba mengejar dan mewawancarai korban dengan semua petunjuk tentang para korban, tapi hasilnya nihil. Konon semua sudah pergi ke luar negeri dan tidak terlacak lagi. Hanya anak ekonom Christianto Wibisono yang terkonfirmasi sebagai korban perkosaan Mei 1998. Majalah Tempo, dalam edisi pertama setelah terbit lagi juga tak mampu menemukan korban, apalagi sampai berjumlah ratusan.

Beberapa wartawan yang melacak lokasi yang di duga menjadi tempat tinggal Vivian dan keluarganya, juga tak menemukan apa-apa. Warga di sekitar apartemen menjawab tidak ada dan tidak pernah terdengar adanya Amoy yang diperkosa saat kerusuhan Mei 1998. Seorang anak nelayan yang pada dua hari jahanam itu menjarah apartemen tempat Vivian tinggal mengaku, jangankan memperkosa, ketemu penghuni juga tidak. Sebab, mereka sudah kabur ke luar negeri.

Soal jumlah korban perkosaan pun menjadi ajang perdebatan seru. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Kerusuhan Mei 1998 pecah gara-gara bab yang membahas hal ini. Sebagian anggota ingin memasukkan semua laporan tentang adanya perkosaan, sementara yang lain meminta semua di klarifikasi dulu. “Terkesan ada yang ingin memanfaatkan isu ini untuk kepentingan tertentu.” kata anggota TGPF Roosita Noer.

Tengoklah data yang mereka kumpulkan. Dari 187 nama menurut daftar yang dibawa anggota TGPF Saparinah Sadli dan 168 dalam daftar Pastor Jesuit Sandyawan Sumardi, ternyata hanya 4 orang yang berhasil diklarifikasi, yang lain baru qaala wa qiila, alias kata orang. Sementara, 2 (dua) orang korban yang di datangkan anggota TGPF Nursyahbani Katjasungkana ternyata orang gila beneran yang di duga sudah lama. Lucunya, ketika data ini diminta, Ketua TGPF Marzuki Darusman tidak mau membagi data itu kepada anggota yang lain.

Dari sisi ilmu statistik, data soal perkosaan massal pun aneh. Misalnya laporan tentang adanya perkosaan jauh lebih besar dari pada laporan tentang pelecehan seksual, di raba-raba dan sebagainya. Padahal, seharusnya menurut statistik, berdasarkan kurva sebaran, pola acak akan selalu membentuk kurva seimbang. Jumlah laporan orang yang diraba-raba saja seharusnya lebih banyak dari pada yang dilaporkan mengalami pelecehan, apalagi yang sampai diperkosa, dengan tingkatan paling berat.

Kebenaran kisah Vivian sempat juga dipertanyakan kalangan keturunan Cina sendiri. Mungkinkah si terperkosa, dalam waktu singkat menceritakan hal ini, sehingga cerita ini muncul di internet pada 13 Juni 1998— dan bisa mengendalikan emosi, sehingga bisa menuliskan kisah kesadisan yang dialaminya secara detail? Bukankah hal ini
bertentangan dengan anggapan bahwa etnis Tionghoa teramat sangat tertutup dalam hal perkosaan?

Setelah menerima banyak pertanyaan soal orisinilitas cerita Vivian, pengelola situs Web World Huaren Federation (WHF), Dean Tse, dalam pesannya tanggal 18 Agustus 1998,
minta agar pengirim cerita bisa memberi keterangan lebih lanjut. Namun hingga kini, permintaan Dean Tse belum ada jawaban. Dean Tse pun tidak bisa melacak alamat si pengirim cerita tersebut di jaringan internet.

Belakangan Soekarno Chenata, pengelola situs Web Indo Chaos, juga mengakui foto-foto yang bergentayangan di situsnya, sama sekali tidak otentik. Kepada detik.com, Soekarno mengaku pernah menerima foto sadis yang sempat di pajang di Indo Chaos. Namun ia segera mencabut foto itu dari situsnya karena ternyata foto itu adalah hasil montase dan diambil dari situs porno yang memang brutal.

Terbongkar Habis

Upaya pembuktian telah dilakukan, namun upaya pengaburan dan disinformasi terus dilakukan. Misalnya, ketika fakta bahwa Vivian tidak pernah ada, para agitator itu berdalih, Vivian adalah nama dan alamat yang dipakai dan hanyalah nama samaran. Ketika para wartawan tidak menemukan korban, mereka berkilah soal keselamatan korban. Hingga akhirnya kebohongan itu terbongkar, justru dari AMERIKA SERIKAT,
tempat di mana para pembohong itu mengobral cerita untuk menyudutkan kaum Muslimin di Indonesia.

Semula, pemerintah Amerika Serikat dengan mudah memberikan suaka kepada imigran asal Indonesia yang mengaku dianiaya dan dirudung kekerasan seksual di negerinya dengan alasan etnik dan agama. Tapi gara-gara kesamaan pola cerita, kedekatan waktu pengajuan, kesamaan alamat dan asal pengaju, dan kesamaan kantor pengajuan, mereka mulai curiga.

Setelah menyelidiki selama dua tahun, pada Senin, 22 November 2004 satuan tugas rahasia pemerintah Amerika Serikat menggelar operasi bersandi Operation Jakarta.
Operasi penangkapan 26 anggota sindikat pemalsu dokumen suaka ini dilakukan serentak di lebih dari 10 negara bagian di Amerika Serikat. “Pemimpin sindikat ini adalah Hans Guow, WNI yang dikabulkan permohonan suakanya pada 1999,” kata Jaksa Penuntut Wilayah Virginia, Paul J McNulty yang menangani kasus ini.

Para tersangka dikenai tuduhan sama, yakni memalsukan dokumen suaka serta berkonspirasi dalam pemalsuan berbagai dokumen. Awalnya mereka hanya membantu menyediakan dokumen asli tapi palsu. Tapi setelah berhasil mengibuli pihak berwenang dengan memalsukan izin kerja dan nomor jaminan sosial, mereka mulai menyiapkan aplikasi suaka palsu.

Mereka juga menyiapkan skenario pengakuan bo’ong-bo’ongan seperti diperkosa atau dianiaya dalam kerusuhan Mei 1998. “Cerita tentang penyiksaan itu sangat seragam karena para pelamar menghafalkan kata demi kata secara persis seperti yang diajarkan,” kata Jaksa McNulty. Mereka pun mengajari kliennya untuk menangis dan memohon dengan emosional untuk mengundang simpati petugas.

Lucunya, mereka menceritakan kisah yang sama. Cerita diperkosa supir taksi misalnya meluncur dari mulut 14 perempuan yang mengajukan permohonan suaka sejak 31 Oktober
2000 hingga 6 Januari 2002. “Mereka mengaku diperkosa karena keturunan Cina,” kata Dean McDonald, agen spesial dari Biro Imigrasi dan Bea Cukai Kepabeanan Departemen
Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat di negara bagian Virginia.

Belakangan, Voice of Amerika juga membuat liputan investigatif tentang isu perkosaan massal itu. Mereka keluar masuk berbagai lokasi yang dicurigai sebagai TKP perkosaan massal, dan mencoba mewawancarai berbagai pihak. Tapi hasilnya nihil. Perkosaan memang ada, tapi dengan mengikuti petuah Goebels, fakta telah didramatisasi sedemikian rupa dan dimanipulasi dengan dahsyat.
kasus 2.

Masih simpang siurnya masalah Ahmadiyah

dan banyak kasus lainnya yang tidak bisa di buka disini semua bisa berabe penuh blognya BloPINI (googling aja)

Nah dari contoh kecil kasus diatas jelas kalo Anda sebagai FPI pasti marah ketika Agama kelompok Anda di lecehkan, dirusak namanya, di rendahkan agamanya sehingga Anda perlu melakukan tindakan untuk meng-counter semua itu dengan jalan yang pasti sesuai dengan visi dan misi kelompok Anda.

“Sebagai ulasan Jika memang Indonesia negara hukum sudah seharusnya Indonesia melindungi rakyatnya dari koruptor yang menyedot kekayaan negara sehingga rakyat menangung bebannya, melindungi TKI-nya dari kebegisan majikannya di luar negeri, melindungi Agama yang diakui oleh negara dari pendomplengan dan penghancuran oleh kelompok lain, tapi ternyata tidak Indonesia hanya mengaku negara hukum tapi mandul”

“BloPINI anti kekerasan (fisik maupun non fisik), BloPINI anti bunglon (Bermuka dua, berkepribadian ganda, munafik)”

Tapi BloPINI yakin akan terjadi perubahan di bangsa ini nantinya, mari kita kawal dan kita jaga jalurnya.

Ulasan singkat Blopini.