Arsip untuk Mei, 2008

Info Pemilu 2009 | Partai Lolos Administrasi KPU

Posted in Opini Ke-Negara-an on Mei 31, 2008 by mand41l1nc

Ada 51 partai yang lolos dalam uji administrasi oleh KPU, diantaranya partai yang ikut pemilu 2004 sejumlah 16 partai.

Sesuai dengan pasal 315 dan pasal 316 huruf d UU 10/2008 tentang pemilu maka ke 51 partai ini lolos dari uji verifikasi faktual.

Partai yang lolos dengan memenuhi isi pasal 315 UU Pemilu adalah :

  1. Partai Golkar
  2. PDIP
  3. PPP
  4. Partai Demokrat
  5. PAN
  6. PKB
  7. PKS (uratan dan warna tidak mempengaruhi).

Partai yang lolos dengan memenuhi isi pasal 316 UU Pemilu adalah :

  1. PBR
  2. PDS
  3. PBB
  4. Partai Demokrasi Kebangsaan
  5. Partai Pelopor
  6. Partai Karya Peduli Bangsa
  7. PNI Marhaenisme
  8. PKPI
  9. Partai Penegak Demokrasi Indonesia

Dan yang lolos verifikasi faktual administrasi adalah :

  1. Partai Hanura
  2. Partai Peduli Rakyat Nasional
  3. Partai Pemersatu Bangsa
  4. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
  5. Partai Pemuda Indonesia
  6. Partai Demokrasi Kebangsaan Bersatu
  7. Partai Matahari Bangsa
  8. Partai Republikku Indonesia
  9. Partai Demokrasi Pembaharuan
  10. Partai Nasionak Benteng Kerakyatan Indonesia
  11. Partai Persatuan Daerah
  12. Partai Buruh
  13. Partai Nurani Umat
  14. Partai Patriot
  15. Partai Kebangkitan Nasional Ulama
  16. Partai Kristen Demokrat
  17. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
  18. Partai Karya Perjuangan
  19. Partai Barisan Nasional
  20. Partai Republik Nusantara
  21. Partai Perjuangan Indonesia Baru
  22. Partai Bhineka Indonesia
  23. Partai Kedaulatan
  24. Partai Nusantara Kedaulatan Rakyat Indonesia
  25. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
  26. Partai Merdeka
  27. Partai Kristen Indonesia 1945
  28. Partai Reformasi
  29. Partai Pembaharuan Bangsa
  30. Partai Indonesia Sejahtera
  31. Partai Demokrasi Perjuangan Rakyat
  32. Partai Indonesia Tanah Air Kita
  33. Partai Persatuan Sarikat Indonesia
  34. Partai Kasih
  35. Partai Kongres

Yang tidak lolos verifikasi adalah :

  1. PNI
  2. Partai Kristen Demokrasi Indonesia
  3. Partai tenaga kerja Indonesia
  4. Partai Masyarakat Madani
  5. Partai Pemersatu Nasional Indonesia
  6. Partai Republik
  7. Partai Bela Negara
  8. Partai Islam
  9. Partai Persatuan Perjuangan Rakyat
  10. Partai Kerakyatan Nasional
  11. Partai Reformasi Demokrasi

Selamat bagi semua partai walaupun masih menunggu partai yang memang benar menyuarakan rakyat bukan menyuarakan suara golongan saja. Bagi yang tidak lolos mungkin bisa melengkapi administrasinya atau bergabung dengan partai yang sejalan dan punya visi dan misi yang sama.

Ingat ini

“Indonesia bukan ajang cari duit dan memperkaya golongan, Indonesia adalah tempat mengabdi”

“Pemilu bukan tempat adu uang dan kekuasaan dan akhirnya kejar setoran, Pemilu ajang melayani rakyat dengan janji-janji yang ditepati setelah kemenangan ditangan”

BloPINI

Opini | XL Berlakukan Tarif Telepon Rp 50 Sepuasnya

Posted in Opini Anda on Mei 30, 2008 by mand41l1nc

Yogyakarta – Usai mendulang sukses dengan tarif Rp 600 menelepon sepuasnya, kini PT Excelcomindo Pratama (XL) menelurkan skema tarif baru untuk kartu Bebas. Cukup bermodal Rp 50, pelanggan diklaim bisa menelepon sepuasnya dari jam 00.00-07.00 WIB.

Tarif murah ini dapat dinikmati pelanggan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur mulai hari ini (29/5/2008) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Di luar waktu tersebut, yakni pukul 07.00-11.00 WIB, pengguna bebas dapat menelepon sepuasnya setelah menit 1. Sebelum menit pertama, pengguna dikenakan tarif Rp 10/detik atau Rp 600.

Untuk pukul 11.00-18.00, menelepon sampai puas berlaku setelah menit ke-2. Sedangkan pada pukul 18.00- 24.00, berlaku setelah detik ke-200. Tarif di menit-menit awal tetap sama, yakni Rp 10/detik.

Sementara itu menelepon sampai puas ke operator lain berlaku setelah menit ke 2 sampai menit ke 10. Tarif di menit pertama adalah Rp 25/detik dan setelah 10 menit Rp 10/detik.

Disinggung masalah target pelanggan baru yang ingin dijaring, G. Kusbaroto, Regional Sales Operation Manager XL Yogyakarta pada acara jumpa pers di Dixie Resto, Kamis (29/5/2008) mengaku tidak memasang target tertentu. Ia mengatakan XL ingin menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya.

Pelanggan XL secara nasional hingga kuartal I tahun ini mencapai 18,4 juta dan sekitar 76 persen adalah pengguna Bebas.

Berdalih Jaringan Sering Putus

Ketika ditanya perihal sambungan telepon yang sering putus di menit-menit tertentu, XL berdalih bahwa selama ini belum banyak keluhan yang masuk ke mereka. XL mengimbau para pelanggan yang memiliki keluhan untuk komplain langsung ke XL, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

Lebih lanjut XL menambahkan, putusnya sambungan telepon tersebut bisa disebabkan karena kepadatan jaringan. XL mengaku sudah mengantisipasi kemungkinan lonjakan pelanggan baru dengan menambah kapasitas BTS. Saat ini Xl telah membangun lebih dari 12 ribu BTS.

Seiring dengan semakin murahnya tarif yang ditawarkan, XL akan berusaha meningkatkan kualitas pelayanan. Pihak XL juga mengimbau pelanggan untuk menelepon secara bijak, pergunakan telepon seperlunya.

Berikut skema tarif terbaru XL untuk menelepon ke sesama operator :

pukul 00.00 -07.00 WIB: Rp 50
pukul 07.00-11.00 WIB: Rp 600
pukul 11.00-18.00 WIB: Rp 1200
pukul 18.00-24.00 WIB: Rp 2000

Blopini mengutip dari detik.com

Surat buat XL dari Blopini

Dear XL,

Selamat atas program barunya, mungkin program ini akan menambah ketat persaingan antar provider selular untuk memberikan tarif yang murah dan jelas yang diuntungkan adalah konsumen karena dapat menikmati tarif yang murah walau seharusnya bisa gratis.

Pertanyaan pertama Saya (Blopini | red) kenapa XL selalu terputus ketika kita menelepon, jika alasannya jaringan sudah terlalu padat kenapa kok menit terputusnya sama (seperti sudah di set di billing XL nya misal setiap 5 menit putus atau tarif Rp.5700 putus) ini kecurigaan saya mohon penjelasannya.

Pertanyaan kedua kenapa harus menunggu banyak “jika tidak bisa disebutkan semua” pelanggan XL komplain dan baru ada tindakan (berarti service/pelayanan tidak diutamakan oleh XL, benarkah??), pelanggan adalah raja mungkin prinsip itu yang harus XL pegang jadi tidak harus masing-masing melapor jika ada 1 orang atau lebih komplain masalah yang sama saya yakin jika layanan ini dikedepankan akan menjadi nilai lebih bagi XL.

Surat ini tidak disampaikan langsung agar dapat dibaca oleh semua pelanggan XL ataupun tidak sehingga dapat melihat langsung jawaban dari XL.

Opini | Hari Kebangkitan Nasional

Posted in Opini Ke-Negara-an, Spesial Pake Telor on Mei 29, 2008 by mand41l1nc

“Sebelumnya saya ucapkan selamat buat Indonesia untuk keberhasilannya menyengsarakan rakyat dengan kembali naiknya harga BBM”

Presiden RI mau tahu ga’ saran Blopini ?? gini loh (mudah-mudahan di baca oleh Presiden kita)

Kalau memang mau menaikkan harga bahan bakar tidak perlu bertahap karena toh tetap menyengsarakan rakyat, blopini sedikit curiga dengan cara-cara pemerintah menaikkan BBM dengan bertahap karena takut kestabilitasan Indonesia tergangu dan otomatis mengganggu kepentingan pemerintah jelas juga mengganggu kepentingan orang yang menjalankan pemerintah yaitu melanggengkan kekuasaan (kok jadi protes harus saran nich…maaf).
Gini BBM naekkan saja ke harga normal di dunia internasinal/ sama dengan harga pasar dunia, mengenai protes oleh rakyat Indonesia (masih bingung defenisi rakyat Indonesia ini soalnya yang protes kayaknya cuma segelintir orang) itu adalah dinamika waktu mengambil keputusan tidak populer, namun jika memang Presiden tercinta menyayangi dan mencintai Bangsa ini blopini rasa tidak perlu takut kehilangan pekerjaan, dibenci rakyat, dan dianggap tidak membela rakyat dalam mengambil keputusan yang tidak populer tapi dengan syarat-syarat dan ketentuan berlaku (iklan dach).

Apa syaratnya????

  1. Jelaskan kenapa BBM harus naek kepada rakyat, dengan bahasa rakyat bukan bahasa politik.
  2. BBM selama ini di subsidi oleh pemerintah, jika subsidi ditiadakan dana subsidi akan di kemanakan???
  3. karena dana subsidi itu sangat besar (harus transparansi loh)
  4. Subsidi bidang lain dinaikkan misalnya kesehatan dan pendidikan (misalnya benar-benar gratis bukan bohongan)
  5. Buktikan komitmen untuk membangun bangsa bukan komitmen dengan partai agar langgeng kedudukannya.

Aku rasa itu saja sudah cukup mudah-mudahan Indonesia tetap jaya.

kembali ke topik Hari Kebangkitan Nasional

di kutip dari eramuslim.com

Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen).

Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.

Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata.

Anehnya, hal ini sama sekali tidak dikritisi oleh tokoh-tokoh Islam kita. Bahkan secara menyedihkan ada sejumlah tokoh Islam dan para Ustadz selebritis yang ikut-ikutan merayakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di berbagai event. Mereka ini sebenarnya telah melakukan sesuatu tanpa memahami esensi di balik hal yang dilakukannya. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap: “Ilmu qabla amal” (Ilmu sebelum mengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk-perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya.

Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.

Agar kita tidak terperosok berkali-kali ke dalam lubang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekali pun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu.

Pendukung Penjajahan Belanda

Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.

KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.

“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.

BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.

Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.

Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.

Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya… Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”

Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.

Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.

Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.

Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.

Dalam tulisan kedua akan dibahas mengenai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Syarikat Islam, yang telah berdiri tiga tahun sebelum BO, dan perbandinganya dengan BO, sehingga kita dengan akal yang jernih bisa menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya mengacu pada kelahiran SI pada tanggal 16 Oktober 1905, sama sekali bukan 20 Mei 1908. (bersambung_)

Dalam tulisan bagian pertama, telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.

Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.

Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.

Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

Tujuan:
- SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,
- BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).

Sifat:
- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,
- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

Bahasa:
- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,
- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

Sikap Terhadap Belanda:
- SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,
- BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,

Sikap Terhadap Agama:
- SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,
- BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)

Perjuangan Kemerdekaan:
- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,
- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

Korban Perjuangan:
- Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,
- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,

Kerakyatan:
- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,
- BO bersifat feodal dan keningratan,

Melawan Arus:
- SI berjuang melawan arus penjajahan,
- BO menurutkan kemauan arus penjajahan,

Kelahiran:
- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,
- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,

Seharusnya 16 Oktober
Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.

Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.

Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. (Tamat/Rizki Ridyasmara)

Logo | Blopini Header Terbaru

Posted in Spesial Pake Telor on Mei 29, 2008 by mand41l1nc

Akhirnya Blopini punya wajah baru dengan mengubah logo lamanya yang serba hitam dan tulisan warna oranyenya dengan logo yang lebih baru berdasarkan dengan harapan makin berwarnanya berita dan info di Blopini.

Thanx untuk http://gaelradcliffe.wordpress.com/ yang telah memberikan waktu untuk membantu membuat logo terbaru Blopini.

Server Game | PVPGN install on Linux

Posted in Spesial Pake Telor on Mei 26, 2008 by mand41l1nc

Instalasi PvPGN (Bnetd) sederhana di Linux

11:17 pm TEKNIKSEKILAS INSTALASI PVPGN (BATTLE.NET SERVER) DI SISTEM LINUX/UNIX

7 Feb 2007

By trisun@sby.pesat.net.id

1. Dapatkan source pvpgn, baik berupa tarball, rpm, ataupun deb. Dalam tutorial ini, saya menggunakan tarball. Dapat diperoleh di *?*2. Selain source tersebut, diperlukan juga file-file support untuk pvpgn, dan dapat diperoleh di *?*3. Dengan asumsi anda login sebagai root, taruh file pvpgn-1.7.9.tar.gz di /usr/src/, lalu extractlah :

#cd /usr/src/

#tar –xzvf pvpgn-1.7.9.tar.gz

tunggu hingga proses ekstraksi selesai, lalu :

#cd pvpgn-1.7.9/src/

#./configure

ini akan melakukan konfigurasi awal, setelah selesai, lakukan :

#make dep

#make install

yang akan meng-install pvpgn (asumsi tanpa error, jika ada error, silahkan baca README)

4. Letakkan file-file support di /usr/local/var/files/5. Edit satu baris dalam file konfigurasi utama dari pvpgn, yaitu /usr/local/etc/bnetd.conf sehingga baris :

#pidfile = /usr/local/var/bnetd.pid

menjadi

pidfile = /usr/local/var/bnetd.pid

6. Jalankan server pvpgn (dengan asumsi bahwa lokasi file conf adalah default :

#bnetd

7. Untuk mengetahui apakah server telah berfungsi dengan baik, lakukan :

#ps ax | grep bnetd

jika proses “bnetd” muncul, maka server telah berfungsi, atau :

#tail -f /usr/local/var/bnetd.log

jika pada output perintah tersebut tidak mengindikasikan ada error, maka server telah berfungsi, atau :

#netstat -an | grep 6112

jika port 6112 ber-status LISTENING, maka server telah berfungsi.

8. Sekian tutorial singkat ini, jika ada error atau ingin konfigurasi yang lebih kompleks, silahkan membaca README ataupun FAQ.

Rapidshare | Happy Hours

Posted in Spesial Pake Telor on Mei 16, 2008 by mand41l1nc

Hoaaamm……bangun pagi terus mandi berangkat ke kantor ini aktivitas rutin yang membosankan, kenapa ga, bangun pagi tidur lagi bangun lagi tidur lagi bangun lagi (wew……kapan nyari duitnya hehehehe..) beuh itu mah pemalas, ah ga nyambung nich intinya waktu nulis ini aku masih ngantuk banget…..hoaaaam.

Download mode on….pagi ini aku mau download 1 buku yang aku pikir akan bermanfaat buat nambah elmu FreeBSD wa judulnya absolute freebsd, dach kutak katik sana sini akhirnya ketemu 1 link di rapidshare, langsung aja menuju TKP dan memulai mendownload.

Loading please wait……..

wew setelah beberapa waktu menunggu aku menemukan 1 kalimat Rapidshare Happy Hours Activate now (klo ga salah inget)…..wah ada service apa ini dalam benakku….apakah sekarang rapidshare mulai memberikan sedikit kenyamanan akses kepada orang seperti aku yang ga punya ID user Premium untuk mendapatkan fasilitas download yang sama baik dengan yang memiliki ID premium. Mudah-mudahan ini berlaku selamanya….aku akan catat waktu kejadiannya (mana tau hanya waktu-waktu tertentu saja misal karena hari ini hari sabtu waktu Indonesia)

Time 07.00 Day Friday

wah besok liat lagi ah…

OS | The Ten Best Security linux Live CD

Posted in Information Technology on Mei 15, 2008 by mand41l1nc
The Ten Best Security linux Live CD
1. BackTrack
BackTrack is the result of the merging of two Innovative Penetration Testing live Linux distributions Whax and Auditor, combining the best features from both distributions, and paying special attention to small details, this is probably the best version of either distributions to ever come out.
Based on SLAX (Slackware), BackTrack provides user modularity. This means the distribution can be easily customised by the user to include personal scripts, additional tools, customised kernels, etc.

Site:
http://.remote-exploit.org/index.php/BackTrack

2. Operator

Operator is a very fully featured LiveCD totally oriented around network security (with open source tools of course).
Operator is a complete Linux (Debian) distribution that runs from a single bootable CD and runs entirely in RAM. The Operator contains an extensive set of Open Source network security tools that can be used for monitoring and discovering networks. This virtually can turn any PC into a network security pen-testing device without having to install any software. Operator also contains a set of computer forensic and data recovery tools that can be used to assist you in data retrieval on the local system.

Site:
http://.ussysadmin.com/operator/

3. PHLAK

PHLAK or [P]rofessional [H]acker [L]inux [A]ssault [K]it is a modular live security Linux distribution (a.k.a LiveCD). PHLAK comes with two light (fluxbox and XFCE4), many security tools, and a spiral notebook full of security documentation. PHLAK is a derivative of Morphix, created by Alex de Landgraaf.
Mainly based around Penetration Testing, PHLAK is a must have for any pro hacker/pen-tester.

Site:
http://phlak.org/modules/mydownloads/

4. Auditor
The Auditor security collection is a Live-System based on KNOPPIX. With no installation whatsoever, the analysis platform is started directly from the CD-Rom and is fully accessible within minutes. Independent of the hardware in use, the Auditor security collection offers a standardised working environment, so that the build-up of know-how and remote support is made easier.

Site:
http://.remote-exploit.org/index.php/Auditor_mirrors

5. L.A.S Linux
L.A.S Linux or Local Area Security has been around quite some time aswell, although development has been a bit slow lately still a useful CD to have. It has always aimed to fit on a MiniCD (180MB).

Local Area Security Linux is a distribution with a strong emphasis on security tools and small footprint. We currently have 2 different versions of L.A.S. to fit two specific needs – MAIN and SECSERV. This project is released under the terms of GPL.

Site:
http://.localareasecurity.com/download

6. Knoppix-STD

STD is a Linux-based Security Tool. Actually, it is a collection of hundreds if not thousands of open source security tools. a Live Linux Distro, which means it runs from a bootable CD in memory without changing the native operating system of the host computer. Its sole purpose in life is to put as many security tools at your disposal with as slick an interface as it can.
Code:
http://.knoppix-std.org/download.html

7. Helix

Helix is more on the forensics and incident response side than the networking or pen-testing side. Still a very useful tool to carry.

Helix is a customized distribution of the Knoppix Live Linux CD. Helix is more than just a bootable live CD. You can still boot into a customized Linux environment that includes customized linux kernels, excellent hardware detection and many applications dedicated to Incident Response and Forensics.

Site:
http://e-fense.com/helix/

8. F.I.R.E
A little out of date, but still considered the strongest bootable forensics solution (of the open-source kind). Also has a few pen-testing tools on it.
FIRE is a portable bootable cdrom based distribution with the goal of providing an immediate environment to perform forensic analysis, incident response, data recovery, virus scanning and vulnerability assessment.

Site:
http://fire.dmzs.com/

9. nUbuntu
nUbuntu or Network Ubuntu is fairly much a newcomer in the LiveCD arena as Ubuntu, on which it is based, is pretty new itself.

The main goal of nUbuntu is to create a distribution which is derived from the Ubuntu distribution, and add packages related to security testing, and remove unneeded packages, such as Gnome, Openoffice.org, and Evolution. nUbuntu is the result of an idea two people had to create a new distribution for the learning experience.

Site:
http://nubuntu.org/downloads.php

10. INSERT Rescue Security Toolkit

INSERT is a complete, bootable linux system. It comes with a graphical user interface running the fluxbox window manager while still being sufficiently small to fit on a credit card-sized CD-ROM.
The current version is based on Linux kernel 2.6.12.5 and Knoppix 4.0.2

Site:
http://.inside-security.de/insert_en.html

Posted By SegmentFault | Grep copy by BTX1982 | Placed www.awali.org

PeGOS (Pekanbaru Go Open Source) | MeGOS (Medan Go Open Source)

FreeBSD | Adduser on FreeBSD

Posted in Ruang Belajar | Ruang Research on Mei 15, 2008 by mand41l1nc

Adding Users to FreeBSD

So far in this series, we’ve looked at the basics of setting up a FreeBSD system, navigating the system, and understanding some of the internal structures of FreeBSD. In the next few articles, I want to concentrate on basic system administration tasks.

FreeBSD is a multiuser environment; one of the main tasks of a system administrator is to create user accounts and provide a secure environment for users to do their work in. To accomplish this effectively requires some pre-planning before any users are created.

Even if you are the only user on your home-based FreeBSD system, you will still need to create at least one user account to do your regular work in. Remember, you only use the superuser account for tasks that require superuser permissions.

It is a good idea to practice planning like an administrator on your own FreeBSD system, as you will gain the skills that will be essential when you begin to administer in a “real” production environment.

A lot of stuff happens in the background when you create a user: Several databases are updated, a mail folder is created, and a home directory for the user is created. When you create the user, you will have to supply a fair amount of information, including the username and password. In this week’s article, I want to concentrate on user policies and creating user accounts.

Every user account you create must have a unique name across your FreeBSD system. This is easy to accomplish in a small environment, but a little harder to manage if you have to create dozens, hundreds, or even thousands of users. To help ensure uniqueness, you should have a user naming policy. If there is no existing policy in place and you need to create a naming scheme, keep in mind that there are a few restrictions on user names. First, they are limited to 16 characters, and some protocols, such as NIS, require a user name limit of 8 characters. Second, they cannot begin with the hyphen character “-”. And third, you should avoid the use of capital letters and periods as these may confuse some mail programs.

An example policy in a small environment would be to create user names using the first name and last initial of the user. You might have to modify this slightly to avoid conflicts. For example, if you needed to create accounts for Mike Smith and Mike Spencer, you could create “mikes” and “michaels” or “mikesm” and “mikesp.”

Another policy would be to create user names using the last name and first initial of the user, with possible modifications to avoid conflicts. If you need to create accounts for Mark Smith and Michelle Smith, you could create “smithma” and “smithmi.”

In a larger environment, you might want to use a certain number of characters for the first name and a certain number of characters for the last name. For example, if the policy is the first four characters of the user’s first name followed by the first four characters of their last name, Mark Smith would become “marksmit” and Michelle Smith would become “michsmit.” You’ll still need a backup plan for users whose first or last ames are shorter than the specified amount of characters. For example, if I needed to create an account for My Lee using the above policy, I could create “my_lee”.

Unless you are in an extremely small environment, it’s wise to avoid non-descriptive nicknames such as the “biko” and “genisis” that I use on my home system.

To summarize, a good user naming policy is aware of the restrictions placed on usernames and has a contingency method to avoid naming conflicts.

Once you’ve decided on a naming scheme, you can create the user accounts using the adduser utility. This utility has a configuration file called /etc/adduser.conf, and it also reads a message file called /etc/adduser.message. These files aren’t actually created until the first time you use the adduser utility. Follow along as I create a user; I’ll use the v or verbose switch so we’ll see all the possible prompts. You’ll note that adduser will first create its configuration file, then it will use it as a template when creating the user.

adduser -v
You are not root!

Oops. Looks like this is an administrative task that requires root permissions. Let’s try this again (I’ll indent my remarks):

su
Password:

adduser -v
/etc/adduser.conf: No such file or directory

Notice that this is the first time I’ve run the “adduser” utility on this system; it does not have a configuration file yet.

Use option "-silent"
if you don't want to see all warnings and questions.
Check /etc/shells
Check /etc/master.passwd
Check /etc/group
Enter your default shell: bash csh date no sh tcsh [sh]: tcsh

The script adduser read a file called /etc/shells which contains the paths to all of the shells installed on the system; it then displayed the possible shells available for the user. Note that the default shell offered to users was the Bourne shell (sh), but I changed it to tcsh.

Your default shell is: tcsh -> /bin/tcsh
Enter your default HOME partition: [/home]:
Copy dotfiles from: /usr/share/skel no [/usr/share/skel]: 

We’ll take a look at the /usr/share/skel directory once we’ve finished creating the user and see what happened when we accepted the default of copying the dotfiles from this directory.

Send message from file: /etc/adduser.message no
[/etc/adduser.message]:
Create "/etc/adduser.message"? (y/n) [y]:
Use passwords (y/n) [y]:
Write your configuration to /etc/adduser.conf? (y/n) [y]:

Notice that adduser created the adduser.message and adduser.conf files in the /etc directory. Now it’s ready to create our user:

Ok, let's go.
Don't worry about mistakes.
I will give you the chance later to correct any input.
Enter username [a-z0-9_-]: dlavigne
Enter full name []: Dru Lavigne
Enter shell bash csh date no sh tcsh [tcsh]:
Enter home directory (full path) [/home/dlavigne]:
Uid [1000]:
Enter login class: default []:
Login group dlavigne [dlavigne]:
Login group is "dlavigne".
Invite dlavigne into other groups: guest no
[no]:
Enter password []:
Enter password again []: 

Name:	  dlavigne
Password: ****
Fullname: Dru Lavigne
Uid:	  1000
Gid:	  1000 (dlavigne)
Class:
Groups:	  dlavigne
HOME:     /home/dlavigne
Shell:	  /bin/tcsh
OK? (y/n) [y]:
Added user "dlavigne"
Send message to "dlavigne" and: no root second_mail_address
[no]: 

Dru Lavigne,
your account "dlavigne" was created.
Have fun!
See also chpass(1), finger(1), passwd(1)

Add anything to default message (y/n) [n]:
Send message (y/n) [y]:
Copy files from /usr/share/skel to /home/dlavigne
Add another user? (y/n) [y]: n
Goodbye!

Now that I’ve successfully created a user, I’ll leave the superuser account. Let’s log in as the new user, see what they have, and summarize what happened here:

login: dlavigne
Password:

pwd
/usr/home/dlavigne

ls -la

total 12
drwxr-xr-x 2 dlavigne dlavigne 512 Dec 30 11:21 ./
drwxr-xr-x 4 root     wheel    512 Dec 30 10:44 ../
-rw-r--r-- 1 dlavigne dlavigne 628 Dec 30 10:44 .cshrc
-rw-r--r-- 1 dlavigne dlavigne 299 Dec 30 10:44 .login
-rw-r--r-- 1 dlavigne dlavigne 160 Dec 30 10:44 .login_conf
-rw------- 1 dlavigne dlavigne 371 Dec 30 10:44 .mail_aliases
-rw-r--r-- 1 dlavigne dlavigne 331 Dec 30 10:44 .mailrc
-rw-r--r-- 1 dlavigne dlavigne 722 Dec 30 10:44 .profile
-rw------- 1 dlavigne dlavigne 276 Dec 30 10:44 .rhosts
-rw-r--r-- 1 dlavigne dlavigne 852 Dec 30 10:44 .shrc

You’ll note that a home directory was created for the user and that it contains a lot of files that begin with a period or dot. Remember that dot-file directory mentioned when we used the adduser utility? Let’s take a look at it now:

ls -l /usr/share/skel

total 10
drwxr-xr-x  2 root wheel 512 Dec  8 11:53 ./
drwxr-xr-x 26 root wheel 512 Nov 20 08:11 ../
-rw-r--r--  1 root wheel 628 Nov 20 07:01 dot.cshrc
-rw-r--r--  1 root wheel 299 Nov 20 07:01 dot.login
-rw-r--r--  1 root wheel 160 Nov 20 07:01 dot.login_conf
-rw-------  1 root wheel 371 Nov 20 07:01 dot.mail_aliases
-rw-r--r--  1 root wheel 331 Nov 20 07:01 dot.mailrc
-rw-r--r--  1 root wheel 722 Nov 20 07:01 dot.profile
-rw-------  1 root wheel 276 Nov 20 07:01 dot.rhosts
-rw-r--r--  1 root wheel 852 Nov 20 07:01 dot.shrc

Note that the eight files created in our new user’s home directory were copied from the template files contained in this directory. Also note that only the superuser can edit the files contained in the skel directory. For example, if you wished all users to receive a customized shell prompt, the superuser could modify the usr/share/skel/dot.cshrc file which would then be copied to all users’ home directories when you created the users. Also, the superuser can also place any other dotfiles he wishes users to receive in the skel directory; for example, you can create a customized .xinitrc file for users.

Now let’s take a look at the /etc/adduser.message file that was created by the adduser utility:

more /etc/adduser.message

#
# Message file for adduser(8)
#   comment: "#"
#   default variables: $name, $fullname, $password
#   other variables:  see /etc/adduser.conf after
#   line  "## DO NOT DELETE THIS LINE!"
#
$fullname,
your account "$name" was created.
Have fun!
See also chpass(1), finger(1), passwd(1)

Let’s compare this to the message our new user received; I’ll use the mail command to check this user’s mail message:

login: dlavigne
Password:
You have mail.

mail
Mail version 8.1 6/6/93.  Type ? for help.
"/var/mail/dlavigne": 1 message 1 new
>N  1 genisis   Sat Dec 30 12:24  20/540   "Welcome"
& 1
Message 1:
From genisis Sat Dec 30 12:24:19 2000
Date: Sat, 30 Dec 2000 12:24:19 -0500 (EST)
From: User Genisis <genisis>
To: dlavigne
Subject: Welcome

Dru Lavigne,
your account "dlavigne" was created.
Have fun!
See also chpass(1), finger(1), passwd(1)

& ^D Saved 1 message in mbox
> ^D exit

You’ll note that I was logged on as the user “genisis” before I became the superuser in order to use the adduser command. The message my new user received was the message contained in adduser.message with the actual values for the $fullname and $name variables inserted.

When we created the user, we were given the following option:

Add anything to default message (y/n) [n]:

If I create another user and type in y at this option, I’ll receive this prompt:

Use "." or ^D alone on a file to finish your message

Whatever I type will be added to the default message sent to this particular user; however, it will not overwrite the /etc/adduser.message file I originally created. Let’s try an example of this; I’ll add a user called “test” and show just the output we’re concerned with and “snip” the rest:

adduser

<snip>

Add anything to default message (y/n) [n]: y
Use "." or ^D alone on a line to finish your message.
Don't forget that every Friday is pizza day!
.
Send message (y/n) [y]: y

Now let’s see what the mail message looks like for the user test:

login: test
Password:
You have mail.

mail
Mail version 8.1 6/6/93.  Type ? for help.
"/var/mail/test": 1 message 1 new
>N  1 genisis   Sat Dec 30 12:47  22/567   "Welcome"
& 1
Message 1:
From genisis Sat Dec 30 12:47:07 2000
Date: Sat, 30 Dec 2000 12:47:07 -0500 (EST)
From: User Genisis <genisis>
To: test
Subject: Welcome

test,
your account "test" was created.
Have fun!
See also chpass(1), finger(1), passwd(1)
Don't forget that every Friday is pizza day!

And let’s see if our new message was added to the template file:

more /etc/adduser.message

#
# Message file for adduser(8)
#   comment: "#"
#   default variables: $name, $fullname, $password
#   other variables:  see /etc/adduser.conf after
#		     line  "## DO NOT DELETE THIS LINE!"
#

$fullname,
your account "$name" was created.
Have fun!
See also chpass(1), finger(1), passwd(1)

It looks like only this user received the additional message, as we expected. I want to do one more example before we leave the adduser.message file. Let’s say I want users to receive this additional information in their welcoming mail message:

If you have any problems, contact the administrator at admin@thiscompany.com

Try creating a user yourself and add this line to their message; you’ll note that when you log in as that user, your additional line will be missing from their mail message. However, if you modify the message so it reads like this:

If you have any problems, contact the administrator at admin\@thiscompany.com

the user will receive the additional information. Notice that we had to escape the @ symbol with a backslash in order for it to be interpreted correctly.

Finally, let’s take a look at the adduser.conf file that was created:

more /etc/adduser.conf

# /etc/adduser.conf - automatic generated by adduser(8)
#
# Note: adduser read *and* write this file
# You may change values, but don't add new things before the
# line "## DO NOT DELETE THIS LINE!"
# use password for new users
# defaultpasswd =  yes | no
defaultpasswd = yes

# copy dotfiles from this dir ("/usr/share/skel" or "no")
dotdir = "/usr/share/skel"

# send this file to new user
# ("/etc/adduser.message" or "no")
send_message = "/etc/adduser.message"

# config file for adduser ("/etc/adduser.conf")
config = "/etc/adduser.conf"

# logfile ("/var/log/adduser" or "no")
logfile = "/var/log/adduser"

# default HOME directory ("/home")
home = "/home"

# List of directories where shells located
# path = ('/bin', '/usr/bin', '/usr/local/bin')
path = ('/bin', '/usr/bin', '/usr/local/bin')

# common shell list, first element has higher priority
# shellpref = ('bash', 'tcsh', 'ksh', 'csh', 'sh')
shellpref = ('csh', 'sh', 'bash', 'tcsh', 'ksh', 'no', 'date')

# defaultshell if not empty ("bash")
defaultshell = "tcsh"

# defaultgroup ('USER' for same as
# username or any other valid group)
defaultgroup = USER

# defaultclass if not empty
defaultclass = ""

# new users get this uid (1000)
uid_start = "1000"

## DO NOT DELETE THIS LINE!
## your own variables, see /etc/adduser.message
## end

You’ll note that this is a straightforward file containing the answers to the questions the adduser utility prompted us for. We’ll get into defaultclasses and UIDs next week when we take a closer look at the password databases. The only other new information you’ll notice in this file is the location of the logfile for adduser. If I take a quick look at this file, I should see entries for when I created my users:

more /var/log/adduser

2000/12/30 12:24:18 dlavigne:*:1000:1000(dlavigne):Dru Lavigne
2000/12/30 12:47:06 test:*:1001:1001(test):test

Next week, we’ll take a look at the format of the databases that get updated when you create a user account.

FreeBSD | Install NVidia Driver untuk FreeBSD

Posted in Ruang Belajar | Ruang Research on Mei 12, 2008 by mand41l1nc

Install NVidia Driver untuk FreeBSD

Bagi pengguna FreeBSD yang punya AGP chipset NVidia, Saya sarankan untuk menggunakan driver dari NVidia sendiri, karena tampilan akan lebih optimal, daripada menggunakan driver bawaan FreeBSD. Silahkan download Driver NVidia Versi Terbaru. Btw, versi terbaru sekarang adalah 1.0-8756. Langkah-langkahnya:

  1. Compile dan install drivernya.
    # tar -xzf NVIDIA-FreeBSD-x86-1.0-8178.tar.gz
    # cd NVIDIA-FreeBSD-x86-1.0-8178
    # make install
    

    Ini akan langsung compile, install dan kldload driver NVIDIA. Juga, akan membuat device /dev/nvidia dan driver nvidia.ko

  2. Lakukan auto-deteksi konfigurasi X agar menggunakan driver NVIDIA.
    # nvidia-xconfig
    

    Cek perubahan di /etx/X11/xorg.conf

  3. Aktifin driver saat boot dengan meng-edit /boot/loader.conf. Tambahkan baris:
       nvidia_load="YES"
    

    Kemudian restart X

Apabila ada pesan error di Log X anda atau di dmesg, maka ada kemungkinan driver NVidia konflik dengan driver AGP FreeBSD, untuk mematikannya, edit /boot/defaults/loader.conf

   agp_load="NO"

Sedikit tips untuk konfigurasi X, karena waktu saya nginstall, pixel-depth nya jelek banget, akhirnya saya paksa-in untuk memakai pixel-depth 24. Hasilnya lumayan, 24-bit color.

   Section "Screen"
      Identifier     "Screen0"
      Device         "Card0"
      Monitor        "Monitor0"
      DefaultDepth   24
   EndSection

Semoga artikel ini membantu. Btw, sebagai bukti otentik, nih Screenshot komputer saya, FreeBSD 6, Athlon XP, dan GeForce MX 400.

Get File from http://ferdianto.com/category/freebsd/

Hacker | Medan Hacker

Posted in Information Technology on Mei 1, 2008 by mand41l1nc

Medan Hacker

Medan Hacker kembali hidup setelah tidur panjangnya, kita tunggu aja kiprahnya di dunia IT Indonesia

Selamat ya!!!